MANAGED BY:
RABU
08 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 26 Februari 2020 10:01
Pasar Rakyat Terancam Mangkrak

Lapak Dinilai Sempit, Pedagang Enggan Pindah

PEDAGANG: Pasar Rakyat yang dibangun pemerintah untuk memindahkan aktivitas perdagangan di Pasar Senja Bangun.

PROKAL.CO, SAMBALIUNG – Bangunan Pasar Rakyat Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung, sudah kokoh berdiri. Walau belum difungsikan, pasar yang dibangun untuk memindahkan aktivitas perdagangan di Pasar Senja Sei Bebanir Bangun tersebut, sudah terancam mangkarak.

Memang, instansi terkait dari Pemkab Berau belum mengarahkan para pedagang untuk menempati gedung pasar baru. Namun para pedagang Pasar Senja, mengaku enggan menempati bangunan baru tersebut. Sebab, ukuran lapak untuk tiap pedagang dianggap terlalu kecil. Hanya berukuran 1,5 x 1,5 meterpersegi. “Ukurannya tidak memadai, terlalu kecil,” ujar Dianto, salah seorang pedagang di Pasar Senja, yang ditemui Berau Post kemarin (25/2).

Hal itu juga diamini Kepala Pasar Senja Bangun yang juga Ketua RT 11, Sei Bebanir Bangun, Supriadi. Dijelaskannya, sebagian besar pedagang Pasar Senja memang menjajakan hasil pertaniannya langsung, dengan sistem semi grosir. Dan selama ini, ukuran lapak para pedagang yang sudah lebih besar dari ukuran lapak di gedung baru, masih dianggap sempit dan tak mampu menampung hasil pertanian masyarakat yang diperdagangkan. “Apalagi kalau ukurannya hanya 1,5 x 1,5 meterpersegi saja,” katanya.

Dijelaskannya, gedung baru Pasar Rakyat, memang lebih megah. Bangunannya juga bertingkat dengan lantai dasar untuk aktivitas perdagangan dan lantai dua untuk perkantoran. Namun jumlah lapak di gedung baru tersebut juga terbatas. Hanya sekitar 78 lapak saja, sementara jumlah pedagang di Pasar Senja sudah lebih dari 130 pedagang. “Itu juga yang menjadi alasan kenapa pedagang enggan pindah nantinya,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, fasilitas pendukung untuk operasional pasar juga belum ada. Seperti kondisi jalan menuju Pasar Rakyat yang banyak lubang karena belum beraspal, hingga tidak adanya lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan menuju pasar. “Padahal rencananya, pasar beroperasi sejak pukul 15.00 sampai 22.00 Wita. Belum lagi kalau masuk musim hujan, pasti masyarakat akan malas ke pasar karena jalanya licin dan becek, apalagi memang lokasinya cukup jauh dari permukiman warga,” pungkas dia. (*/fzl/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 30 Maret 2020 19:27

Jahe Merah Kian Diburu

TANJUNG REDEB – Adanya informasi mengenai jahe merah yang bermanfaat…

Sabtu, 28 Maret 2020 20:25

Hasil Panen Turun 1.500 Kg

SAMBALIUNG – Masa panen padi di Kabupaten Berau telah tiba,…

Kamis, 26 Maret 2020 15:03

Harga Gula Pasir Terimbas Corona

TANJUNG REDEB – Teror virus Corona berimbas terhadap harga gula…

Jumat, 20 Maret 2020 19:58

Tingkat Hunian Turun hingga 70 Persen

TANJUNG REDEB – Wabah virus corona yang terus berkembang tak…

Senin, 09 Maret 2020 19:51

Perkuat Sektor Wisata

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus berusaha mengembangkan sektor…

Senin, 09 Maret 2020 19:50

Petani Hanya Panen Sekali, Kepala Kampung Salahkan Hal Ini...

GUNUNG TABUR– Kepala Kampung Tasuk, Faridah menyebut saluran irigasi di…

Rabu, 04 Maret 2020 16:44

Dua Tahun, Hanya Hasilkan 300 Kg

GUNUNG TABUR – Dua kali mengalami kegagalan, tidak membuat Akimi,…

Rabu, 26 Februari 2020 10:01

Pasar Rakyat Terancam Mangkrak

SAMBALIUNG – Bangunan Pasar Rakyat Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung,…

Rabu, 26 Februari 2020 09:59

Bawang Lebih Hemat, Ayam Ras Tambah Mahal

TELUK BAYUR – Sempat mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi…

Selasa, 25 Februari 2020 22:59

Investor Masuk, Kerek Perekonomian Warga

SAMBALIUNG- Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, memiliki potensi sumber daya alam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers