MANAGED BY:
SELASA
02 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 01 Mei 2020 14:38
Sehari Kadang Empat sampai Lima Pembeli
MENUNGGU PEMBELI: Riris, salah seorang PKL saat menanti adanya pembeli di Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ahmad Yani mengaku mengalami penurunan omzet hingga 70%. Hal ini setelah diberlakukannya social distancing dan maraknya pasien positif Covid-19 di Berau.

Salah satu PKL, Samporno mengatakan, saat ini penjualannya tengah sepi, karena imbauan pemerintah yang meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.

Dagangannya yang buka dari pukul 17.00 Wita hingga 04.00 Wita. Hanya dikunjungi pembeli dengan rata-rata empat sampai lima orang dalam sehari. “Bahkan saya kadang tertidur karena sepinya pembeli,”  katanya saat ditemui Berau Post, Kamis (30/4).

Berkaca pada tahun sebelumnya, pria yang mengaku telah beberapa tahun menjadi PKL ini mengungkapkan, saat momentum Ramadan seperti sekarang, jumlah pembelinya cenderung mengalami peningkatan.

Kala itu, dalam sehari ia menyebut bisa saja mendapatkan pemasukan sampai Rp 1,5 juta dari berjualan. “Tetapi sekarang hanya dapat Rp 500 ribu. Bahkan terkadang hanya Rp 300 ribu saja semalam,” terang Samporno.

Kondisi saat inipun diakuinya cukup menyulitkan bagi PKL seperti dirinya. Apalagi beberapa waktu lalu, ia dan PKL yang ada di Jalan Ahmad Yani sempat diminta untuk tidak berjualan selama dua pekan.

Meski begitu, Samporno menerangkan tetap memilih berjualan di tengah kondisi sepi pembeli, agar ada pemasukan bagi keluarganya.

”Daripada tidak ngapa-ngapain. Lebih baik jualan saja, soalnya kalau tidak berjualan, mau dapat pemasukan dari mana,” imbuhnya

Hal serupa juga turut disampaikan salah seorang PKL lainnya, Riris. Wanita yang berusia 24 tahun ini juga mengakui terjadi penurunan pendapatan, dibandingkan sebelum munculnya wabah Covid-19.

“Dapat sekitaran Rp 500 ribu itu sudah paling banyak. Mau bagaimana lagi. Itu untuk kebutuhan sehari-hari sama kebutuhan anak,” singkatnya sembari menjaga anaknya yang masih balita. (*mnm/arp)

 


BACA JUGA

Rabu, 27 Mei 2020 19:16

Ayam Boiler Tembus Rp 40 Ribu

TANJUNG REDEB – Hari kedua Lebaran Idulfitri, harga ayam boiler…

Kamis, 21 Mei 2020 16:38

75 Ton Gula untuk Berau

TANJUNG REDEB – Jelang Hari Raya Idulfitri, Kabupaten Berau mendapat…

Senin, 18 Mei 2020 16:47

Harga Daging Ayam Naik Drastis

TELUK BAYUR - Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah tinggal sepekan…

Kamis, 14 Mei 2020 17:51

Perekonomian Pasti Kena Dampak Covid-19

TANJUNG REDEB – Wabah Covid- 19 di Kabupaten Berau diprediksi…

Kamis, 14 Mei 2020 17:49

Disperindagkop Data Ulang UMKM

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau…

Senin, 11 Mei 2020 15:55

Jelang Idul Fitri, Harga Sembako Stabil

TELUK BAYUR – Memasuki dua pekan jelang Idul Fitri 1441…

Kamis, 07 Mei 2020 15:52

Penjualan ATK Ikut Anjlok

TANJUNG REDEB – Penerapan belajar dari rumah berimbas pada usaha…

Senin, 04 Mei 2020 09:40

Bisnis Oleh-Oleh Ikut Terpuruk

TANJUNG REDEB – Sektor pariwisata jadi salah satu sektor yang…

Jumat, 01 Mei 2020 14:38

Sehari Kadang Empat sampai Lima Pembeli

TANJUNG REDEB – Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ahmad…

Selasa, 28 April 2020 20:05

Peternak Tunda Panen Ayam

SAMBALIUNG – Sektor peternakan ayam potong juga merasakan imbas pandemi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers