MANAGED BY:
SABTU
19 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 30 Juni 2020 21:50
Penyebar Islam Berdarah Dua Kesultanan
MAKAM NISAN KUDA: Makam dengan nisan berbentuk kuda ini diketahui memiliki sejarah. Dari cerita Amiril Umrah, sejarawan di Pulau Derawan, yang dimakamkan adalah Ligadung Malawi, putra seorang sultan bergelar Pangeran Aji Kuning II. Ligadung Malawi juga memiliki keturunan Kesultanan Sulu dari ibunya Musa Balimbing.

“Nisan kuda itu terbuat dari batu Paddas diambil di Gusung Sanggalau, Pulau Derawan. Batu seukuran 4x3 meter itu diangkut menggunakan dua perahu oleh Litubud dan Lampe, keponakan dari Ligadung Malawi. Butuh waktu 3 hari untuk membuat nisan berbentuk kuda tersebut. Warga berinisiatif mengecat nisan tersebut dengan warna putih yang berarti suci,” jelasnya.

Letak makam yang memiliki lebar sekitar 1,5 meter dan panjang 2 meter itu tidak jauh dari rumah penduduk, tepatnya di Jalan SA Maulana, RT 4 Pulau Derawan. Di sekitar makam nisan kuda, ada beberapa makam lainnya yang menurut Pak Umrah, adalah makam dari keturunan Ligadung Malawi.

Setiap tahun, lanjut Umrah, warga Pulau Derawan melaksanakan doa bersama yang diberi nama Duattah atau doa arwah. Dalam kegiatan tersebut dipersiapkan beras, gula tebu, kunyit, dan kelapa. Kemudian dipimpin oleh pemuka agama untuk membacakan doa-doa. Ada juga beberapa warga yang memasak untuk santap bersama. Umrah menuturkan, kegiatan itu juga untuk memperkuat tali silaturahmi sesama warga, baik keturunan langsung Ligadung Malawi ataupun pendatang. “Setiap tahun rutin dilaksanakan itu,” pungkasnya.

DIUSULKAN SEBAGAI CAGAR BUDAYA

Sementara itu, Kepala Kampung Pulau Derawan, Bahri menuturkan, makam tersebut sudah ada sejak 1926. Namun baru diketahui secara luas sekitar tahun 1974, saat wisatawan mulai berdatangan ke Pulau Derawan. Meski warga setempat mengetahui keberadaannya, namun hanya segelintir yang mengetahui sejarahnya. Salah satunya Pak Umrah. “Informasinya anak dari sultan wafat dan dimakamkan di sini (Derawan, Red),” ujarnya.

Saat ini, pihaknya mengusulkan agar makam nisan kuda tersebut menjadi cagar budaya dan masuk situs sejarah. Sehingga sejarahnya bisa diketahui orang banyak dan jadi wisata religi ataupun sejarah. “Informasinya kan masih minim. Sedikit masyarakat yang tahu. Bahkan warga Pulau Derawan juga banyak yang tidak tahu sejarahnya,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2020 19:52

Hasil Tes Kesehatan Tidak Menggugurkan Pencalonan

TANJUNG REDEB - Pemeriksaan kesehatan yang dijalani para bakal calon…

Kamis, 10 September 2020 19:51

Lion Air Buka Rute ke Kalimarau

TANJUNG REDEB – Pesawat Lion Air akhirnya resmi beroperasi di…

Kamis, 10 September 2020 19:48

Minta Paslon Patuhi Protap Kesehatan

TANJUNG REDEB - Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning, tegas…

Kamis, 10 September 2020 19:46

Bupati Berau Terkonfirmasi Covid-19

TANJUNG REDEB - Kabar mengejutkan datang dari Bupati Berau, Muharram.…

Rabu, 09 September 2020 20:17

Tambah 8 Kasus Konfirmasi

TANJUNG REDEB - Kasus terkonfirmasi virus corona (Covid-19) di Bumi…

Rabu, 09 September 2020 18:50

Dinkes Belum Terima Keluhan

TANJUNG REDEB - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan…

Rabu, 09 September 2020 18:47

Seri - Agus Diperiksa 8 Jam

TANJUNG REDEB - Setelah mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum…

Selasa, 08 September 2020 19:35

Satgas RT Perlu Regulasi

TANJUNG REDEB – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr…

Selasa, 08 September 2020 19:30

Sita 27,93 Gram Sabu dari Seorang Mekanik

TANJUNG REDEB- Seorang mekanik berinisial BAH terpaksa berurusan dengan pihak…

Selasa, 08 September 2020 19:29

Cegah Covid-19, Berlakukan Akses Satu Pintu

TANJUNG REDEB – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Berau terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers