MANAGED BY:
RABU
27 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 06 April 2020 18:20
Operasional Tambang Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Jaga Suplai Batu Bara ke PLTU agar Sistem Kelistrikan Tak Terganggu

CEK SUHU TUBUH: Setiap pekerja akan dicek suhu tubuhnya untuk memastikan kondisi kesehatannya, sebelum memasuki area tambang.

PROKAL.CO, Wabah Covid-19 menjadi momok yang dihadapi masyarakat di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, sudah lebih dari 1.790 jiwa dinyatakan positif terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut. Berbagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona yang begitu masif juga telah dilaksanakan. Pemerintah berupaya keras membatasi penyebaran virus dan menangani masyarakat yang terdampak Covid-19.

////////////////

Situasinya sulit. Karena berbagai aktivitas masyarakat sangat berisiko di tengah penyebaran wabah ini. Namun di sisi lain, industri strategis seperti tambang batu bara yang menjadi sumber bahan bakar untuk menghasilkan listrik bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati, juga harus dijaga pasokannya. Supaya suplai listrik yang dihasilkan pembangkit, bisa terus disuplai ke PLN untuk diteruskan ke masyarakat. Bukan itu saja, kebutuhan listrik juga harus terjaga ketersediannya, bagi operasional rumah sakit dan sektor medis lainnya, agar upaya penanganan pasien Covid-19 bisa maksimal. Di beberapa daerah penghasil batu bara, operasional pertambangan juga tetap berjalan.  

Untuk menjaga kelancaran operasional tambang, Kementerian ESDM telah menerbitkan Surat Direktur Teknik dan Lingkungan/Kepala Inspektur Tambang Nomor 797/37.04/DBT/2020 tanggal 12 Maret 2020 perihal Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 di Tempat Kerja. Juga ada Surat Edaran Nomor: 02.E/04/DJB/2020 tanggal 24 Maret 2020 Tentang Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Menjadi upaya untuk menjaga keselamatan dan kesehatan bagi pekerja tambang dari penyebaran Covid-19. Dengan menekankan prilaku hidup sehat, kampanye kesadaran penanggulangan Covid-19, dan upaya karantina bagi orang yang baru melakukan perjalanan dari daerah atau negara terjangkit Covid-19.

Berpedoman pada surat  Kementerian ESDM dalam pencegahan Covid-19, PT Berau Coal (BC) menjalankan protokol dan upaya untuk pencegahan penularan Covid-19 antara lain, dengan langkah preventif dengan mengeluarkan kesiapsiagaan penanggulangan Covid-19 di lingkungan operasional PT Berau Coal, sejak 16 Maret lalu.

Pada tahap awal, upaya pencegahan dilakukan dengan membangun kesadaran setiap orang di operasional tambang untuk sadar bahaya Covid-19. Penyebaran informasi dan sosialisasi secara masif telah dilakukan baik melalui email, pemasangan material komunikasi, dan melalui media sosial.

Program kampanye tersebut untuk membangun kesadaran dan pola hidup sehat, mendorong kebiasaan cuci tangan pakai sabun atau memakai sanitizer untuk sterilisasi. Serta mengurangi kontak tangan dengan hidung, mulut, mata, dan telinga yang menjadi pintu masuk virus ke tubuh. Kesadaran mengonsumsi makanan sehat dan olahraga teratur, terus didorong ke setiap orang, sehingga memiliki imunitas  atau kekebalan tubuh yang baik.

Upaya pencegahan juga dilakukan dengan penyediaan thermo gun untuk pemeriksaan suhu dan hand sanitizer ditempatkan di tempat-tempat strategis. Bagi pekerja yang suhu tubuhnya lebih dari 37,5 derajat, tidak diperkenankan untuk bekerja dan diharuskan memeriksakan diri ke klinik perusahaan.

Pararel dengan program tersebut, BC juga memberlakukan program social distancing setiap orang yang ada di wilayah operasional tambang. “Social distancing intinya memberikan jarak antara karyawan satu sama lain, memberikan jarak aman baik saat kerja maupun ketika di kendaraan menuju tempat kerja, larangan menerima tamu (kecuali izin khusus), memaksimalkan penggunaan teknologi sebagai pengganti kegiatan tatap muka, penyemprotan desinfektan di area kerja dan mes, karantina 14 hari bagi pekerja yang sakit atau datang dari luar, dan beberapa program yang lain”, ujar Feri Indrayana, Kepala Teknik Tambang PT Berau Coal.

“BC juga membangun sistem pelaporan dan respons terkait Covid-19 juga terbuka 24 jam. Jika ada pekerja yang sakit dapat segera melapor ke CCR melalui telepon atau WhatsApp atau SMS. Nantinya tim Emergency Response Group (ERG) akan berkoordinasi dengan dokter atau paramedis untuk melakukan pemeriksaan,” tambah Feri.

Selain penanggulangan internal, BC proaktif mendukung program Pemkab Berau dalam penanganan Covid-19 ini. Melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) BC, pada tahap awal fokus mendukung alat pelindung diri untuk petugas medis berupa masker, sarung tangan, baju medis, kaca mata, sepatu boot, disinfektan, keranda medis khusus Covid-19 dan rapid test untuk ODP dan PDP di RSUD dr Abdul Rivai.

“APD medis tersebut akan diserahkan ke RSUD Abdul Rivai dan tim medis yang lain, saat ini sedang dilakukan pengadaan secara bertahap, total anggarannya kurang lebih sekitar Rp 1 miliar,” ujar Arif Hadianto, Corporate Communications Manager PT Berau Coal.

Di tengah ancaman wabah virus Corona, kebijakan perusahaan saat ini mendorong langkah-langkah yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja, dengan tetap menjaga supaya operasional tambang tetap berjalan. Operasional tambang perlu dijaga karena saat ini menjadi salah satu motor  utama pemasok sumber energi dan penggerak ekonomi di Kabupaten Berau.

Data BPS 2018 menyebutkan 62,68 persen PDRB Kabupaten Berau tergantung pada aktivitas tambang. Total APBD Berau 2019 sejumlah Rp 2,4 triliun, 62 persen bergantung pada bagi hasil tambang, di mana digunakan untuk membiayai pembangunan di Kabupaten Berau dan juga pengeluaran rutin seperti gaji PNS. 

Di sisi lain, BC merupakan satu-satunya perusahaan yang menyuplai batu bara secara gratis ke PLTU Lati, yang menjadi sumber listrik utama di Kabupaten Berau. Konsistensi pasokan harus tetap dijaga agar pasokan listrik bagi masyarakat tetap berjalan dengan baik dan tidak mengganggu aktivitas perekonomian.

“Tambang batu bara adalah industri strategis, industri hulu, menjaga operasional tambang tetap berjalan dengan baik, berarti menjaga pasokan sumber daya energi ke PLTU supaya ketersediaan listrik konsisten terjaga dan memberikan manfaat bagi kita,” tambah Arif. (***/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Mei 2020 09:38

Salat Id di Rumah Saja

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau telah mengambil keputusan untuk…

Sabtu, 23 Mei 2020 09:30

Pintu Masuk Berau Tetap Dijaga

BUPATI Berau Muharram menegaskan, jelang Hari Raya Idulfitri penjagaan di…

Sabtu, 23 Mei 2020 09:29

Meski Waswas, Pasar Tetap Dikunjungi

TANJUNG REDEB – Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, namun masyarakat…

Jumat, 22 Mei 2020 11:29

Mau Lebaran Bandara Kalimarau Sepi Penumpang, Sepekan hanya Tiga Penerbangan

TANJUNG REDEB – Sejak diberlakukan pembatasan penumpang, aktivitas penerbangan di…

Jumat, 22 Mei 2020 11:24

BLT Tahap II Akhirnya Disalurkan

TANJUNG REDEB – Bantuan langsung tunai (BLT) tahap dua senilai…

Kamis, 21 Mei 2020 23:34

Mantan Kakam Divonis 2,6 Tahun

TANJUNG REDEB – Terdakwa kasus penerbitan izin kawasan hutan, Bajuri,…

Kamis, 21 Mei 2020 16:25

Ringankan Beban Petani, Bantu Bibit dan Pemasaran

Kabupaten Berau memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Dengan luasan…

Kamis, 21 Mei 2020 16:21

Kucurkan Rp 34 Miliar untuk BLT Tahap Dua

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau akan segera menyalurkan…

Kamis, 21 Mei 2020 16:15

Syukuran HUT Ke-8 Berau Post

TAK ada penyambutan tamu. Tak ada perayaan. Hanya ungkapan rasa…

Rabu, 20 Mei 2020 00:22

Objek Wisata di Berau Masih Ditutup, Lebaran Tetap di Rumah Saja

TANJUNG REDEB – Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat libur Lebaran, sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers