MANAGED BY:
SABTU
19 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 30 Juni 2020 21:50
Penyebar Islam Berdarah Dua Kesultanan
MAKAM NISAN KUDA: Makam dengan nisan berbentuk kuda ini diketahui memiliki sejarah. Dari cerita Amiril Umrah, sejarawan di Pulau Derawan, yang dimakamkan adalah Ligadung Malawi, putra seorang sultan bergelar Pangeran Aji Kuning II. Ligadung Malawi juga memiliki keturunan Kesultanan Sulu dari ibunya Musa Balimbing.

Bertubinya bencana dan wabah penyakit yang terjadi, membuat Pemangku Kesultanan Sulu khawatir. Hingga akhirnya mendapat mimpi bahwa salah seorang tawanannya merupakan keturunan bangsawan. Setelah dilakukan penelusuran, ternyata Puan si Rambut Merah yang dimaksud dalam mimpi itu, karena masih keturunan dari Kesultanan Kuran – cikal bakal nama Berau.

“Selama menjadi tawanan, Puan si Rambut Merah menikah dengan Musa Balimbing yang juga masih keturunan Kesultanan Sulu. Dari perkawinannya itu, mereka dikaruniai seorang anak yang diberi nama Ligadung Malawi,”lanjut Pak Umrah.

Namun seiring berjalannya waktu, Kesultanan Sulu memulangkan Puan si Rambut Merah ke asalnya. Kepulangannya diantar Punggawa Sitaba dan Sitoke, pengawal Kesultanan Sulu. Namun Musa Balimbing dan anaknya Ligadung Malawi yang masih bayi, tidak ikut dan menetap di Kesultanan Sulu.

Ligadung Malawi pun tumbuh tanpa mengenal sosok ayahnya. Akhirnya saat bersekolah, Ligadung Malawi sering diejek temannya karena tumbuh tanpa kasih sayang ayahnya. Ligadung Malawi pun kerap bertanya kepada sang ibunda, Musa Balimbing, tentang keberadaan ayahnya.

Saat Ligadung Malawi beranjak dewasa, ibunya akhirnya memberitahukan sosok ayahnya. Yang merupakan keturunan sultan dari Kesultanan Kuran. “Mengetahui ayahnya dari Kesultanan Kuran, Ligadung Malawi langsung melakukan perjalanan menuju ke Berau (Kesultanan Kuran). Niatnya mencari sang ayahanda,” jelasnya.

Sesampainya di Kesultanan Kuran, Ligadung Malawi bertemu pamannya, Datu Maharaja Dinda. Ligadung Malawi diterima dengan baik oleh sang Sultan Datu Maharaja Dinda. Dia pun diberitahukan bahwa ayahnya Puan si Rambut Merah telah wafat. Kemudian, ia dibawa berziarah ke makam sang ayah di kawasan Tanah Kuning, Kalimantan Utara.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2020 19:52

Hasil Tes Kesehatan Tidak Menggugurkan Pencalonan

TANJUNG REDEB - Pemeriksaan kesehatan yang dijalani para bakal calon…

Kamis, 10 September 2020 19:51

Lion Air Buka Rute ke Kalimarau

TANJUNG REDEB – Pesawat Lion Air akhirnya resmi beroperasi di…

Kamis, 10 September 2020 19:48

Minta Paslon Patuhi Protap Kesehatan

TANJUNG REDEB - Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning, tegas…

Kamis, 10 September 2020 19:46

Bupati Berau Terkonfirmasi Covid-19

TANJUNG REDEB - Kabar mengejutkan datang dari Bupati Berau, Muharram.…

Rabu, 09 September 2020 20:17

Tambah 8 Kasus Konfirmasi

TANJUNG REDEB - Kasus terkonfirmasi virus corona (Covid-19) di Bumi…

Rabu, 09 September 2020 18:50

Dinkes Belum Terima Keluhan

TANJUNG REDEB - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan…

Rabu, 09 September 2020 18:47

Seri - Agus Diperiksa 8 Jam

TANJUNG REDEB - Setelah mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum…

Selasa, 08 September 2020 19:35

Satgas RT Perlu Regulasi

TANJUNG REDEB – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr…

Selasa, 08 September 2020 19:30

Sita 27,93 Gram Sabu dari Seorang Mekanik

TANJUNG REDEB- Seorang mekanik berinisial BAH terpaksa berurusan dengan pihak…

Selasa, 08 September 2020 19:29

Cegah Covid-19, Berlakukan Akses Satu Pintu

TANJUNG REDEB – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Berau terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers