MANAGED BY:
SABTU
23 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 03 Mei 2020 19:10
Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Keringanan Pembayaran Jamsostek Dunia Usaha

Bunyamin Najmi

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB - Badan Penyelenggara (BP) Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Cabang Berau menyadari bahwa kondisi pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap industri kerja. Kepala Kantor BP Jamsostek Cabang Berau, Bunyamin Najmi pun tak menampik bahwa terdapat perusahaan yang mengalami penurunan secara finansial akibat pandemi Covid-19 ini.

Karena itu, ia berharap pemerintah pusar bisa segera mengeluarkan kebijakan meringankan beban dunia usaha dalam menghadapi dampak ekonomi pandemi covid-19. “Seperti contoh ada perusahaan yang mengalami penurunan omzet karena pandemi Covid-19 ini. Maka perlu kebijakan keringanan pembayaran iuran program jaminan sosial,” kata Bunyamin, Sabtu (2/5).  “Tapi ini sudah di bahas di BP Jamsostek Pusat dan sudah disampaikan kepada Pemerintah Pusat,” lanjutnya.

Aturan ini kata dia nantinya yang akan mengatur secara teknis bagaimana pembayaran iuran bagi perusahaan atau dunia usaha yang terdampak Covid-19. “Saat ini kami hanya menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat yang nantinya dilanjutkan ke daerah,” katanya.

Dari informasi yang diterimanya, sejauh ini memang terdapat perusahaan yang mengeluhkan adanya pandemi Covid-19 ini. Bahkan sudah ada perusahaan dan dunia usaha yang merumahkan karyawannya. Kendati demikian, menurut Bunyamin, perusahaan tersebut tetap harus menjalankan iuran BP Jamsostek untuk karyawannya. Karena hal ini sebagai bentuk perlindungan kepada karyawan.

“Sejauh ini belum ada perusahaan skala besar binaan BP Jamsostek Berau yang melapor terdampak pandemi ini (Covid-19),” katanya.

Tetapi bagi dunia usaha yang bergerak di bidang koperasi simpan pinjam, itu sudah merasakan dampaknya. “Tapi untuk yang koperasi ini tidak ada yang kami berikan penangguhan pembayaran iuran. Karena langsung melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Alasan mereka melakukan PHK karena memang kesulitan untuk menarik tagihan. Selain kondisi ekonomi masyarakat menurun, terdapat beberapa kampung yang sudah menutup akses masuk, sehingga menyulitkan koperasi menagih,” pungkas Bunyamin. (*/oke/har)


BACA JUGA

Minggu, 29 November 2020 19:20

Dorong Kembangkan Ekonomi Kreatif

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengatakan, pandemi…

Minggu, 29 November 2020 19:19

Sayangkan Kampanye Isu SARA

TANJUNG REDEB – Tahapan kampanye Pilkada 2020 masih berjalan. Dua…

Minggu, 29 November 2020 19:18

Tambah Penerbangan Jelang Libur Nataru

TANJUNG REDEB – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Berau,…

Sabtu, 28 November 2020 20:41

Telusuri Sumber Penularan Berau 468

TANJUNG REDEB - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, hingga kini belum…

Sabtu, 28 November 2020 20:40

GAPU Kawal Dugaan Politik Uang

TANJUNG REDEB - Gerakan Anti Politik Uang (GAPU) Berau tegas…

Sabtu, 28 November 2020 20:38

Tingkatkan Kapasitas Pegawai, Hadirkan Trainer Teknologi Pikiran

TANJUNG REDEB - Jasa Raharja Samarinda terus berupaya meningkatkan layanan…

Jumat, 27 November 2020 21:26

Minta Bawaslu Tegas Kuasa Hukum Paslon 1 Beberkan Kronologi Laporan Dugaan Pelanggaran

TANJUNG REDEB – Tim kuasa hukum pasangan calon (Paslon) nomor…

Jumat, 27 November 2020 21:24

Pembangunan Turap, Tunggu Anggaran Membaik

TANJUNG REDEB – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membangun turap…

Kamis, 26 November 2020 20:02

Kapan Sadarnya Sih....!! Prokes Ada yang Dilanggar

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, melakukan…

Kamis, 26 November 2020 20:01

Beri Bantuan, Paslon 2 Dilaporkan

TANJUNG REDEB – Kuasa hukum pasangan calon (Paslon) bupati dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers