MANAGED BY:
SENIN
30 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 24 Februari 2020 14:20
Tarik Investasi melalui Pengelolaan Mangrove
POTENSI INVESTASI: Selain bisa dikembangkan menjadi objek wisata, hutan mangrove di Kampung Teluk Samanting, Kecamatan Pulau Derawan, juga akan dipasarkan untuk menarik masuknya investasi emisi gas karbon ke Bumi Batiwakkal.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Potensi investasi, tak melulu dilakukan dengan mengeruk sumber daya alam (SDA) yang ada di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau. Tapi, untuk menarik modal investor, juga bisa dengan memastikan kelestarian lingkungan.

Gambaran investasi melalui sektor pelestarian lingkungan tersebut, didapat Wakil Bupati Agus Tantomo saat mendampingi Wakil Duta Besar Jerman, mengunjungi hutan mangrove di Kampung Teluk Semanting, Kecamatan Pulau Derawan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Agus, keberadaan hutan mangrove Teluk Semanting, bisa jadi potensi investasi pengurangan emisi. Bahkan, dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Berau yang cukup pesat, berbanding lurus dengan meningkatnya polusi udara. Makanya, Agus akan menjadikan produsen-produsen kendaraan ternama sebagai sasaran untuk menjadi investor emisi karbon di Berau.

Agus menjelaskan, Berau memang memiliki banyak banyak potensi dalam menyerap emisi gas karbon untuk dunia, salah satunya melalui pelestarian mangrove.

“Saya sudah berkoordinasi kepada Presiden Islamic Development Bank (IDB), agar bisa mempertemukan saya dengan salah satu pemilik brand kendaraan Toyota untuk menjajaki kerja sama dalam menekan emisi karbon,” ujarnya kepada Berau Post.

Dijelaskannya, pemilik Toyota memang menjadi sasaran utama. Sebab Toyota menjadi salah satu produsen kendaraan bermotor dengan jumlah pengguna paling banyak di Indonesia, khususnya Berau.

“Memang IDB sering membuat pertemuan antara donatur, dan saat ini saya sedang menunggu panggilan dari IBD. Jika nanti diundang dalam forum itu, maka akan dipertemukan dengan yayasan atau pemodal yang bisa berinvestasi di sekotor lingkungan ini,” katanya.

Untuk itu, dirinya mengimbau masyarakat Berau, agar selalu menjaga lingkungan, khususnya mangrove. Karena lingkungan merupakan aset yang tak ternilai bagi suatu daerah.

 “Saya melihat mangrove yang ada di Kampung Teluk Semanting ini sangat bagus, dan saya yakin jika hutan tersebut dirawat, akan menjadi aset yang sangat bagus untuk kampung tersebut,” pungkasnya. (*/aky/udi)


BACA JUGA

Minggu, 29 Maret 2020 19:25

Status ODP Terus Bertambah

TANJUNG REDEB – Status Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten…

Minggu, 29 Maret 2020 19:23

Puskesmas Tepian Buah Mulai Rusak

TANJUNG REDEB – Baru dua tahun dioperasikan, bangunan Puskesmas Tepian…

Minggu, 29 Maret 2020 19:22

Akses Keluar-Masuk Berau Ditutup

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau meningkatkan kewaspadaan terhadap…

Sabtu, 28 Maret 2020 20:22

Perketat Penjagaan Pintu Masuk

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Tim Gugus…

Sabtu, 28 Maret 2020 20:21

UN dan US Dibatalkan

TANJUNG REDEB – Mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19,…

Jumat, 27 Maret 2020 17:11

Kondisi Membaik, Satu PDP Dipulangkan

TANJUNG REDEB - Satu dari lima Pasien Dalam Pengawasan (PDP)…

Jumat, 27 Maret 2020 17:09

Berau Dapat DAK Rp 7 Miliar

TANJUNG REDEB - Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun…

Jumat, 27 Maret 2020 17:07

Surat Tugas Belum Final

TANJUNG REDEB – Dua srikandi Golkar Berau, Syarifatul Syadiah dan…

Kamis, 26 Maret 2020 14:13

Buka Posko Pemantauan

TIM pelaksana gugus tugas percepatan penanganan Covid-19membuka posko pemantauan Covid-19…

Kamis, 26 Maret 2020 14:10

Petugas Kebersihan Dapat Insentif

TANJUNG REDEB – Kabar gembira bagi para petugas kebersihan dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers