MANAGED BY:
JUMAT
27 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KALTIM | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 29 April 2020 19:41
Berau Memiliki Tiga Tari Tradisional

Hari Tari Internasional

Ilustrasi

HARI Tari Internasional diperingati setiap 29 April. Dikutip dari nationalgeographic.grid.id, dalam rangka memperingati Hari Tari sedunia ini, seluruh penjuru dunia menghadirkan pagelaran tari. Hari Tari Sedunia pertama kali dicanangkan oleh lembaga tari internasional Counseil Internasional de la Danse (CID).

Tujuannya, untuk mengajak masyarakat dunia berpartisipasi menampilkan tarian khas yang ada di setiap negara. Dikutip dari wikipedia.org, di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia.

Khusus di Kabupaten Berau, memiliki beragam tari-tarian yang secara turun-temurun dilestarikan masyarakat Bumi Batiwakkal. Seperti tari-tarian perpaduan tiga suku asli Berau, yakni, Banua, Bajau, dan Dayak (Babada).

Ada tiga tari tradisional yang sering ditampilkan di berbagai event. Yakni, Tarian Jepen khas Banua, Tarian Dalling khas Suku Bajau, dan Tarian Gong khas masyarakat Dayak.

Salah seorang penari Berau, Fany Maysaroh mengatakan, tarian khas Berau yakni Tari Jepen berdiri di Kabupaten Berau sejak 1998 silam. Tari ini selalu ditampilkan dalam berbagai acara, baik yang diselenggarakan pemerintah, swasta, maupun acara-acara pameran. “Sampai saat ini Tari Jepen sering ditampilkan pada hari-hari perayaan,” ujarnya, kemarin (28/4).

Sejak bergabung di salah satu sanggar pada 2012 lalu, sedikit banyaknya ia memahami tentang beberapa jenis dan gerakan tarian yang selalu ditampilkan di acara. Ia sedikit menerangkan, Tari Jepen (Melayu) untuk hentakan lebih dominan ke tangan, kaki, dan gerakan bebanir. “Karena saya mengikuti sanggar tari, jadi saya sedikit paham tentang perkembangan tarian yang selalu ditampilkan,” ungkapnya.

Sementara tarian Suku Bajau adalah Tari Dalling merupakan tarian tradisional yang telah dilestarikan oleh Suku Bajau secara turun-temurun. Tari ini berasal dari suku bangsa asli Kepulauan Sulu, Filipina Selatan, dan masuk di Kabupaten Berau melalui daerah pesisir Berau yaitu Pulau Derawan dan Maratua.  Sementara Tari Gong khas Suku Dayak alur tarian menceritakan tentang alam. “Dari tiga tari-tarian ini gerakan pasti berbeda, mulai dari hentakan hingga gerakannya,” kata Fany. (*/aky)


BACA JUGA

Jumat, 27 Januari 2023 01:41

Bupati Paparkan Potensi Wisata Berau

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Berau tiada henti-hentinya membangun jejaring guna…

Jumat, 27 Januari 2023 01:40

Olah TKP Terkendala Cuaca

TANJUNG REDEB - Hujan yang terjadi sepanjang hari kemarin (26/1)…

Kamis, 26 Januari 2023 16:03

Tidak Ada Kenaikan Iuran

TANJUNG REDEB – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan…

Kamis, 26 Januari 2023 16:02

Astuti Tiba di Berau

TANJUNG REDEB – Orangutan dari Manado berjenis kelamin betina yang…

Kamis, 26 Januari 2023 16:02

44,05 Gram Sabu Diblender

TANJUNG REDEB – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau musnahkan…

Kamis, 26 Januari 2023 15:57

Terima Laporan, Polisi Mulai Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim…

Rabu, 25 Januari 2023 01:33

Tinggalkan Kesan Baik, Terus Tingkatkan Sinergi

Pisah sambut Kepala KUPP Tanjung Redeb dari Hotman Siagian kepada…

Rabu, 25 Januari 2023 01:31

Dua Pelaku Terancam Pidana 15 Tahun

TANJUNG REDEB – Kasus pencabulan kembali diungkap jajaran Polres Berau,…

Rabu, 25 Januari 2023 01:30

Kebut Peningkatan Status Kampung Mapulu

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah berupaya meningkatkan…

Selasa, 24 Januari 2023 01:20

Terumbu Karang yang Rusak dan Mencari Ikan Tak Lagi Mudah

Bertarung ombak, bertaruh dengan cuaca, tapi hasil tak lagi seberapa.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers