MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 22 Februari 2020 19:19
Amankan Burung Enggang dari Warga

Dibeli Rp 500 Ribu, Sudah Dipelihara Tiga Bulan

DILINDUNGI: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, mengevakuasi burung Enggang yang dipelihara seorang warga di kawasan Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur. Burung Enggang termasuk satwa yang dilindungi undang-undang.

PROKAL.CO,

TELUK BAYUR - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, menggerebek salah satu rumah warga di kawasan Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Jumat (21/2), sekitar pukul 14.00 Wita. Penggerebekan ini dikarenakan adanya informasi bahwa seorang warga memelihara satwa yang dilindungi undang-undang.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Provinsi Kaltim, Dheny Mardiono yang dikonviramsi menuturkan, pengungkapan ini berkat laporan masyarakat bahwa di kawasan Kelurahan Rinding, terdapat seseorang yang memelihara satwa dilindungi yakni burung Enggang Kangkareng hitam (Anthracoceros Malayanus) atau masyarakat biasa menyebut burung Enggang. “Jenis kelamin belum diketahui. Umurnya tergolong anakan,” ujar Dheny, Jumat (21/2).

Menurut Dheny, temuan ini merupakan evakuasi yang ketiga di tahun 2020. Pertama pihaknya berhasil mengamankan Elang Hitam di Kampung Labanan, Burung Enggang di Tanjung Redeb, dan terakhir di Teluk Bayur. “Kemungkinan burung Enggang itu akan dilepasliarkan ke habitat alam. Tapi kami akan buatkan kendang habituasi dulu di lokasi pelepasliaran,” ucapnya.

Untuk area pelepasliaran, dipilih hutan lindung Sungai Lesan. Karena di kawasan itu masih asri dan terjaga.

Diketahui bahwa burung tersebut dibeli dengan harga Rp 500 ribu. Hingga saat ini burung tersebut telah dirawat selama 3 bulan. Sempat ditawar dengan harga Rp 1 juta, namun pemilik burung menolak untuk menjualnya. Selama kurun waktu beberapa tahun ini, memang belum ada laporan mengenai penjualan atau perburuan paruh burung Enggang atau Rangkong Badak.

“Untuk populasi, memang sering ketemu. Namun kondisinya rawan. Karena burung Enggang ini termasuk burung sulit berkembang biak. Biasa hanya dua ekor dalam dua tahun. Sehingga akan lebih cepat terancam punah,” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 11 Agustus 2020 19:54

Jalan Menuju Pesisir Jadi Prioritas

TANJUNG REDEB – Kondisijalan poros menuju pesisir selatan Berau jadi…

Selasa, 11 Agustus 2020 19:53

Polisi Sita 2,6 Ton BBM

TANJUNG REDEB - Petugas Polisi Sektor (Polsek) Kelay, mengamankan seorang…

Selasa, 11 Agustus 2020 19:52

Khawatir Ada Kalster Baru

TANJUNG REDEB - Wacana pembukaan kembali sekolah di tengah pandemi…

Senin, 10 Agustus 2020 19:46

Minta Uang, Seorang Pria Dipukuli

TANJUNG REDEB - Seorang pria berinisial MA (31) dipukuli dua…

Senin, 10 Agustus 2020 19:44

Manusia Perahu Kembali Masuk Berau

TANJUNG REDEB - Keberadaan ‘manusia perahu’ di perairan Berau, hingga…

Senin, 10 Agustus 2020 19:43

BKPP Tetap Usulkan Formasi CPNS

TANJUNG REDEB – Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)…

Minggu, 09 Agustus 2020 19:50

RSUD Batalkan Pengadaan Alat PCR

TANJUNG REDEB - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul…

Minggu, 09 Agustus 2020 19:49

Pasien Sembuh Bertambah Tiga Orang

TANJUNG REDEB – Jumlah pasien Covid-19 yang selesai isolasi atau…

Minggu, 09 Agustus 2020 19:48

Pedagang Belum Disiplin, Protokol Kesehatan Diabaikan

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau telah memberi kelonggaran kepada…

Minggu, 09 Agustus 2020 19:47

Angkut Sembako dan Elpiji, KM Marsyanda Meledak

TANJUNG REDEB – Satu unit kapal motor meledak di dermaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers