MANAGED BY:
MINGGU
29 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 04 April 2020 19:31
Kisah Sampar dan Covid-19
Oleh: drg Rustan Ambo Asse Sp.Pros

PROKAL.CO,

PANDEMI Covid-19 mengingatkan kita pada ulasan Albert Camus dalam novelnya yang berjudul “Sampar”. Kisah itu menggambarkan bagaimana kutu-kutu menumpang hidup sebagai parasit pada ribuan tikus mati secara tiba-tiba di sebuah kota kecil bernama Oran di Negara Prancis. Adalah dokter Bernard Rieux yang gelisah dan berjuang mati-matian melawan Pandemi Sampar itu merasakan sebuah tragedi pergulatan nurani, bagaimana satu kematian manusia pada awalnya menjadi bertambah secara eksponensial menjadi puluhan, ratusan hingga ribuan mayat setiap hari.

Dari Pandemi Sampar itu, kota kecil Oran menjadi kehilangan jati diri sebagai kota yang dinamis, penghuni kota yang pada awalnya tidak tahu, memandang remeh, hingga ratusan korban menyadarkan pemerintah setempat untuk karantina wilayah, dan akhir dari segalanya kota itu telah direnggut oleh pandemi menjadi  tragedi kehilangan orang-orang terkasih, keluarga dan keterasingan sebagai manusia.

Sampar dalam kisah yang dihadapi dokter Riuex menjadi kenyataan sejarah yang kini dihadapi oleh manusia-manusia modern. Pandemi Covid-19  yang awalnya dari Wuhan, kini menyebar ke 203 negara di dunia dengan jumlah  938.565 kasus. 47.303 meninggal dunia dan 195.397 sembuh. Data ini dirilis salah satu media nasional pada tanggal 2 April 2020.

Tentang COVID–19

Satgas Covid-19 Universitas Hasanuddin merilis artikel edukasi virus ini yang diantaranya  dijelaskan sebagai berikut; Novel Coronavirus atau juga dikenal sebagai Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan SARS-CoV2 yang termasuk dalam bagian keluarga besar Coronavirus. Virus Corona pertama kali ditemukan pada tahun 1966 oleh Tyrell dan Bynoe. Dan Covid-19 ditemukan pertama kali pada Desember 2019, di Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Tiongkok.

Berdasarkan bukti ilmiah, Covid-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui droplet (percikan liur saat batuk atau bersin), tidak melalui udara atau airborne. SARS-CoV2 memiliki afinitas reseptor yang tinggi, sehingga virus ini dapat menular dengan cepat. Virus ini perlu diwaspadai karena progresifitasnya yang tinggi untuk bertransmisi baik dari manusia ke manusia maupun dari benda yang tercemar ke manusia.   

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 09 Juli 2020 20:34

Kok Meningkat Drastis?

SAMBIL membaca dengan seksama inbox medsos pelanggan yang mengeluh tagihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers