MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 26 Februari 2020 10:01
Pasar Rakyat Terancam Mangkrak

Lapak Dinilai Sempit, Pedagang Enggan Pindah

PEDAGANG: Pasar Rakyat yang dibangun pemerintah untuk memindahkan aktivitas perdagangan di Pasar Senja Bangun.

PROKAL.CO,

SAMBALIUNG – Bangunan Pasar Rakyat Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung, sudah kokoh berdiri. Walau belum difungsikan, pasar yang dibangun untuk memindahkan aktivitas perdagangan di Pasar Senja Sei Bebanir Bangun tersebut, sudah terancam mangkarak.

Memang, instansi terkait dari Pemkab Berau belum mengarahkan para pedagang untuk menempati gedung pasar baru. Namun para pedagang Pasar Senja, mengaku enggan menempati bangunan baru tersebut. Sebab, ukuran lapak untuk tiap pedagang dianggap terlalu kecil. Hanya berukuran 1,5 x 1,5 meterpersegi. “Ukurannya tidak memadai, terlalu kecil,” ujar Dianto, salah seorang pedagang di Pasar Senja, yang ditemui Berau Post kemarin (25/2).

Hal itu juga diamini Kepala Pasar Senja Bangun yang juga Ketua RT 11, Sei Bebanir Bangun, Supriadi. Dijelaskannya, sebagian besar pedagang Pasar Senja memang menjajakan hasil pertaniannya langsung, dengan sistem semi grosir. Dan selama ini, ukuran lapak para pedagang yang sudah lebih besar dari ukuran lapak di gedung baru, masih dianggap sempit dan tak mampu menampung hasil pertanian masyarakat yang diperdagangkan. “Apalagi kalau ukurannya hanya 1,5 x 1,5 meterpersegi saja,” katanya.

Dijelaskannya, gedung baru Pasar Rakyat, memang lebih megah. Bangunannya juga bertingkat dengan lantai dasar untuk aktivitas perdagangan dan lantai dua untuk perkantoran. Namun jumlah lapak di gedung baru tersebut juga terbatas. Hanya sekitar 78 lapak saja, sementara jumlah pedagang di Pasar Senja sudah lebih dari 130 pedagang. “Itu juga yang menjadi alasan kenapa pedagang enggan pindah nantinya,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, fasilitas pendukung untuk operasional pasar juga belum ada. Seperti kondisi jalan menuju Pasar Rakyat yang banyak lubang karena belum beraspal, hingga tidak adanya lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan menuju pasar. “Padahal rencananya, pasar beroperasi sejak pukul 15.00 sampai 22.00 Wita. Belum lagi kalau masuk musim hujan, pasti masyarakat akan malas ke pasar karena jalanya licin dan becek, apalagi memang lokasinya cukup jauh dari permukiman warga,” pungkas dia. (*/fzl/udi)

 


BACA JUGA

Minggu, 09 Agustus 2020 19:55

Gula Pasir Makin Manis

TANJUNG REDEB – Harga gula pasir sempat melambung tinggi di…

Minggu, 09 Agustus 2020 19:54

Harga Turun, Pembeli Tetap Sepi

TANJUNG REDEB – Harga ayam potong di Pasar Sanggam Adji…

Sabtu, 08 Agustus 2020 19:55

Omzet Penjualan Turun Drastis

TANJUNG REDEB – Sejak masa pandemi hingga memasuki masa adaptasi…

Kamis, 06 Agustus 2020 20:11

Pasokan Membludak, Harga Tomat Turun Drastis

TANJUNG REDEB- Produksi komoditas tomat di kalangan petani saat ini…

Kamis, 06 Agustus 2020 20:08

Mampu Bertahan di Masa Pandemi

TANJUNG REDEB – Bisnis online, dianggap sebagai bisnis termudah dan…

Senin, 03 Agustus 2020 19:55

Pertimbangkan Budidaya Kopyor

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perkebunan Sumaryono, sebut pemerintah akan…

Minggu, 02 Agustus 2020 20:19

Pandemi, Plisss...Perhatikan Juga Nasib Para Petani Sawit

TANJUNG REDEB –  Pandemi Covid-19 membuat berbagai sektor terkena dampak…

Sabtu, 01 Agustus 2020 20:04

Dari 100 Ekor Kambing menjadi 8 Ekor

TANJUNG REDEB – Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung membuat berbagai…

Sabtu, 01 Agustus 2020 20:03

Harga Turun, Jumlah Pembeli Ikut Turun

TANJUNG REDEB – Harga ayam di Pasar Sanggam Adji Dilayas…

Rabu, 22 Juli 2020 21:25

Pembayaran Angsuran Masih Lesu

TANJUNG REDEB – Masa pandemi Covid-19, diakui Kepala Pegadaian Cabang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers