MANAGED BY:
RABU
27 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 03 Maret 2020 17:02
Butuh Peralatan Sekolah, Wabup Tanggung Pengobatan Nani

Melihat Kondisi Korban Kebakaran ‘Ujung Tanjung’

PASTIKAN BANTUAN TERSALURKAN: Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengunjungi lokasi kebakaran di Gang Ancol, Tanjung Redeb, Senin (2/3) untuk melihat kebutuhan warga korban kebakaran. Wabup juga mengunjungi korban yang masih dirawat di rumah sakit.

PROKAL.CO, Sebanyak 17 rumah hangus terbakar. Ada 80 jiwa dari 12 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Sekarang, mereka membutuhkan uluran tangan setelah musibah kebakaran melanda “Ujung Tanjung”, Sabtu (29/2) sore itu.

Maulid Hidayat, Tanjung Redeb

Bantuan terus mengalir di posko bantuan yang didirikan di sekitar lokasi kebakaran. Tidak hanya dari pemerintah, bantuan juga datang dari pihak swasta, dan masyarakat.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, pada Senin (2/3) pukul 10.00 Wita, berada di lokasi kebakaran, Jalan Kapten Tendean, Tanjung Redeb. Ia ingin memastikan bahwa bantuan yang ada di posko segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan.

Di lokasi, wabup tampak memerhatikan setiap sudut yang terbakar. Ia pun berbincang-bincang dengan beberapa warga yang menjadi korban kebakaran, mengenai apa yang paling dibutuhkan saat ini. Tanpa aba-aba, warga kompak menjawab membutuhkan peralatan sekolah untuk anak-anak mereka.

“Bantuan yang ada di posko ini segera dibagikan kepada warga,” kata Agus.

Selain memastikan apa kebutuhan warga korban kebakaran, Agus juga memastikan bantuan tersebut tepat sasaran.

Setelah hampir dua jam berada di lokasi tersebut, Agus bergerak menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Tanjung Redeb. Kehadiran wabup di rumah sakit untuk melihat Nani, ibu heroik yang menyelamatkan kedua anaknya dari musibah kebakaran itu.

Wabup pun langsung menuju ke ruang Bougenville, kamar nomor 4. Tampak Nani (31) terbaring lemas tidak berdaya. Ia hanya bisa pasrah dengan kondisinya, yang mengalami patah tulang setelah melompat dari lantai dua kos-kosan untuk menyelamatkan diri dari amukan api.

Nani mengaku baru tiga hari tinggal di kos-kosan tersebut. “Jarak kamar saya hanya 5 pintu dari lokasi terbakar awal. Saya cium bau asap. Setelah keluar, saya lihat asap sudah pekat, api besar. Karena panik, saya langsung kabur,” jelasnya kepada Berau Post, kemarin (2/3).

Ia tampak tak kuasa menahan air matanya. Dengan tubuh masih bergetar, ia menceritakan kejadian memilukan yang nyaris merengut nyawa dirinya dan dua orang buah hatinya yang masih berusia 3 tahun dan 11 tahun.

“Waktu itu saya mau mandi itu. Mau lewat tangga sudah tertutup api. Tidak pikir panjang. Saya bawa lari anak saya. Saya turunkan lewat loteng. Ada warga yang sambut. Saya panik saat itu,” katanya.

Keputusannya tepat. Puluhan warga dengan sigap menyambut kedua anaknya. Ia pun menyusul melompat. Namun naas, posisi ia terjatuh tidak tepat. Punggungnya menghantam lantai semen dengan keras yang menyebabkan, tulang punggung patah.

“Saya sudah tidak pikir apa-apa. Yang penting selamatkan diri dan anak-anak. Semua surat-surat berharga saya dan suami terbakar semua,” katanya.

Ia hanya bisa terbaring pasrah di ranjang rumah sakit tersebut. Sesekali ia menghapus air matanya. Pengalaman ini tentu membuat ia trauma. Ia pun bingung dengan biaya pengobatan dirinya menjalani perawatan tersebut. “Saya tidak ada jaminan kesehatan apapun. Saya bingung mau bagaimana lagi sekarang,” ucapnya terisak.

Yang sedikit melegakan, kedua buah hatinya mendapat bantuan pakaian dari dokter di RSUD dr Abdul Rivai. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada dokter di rumah sakit. “Saya juga ucapkan terima kasih kepada Pak Agus Tantomo yang sudah datang dan menjenguk saya. Membawakan anak saya tas, serta peralatan sekolah,” ujarnya.

Wakil Bupati Agus Tantomo berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan Nani hingga sembuh. “Jika pemda tidak ada anggaran, saya pribadi yang menanggung biaya pengobatannya,” kata Agus.

Agus juga memastikan korban kebakaran segera dibuatkan identitas diri. Karena surat dan kartu kependudukan hangus terbakar. “Saya sudah minta Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) segera membuatkan identitas diri buat korban,” pungkasnya. (*/har)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Mei 2020 09:38

Salat Id di Rumah Saja

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau telah mengambil keputusan untuk…

Sabtu, 23 Mei 2020 09:30

Pintu Masuk Berau Tetap Dijaga

BUPATI Berau Muharram menegaskan, jelang Hari Raya Idulfitri penjagaan di…

Sabtu, 23 Mei 2020 09:29

Meski Waswas, Pasar Tetap Dikunjungi

TANJUNG REDEB – Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, namun masyarakat…

Jumat, 22 Mei 2020 11:29

Mau Lebaran Bandara Kalimarau Sepi Penumpang, Sepekan hanya Tiga Penerbangan

TANJUNG REDEB – Sejak diberlakukan pembatasan penumpang, aktivitas penerbangan di…

Jumat, 22 Mei 2020 11:24

BLT Tahap II Akhirnya Disalurkan

TANJUNG REDEB – Bantuan langsung tunai (BLT) tahap dua senilai…

Kamis, 21 Mei 2020 23:34

Mantan Kakam Divonis 2,6 Tahun

TANJUNG REDEB – Terdakwa kasus penerbitan izin kawasan hutan, Bajuri,…

Kamis, 21 Mei 2020 16:25

Ringankan Beban Petani, Bantu Bibit dan Pemasaran

Kabupaten Berau memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Dengan luasan…

Kamis, 21 Mei 2020 16:21

Kucurkan Rp 34 Miliar untuk BLT Tahap Dua

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau akan segera menyalurkan…

Kamis, 21 Mei 2020 16:15

Syukuran HUT Ke-8 Berau Post

TAK ada penyambutan tamu. Tak ada perayaan. Hanya ungkapan rasa…

Rabu, 20 Mei 2020 00:22

Objek Wisata di Berau Masih Ditutup, Lebaran Tetap di Rumah Saja

TANJUNG REDEB – Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat libur Lebaran, sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers