MANAGED BY:
KAMIS
02 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 03 Mei 2020 19:10
Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Keringanan Pembayaran Jamsostek Dunia Usaha

Bunyamin Najmi

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB - Badan Penyelenggara (BP) Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Cabang Berau menyadari bahwa kondisi pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap industri kerja. Kepala Kantor BP Jamsostek Cabang Berau, Bunyamin Najmi pun tak menampik bahwa terdapat perusahaan yang mengalami penurunan secara finansial akibat pandemi Covid-19 ini.

Karena itu, ia berharap pemerintah pusar bisa segera mengeluarkan kebijakan meringankan beban dunia usaha dalam menghadapi dampak ekonomi pandemi covid-19. “Seperti contoh ada perusahaan yang mengalami penurunan omzet karena pandemi Covid-19 ini. Maka perlu kebijakan keringanan pembayaran iuran program jaminan sosial,” kata Bunyamin, Sabtu (2/5).  “Tapi ini sudah di bahas di BP Jamsostek Pusat dan sudah disampaikan kepada Pemerintah Pusat,” lanjutnya.

Aturan ini kata dia nantinya yang akan mengatur secara teknis bagaimana pembayaran iuran bagi perusahaan atau dunia usaha yang terdampak Covid-19. “Saat ini kami hanya menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat yang nantinya dilanjutkan ke daerah,” katanya.

Dari informasi yang diterimanya, sejauh ini memang terdapat perusahaan yang mengeluhkan adanya pandemi Covid-19 ini. Bahkan sudah ada perusahaan dan dunia usaha yang merumahkan karyawannya. Kendati demikian, menurut Bunyamin, perusahaan tersebut tetap harus menjalankan iuran BP Jamsostek untuk karyawannya. Karena hal ini sebagai bentuk perlindungan kepada karyawan.

“Sejauh ini belum ada perusahaan skala besar binaan BP Jamsostek Berau yang melapor terdampak pandemi ini (Covid-19),” katanya.

Tetapi bagi dunia usaha yang bergerak di bidang koperasi simpan pinjam, itu sudah merasakan dampaknya. “Tapi untuk yang koperasi ini tidak ada yang kami berikan penangguhan pembayaran iuran. Karena langsung melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Alasan mereka melakukan PHK karena memang kesulitan untuk menarik tagihan. Selain kondisi ekonomi masyarakat menurun, terdapat beberapa kampung yang sudah menutup akses masuk, sehingga menyulitkan koperasi menagih,” pungkas Bunyamin. (*/oke/har)


BACA JUGA

Rabu, 01 Juli 2020 20:03

PMI Bergerak, Rp 45 Juta terkumpul Dua Hari

Muhammad Insanul Zaherud, bocah 8 tahun yang divonis menderita jantung…

Rabu, 01 Juli 2020 20:01

Objek Wisata Bakal Diverifikasi

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau akan memberlakukan pelonggaran di sektor…

Rabu, 01 Juli 2020 19:59

Usai Cuti Kerja, PCR Reaktif

TANJUNG REDEB – Pasien corona atau Covid-19 di Kabupaten Berau…

Rabu, 01 Juli 2020 19:57

17 Bulan Meteran Macet, Tagihan Mei-Juni Bengkak Mencapai Rp 5,7 Juta

TANJUNG REDEB – Hendra Setiawan, warga Mangga III Kecamatan Tanjung…

Rabu, 01 Juli 2020 19:55

Berstatus ASN, Kakam Gurimbang Dapat Izin Bupati

TANJUNG REDEB - Kepala Kampung Gurimbang, Edy Gunawan, yang menjabat…

Selasa, 30 Juni 2020 22:10

Pelaksanaan SKB CPNS Belum Jelas

TANJUNG REDEB - Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau…

Selasa, 30 Juni 2020 22:04

Serahkan Bantuan untuk Biaya Operasi

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengunjungi Muhammad…

Selasa, 30 Juni 2020 22:03

RSUD Masih Rawat 3 Pasien

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram kembali mengumumkan perkembangan penanganan…

Selasa, 30 Juni 2020 21:50

Penyebar Islam Berdarah Dua Kesultanan

Selain terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, Pulau Derawan ternyata…

Senin, 29 Juni 2020 15:51

Lima Terdakwa Kasus Sabu Terima Vonis Seumur Hidup

TANJUNG REDEB – Lima terdakwa perkara kepemilikan sabu-sabu 6 kilogram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers