MANAGED BY:
MINGGU
31 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 02 Maret 2020 15:23
Pastikan Korban Dapat Kompensasi

Bupati Tepis Kabar Kebakaran Berkaitan dengan Penataan Kawasan

DI UJUNG TANJUNG: Foto udara lokasi kebakaran yang terjadi di Gang Ancol, Sabtu (29/2) petang.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Penyebab kebakaran yang terjadi di Gang Ancol, Jalan Kapten Tendean, RT 2 Kelurahan Bugis, Tanjung Redeb, masih diselidiki polisi.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran tersebut. Namun dari keterangan saksi yang telah diperiksa, sebelum kebakaran memang sempat terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas elpiji.

“Dua orang saksi kami periksa. Yakni satu korban dan ketua RT setempat (RT 2 Kelurahan Bugis). Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakarannya,” singkatnya kepada Berau Post kemarin (1/3).  

Terpisah, Ketua RT 2 Kelurahan Bugis, Muhammad Nur mengatakan, data terbaru yang dihimpun pihaknya, kebakaran yang terjadi Sabtu petang itu menghanguskan 17 rumah yang dihuni 80 jiwa dari 12 kepala keluarga (KK).

“Tidak semuanya (lahan tempat rumah berdiri) memiliki sertifikat tanah,” katanya kepada Berau Post.

Ia menuturkan, dari 12 KK hanya ada 5 rumah yang memiliki sertifikat tanah. Yakni milik Mutiara, Gusniah, serta Erlina yang memiliki 3 sertifikat.

Di sisi lain, M Nur juga tidak menampik kalau lokasi kebakaran tersebut masuk dalam jalur hijau yang akan dilakukan penataan oleh pemerintah. “Kan sudah ada pendataan terkait jalur hijau,” katanya.

Untuk meminimalisasi kemungkinan musibah kebakaran terulang, dirinya akan melakukan pengecekan lingkungan permukiman di wilayah RT 2 Kelurahan Bugis. Sebab di lingkungannya tersebut, terdapat banyak rumah kontrakan maupun indekos, serta pembangunan rumah berbahan kayu yang sangat berdekatan. “Khususnya untuk masalah listrik, (penataan) kabel-kabel yang akan saya koordinasikan dengan PLN,” terangnya.

Selain dugaan karena ledakan tabung gas elpiji, juga beredar informasi bahwa musibah kebakaran di ‘Ujung Tanjung’ itu dikaitkan dengan rencana pemerintah melakukan penataan kawasan bantaran sungai yang masuk jalur hijau.

Sementara itu, Muhammad A, salah satu korban kebakaran juga tidak menampik, huniannya sejak kecil tersebut memang masuk kawasan hijau. Yang rencananya akan ditata pemerintah. Namun sejak awal dirinya mengaku tidak mempersoalkan rencana pemerintah tersebut, bahkan sudah bersedia jika harus direlokasi demi kepentingan pembangunan.

Tapi setelah terjadinya kebakaran, dirinya berharap masih bisa mendirikan bangunan di tanah milik orangtuanya itu. “Tapi kalau sesuai ganti ruginya, kami siap pindah. Tanah kami ada sertifikatnya kok,” katanya.

Dirinya mengharapkan, jika pemerintah ingin membantu korban dengan membangunkan hunian baru, disebutnya juga harus dilengkapi dengan fasilitas listrik dan airnya. “Kalau sesuai lokasinya, kami siap pindah,” sambungnya.

Ia menuturkan, sebelum terjadinya kebakaran, pihak pemerintah sudah melakukan sosialisasi mengenai rencana penataan kawasan bantaran sungai tersebut. Namun sosialisasi belum sampai pada pembahasan masalah ganti rugi rumah dan lahan milik warga. “Terakhir itu mungkin tahun 2017 lalu. Saya lupa, sudah lama sekali itu,” ucapnya.

Desas-desus tersebut, langsung dibantah Bupati Berau Muharram. Dijelaskannya, dugaan kebakaran tersebut murni karena kelalaian penghuni salah satu rumah kontrakan di lokasi tersebut. Tidak ada sangkut pautnya dengan rencana pemerintah melakukan pembukaan kawasan hijau.

Muharram juga memastikan, terkait rumah yang terbakar, akan mendapat kompensasi dari Pemkab Berau yang saat ini masih melakukan pendataan. “Bukan ganti rugi. Tetapi bersifat santunan. Kalau besarannya belum diketahui,” katanya kepada Berau Post kemarin.

Terkait adanya keinginan warga yang mau membangun kembali rumahnya di lokasi kebakaran, Muharram menyarankan agar tidak dilakukan. “Percuma jika dibangun kembali. Pasti jika dibuka untuk lahan hijau akan dibongkar juga,” katanya.

Muharram melanjutkan, dirinya sudah memerintahkan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, segera melakukan pengecekan ke lokasi kebakaran. Untuk melakukan survei kawasan mana saja yang masih bisa dipertahankan serta tidak bisa dipertahankan. (*/hmd/udi)

 


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 19:32

RDT Massal Masih Dibahas

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi mengatakan rencana…

Sabtu, 30 Mei 2020 19:31

Siapkan Aturan Wajib Gunakan Masker

PEMKAB Berau mewajibkan seluruh masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di…

Sabtu, 30 Mei 2020 19:30

Berau Menuju Tatanan Baru

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tengah mempersiapkan penerapan…

Sabtu, 30 Mei 2020 19:29

RDT Pemilik dan Karyawan Negatif

TANJUNG REDEB – Pesan berantai yang berisi imbau agar masyarakat…

Jumat, 29 Mei 2020 19:14

Insentif Tenaga Medis Covid-19 Masih Berproses

TANJUNG REDEB - Tenaga kesehatan (Nakes) menjadi garda terdepan dalam…

Jumat, 29 Mei 2020 19:11

Nabire Divonis 12 Tahun Penjara

TANJUNG REDEB – Terdakwa kasus penikaman istri siri hingga tewas,…

Jumat, 29 Mei 2020 19:10

Alat TCM Siap Dioperasikan

TANJUNG REDEB – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul…

Jumat, 29 Mei 2020 19:09

PCR Klinik Tirta Tunggu Izin

Alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Klinik Tirta Medical Center…

Kamis, 28 Mei 2020 15:23

cIngin Bentuk Taruna Tani agar Tak Memutus Regenerasi

Minat anak muda untuk menekuni dunia pertanian semakin kecil. Rata-rata…

Kamis, 28 Mei 2020 15:20

Hari Ini Sidang Tuntutan Perkara Prostitusi Online yang Melibatkan IRT

TANJUNG REDEB – Terdakwa Yeni Titian (YT), warga Sambaliung, akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers