MANAGED BY:
RABU
25 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PEMERINTAHAN

Kamis, 25 Juni 2020 20:01
Surplus hingga Tiga Bulan
MASIH SURPLUS: Beberapa bahan pangan pokok mengalami surplus, salah satunya beras yang masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Dinas Pangan Kabupaten Berau rutin melakukan pemantauan stok bahan pangan pokok di Kabupaten Berau. Dari hasil pendataan yang dilakukan, dipastikan stok untuk beras mengalami surplus dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat untuk tiga bulan ke depan.

Kepala Bidang Ketersediaan Pangan, Edi Musfa menjelaskan, hasil pendataan stok dari masing-masing bahan pangan pokok masih cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk bulan Juni ini. Dengan jumlah penduduk mencapai 238,214 jiwa. Bahan pangan pokok ini diantaranya, beras mencapai 7,987 ton dengan kebutuhan masyarakat per bulan mencapai 2,028 ton.

Kemudian stok gula pasir 334 ton dengan kebutuhan per bulan 170 ton, minyak goreng 311 ton dengan kebutuhan masyarakat per bulan 208 ton, daging sapi yang mencapai 2,586 ton dengan jumlah kebutuhan sebulan 44 ton, daging ayam 1,815 ton dengan kebutuhan masyarakat sebulan mencapai 175 ton, cabai keriting 97 ton dengan jumlah kebutuhan masyarakat 71 ton, cabai rawit merah 121 ton dengan kebutuhan 62 ton, bawang putih 65 ton dengan jumlah kebutuhan 37 ton, telur ayam 377 ton dengan jumlah kebutuhan 79 ton dan jagung 1,492 ton dengan jumlah kebutuhan 394 ton.

“Jadi ada lima kebutuhan yang surplus yaitu beras untuk tiga bulan, jagung surplus tiga bulan, telur ayam surplus 4 bulan, daging ayam surplus 9 bulan serta daging sapi surplus hingga 19 bulan. Ini terus kami pantau setiap bulannya,” tuturnya.

Edi mengatakan, bahan pangan pokok lainnya masih belum dapat dipastikan ketersediaannya pada bulan depan. Karena sebagian besar kebutuhan ini merupakan pasokan dari luar daerah. “Seperti komoditi gula pasir yang langka pada bulan Maret lalu, karena pengiriman dari Surabaya tidak berjalan dengan lancar,” ucapnya.

“Hal ini disebabkan harga dasar gula pasir di pabrik Surabaya yang mengalami kenaikan karena melambatnya masa panen tebu akibat faktor cuaca sehinggaproduksi menurun,” sambungnya. (hms5/arp)

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 24 November 2020 22:09

Target Lolos PON 2024

TANJUNG REDEB - Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Olahraga Selam Seluruh…

Selasa, 24 November 2020 22:07

Pjs Bupati Serahkan Hadiah Lomba Hari Ikan

TANJUNG REDEB – Pada peringatan Hari Ikan Nasional ke-7 tahun…

Selasa, 24 November 2020 22:06

Dinkes Gelar Kursus Higiene Sanitasi Makanan

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau memberikan pelatihan…

Selasa, 24 November 2020 22:05

APBD 2021 Diprediksi Turun Rp 600 Miliar

TANJUNG REDEB – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten…

Minggu, 22 November 2020 19:52

Jalannya Bagus, Drainasenya Ngga Ada, Diusulkan Lagi Tahun Depan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus meningkatkan infrastruktur…

Minggu, 22 November 2020 19:51

Tekan Jumlah Pengangguran di Bumi Batiwakkal

TANJUNG REDEB – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau terus…

Minggu, 22 November 2020 19:51

Lakukan Perawatan hingga Perluas PJU

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perhubungan…

Jumat, 18 September 2020 19:37

Ingatkan Warga Agar Pakai Masker

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo turun langsung…

Jumat, 18 September 2020 19:36

Wabup Hadiri Derawan Rebound

TANJUNG REDEB - Direktorat Pengembangan Destinasi Regional II Deputi Bidang…

Jumat, 18 September 2020 19:35

Pariwisata Berau Masuk RPJMN 2020-2024

TANJUNG REDEB - Setelah berjuang beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers