MANAGED BY:
KAMIS
03 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 30 Juni 2020 21:50
Penyebar Islam Berdarah Dua Kesultanan
MAKAM NISAN KUDA: Makam dengan nisan berbentuk kuda ini diketahui memiliki sejarah. Dari cerita Amiril Umrah, sejarawan di Pulau Derawan, yang dimakamkan adalah Ligadung Malawi, putra seorang sultan bergelar Pangeran Aji Kuning II. Ligadung Malawi juga memiliki keturunan Kesultanan Sulu dari ibunya Musa Balimbing.

Dari informasi warga setempat, tak sedikit wisatawan yang selalu menyempatkan diri mengunjungi makam nisan kuda ini. Tapi tak banyak yang mengetahui sejarah makam ini.

Berbekal informasi dari Retno, Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, awak media ini pun menemui Amiril Umrah, sejarawan yang juga tokoh masyarakat di Pulau Derawan.

Tak sulit untuk menemukan kediaman Amiril Umrah yang letaknya sekitar 150 meter dari dermaga kampung, di RT 02 Kampung Pulau Derawan. Kebetulan, pria yang usianya sudah menginjak 80 tahun itu tengah duduk santai di teras rumah kayu, bercat hijau miliknya. Dengan ramah, Amiril Umrah menerima awak media ini. Meskipun tidak lagi muda, namun pendengarannya masih baik. Setelah berbincang dan mengetahui maksud kedatangan media ini, dia tampak bersemangat bercerita awal mula keberadaan makam nisan kuda yang ada di kampungnya. “Itu bukan kuburan kuda, hanya batu nisannya berbentuk kuda. Itu makam Ligadung Malawi,” ujar Pak Umrah – sapaan akrabnya –menjawab pertanyaan media ini.

Lalu siapakah Ligadung Malawi yang dimakamkan dengan nisan berbentuk kuda? Mendapat pertanyaan itu, Pak Umrah lantas menjelaskan sejarah awal kedatangan Ligadung Malawi ke Pulau Derawan.

Kurang lebih 150 tahun silam, datanglah seorang anak sultan bernama Ligadung Malawi ke Pulau Derawan. Kedatangannya untuk mencari ayahnya, Dasar, seorang sultan yang bergelar Pangeran Aji Kuning II, saudara Datu Maharaja Dinda. “Pangeran Aji Kuning II akrab dipanggil Puan si Rambut Merah, karena memiliki rambut berwarna merah,” kata Pak Umrah.

Ia melanjutkan ceritanya. Pada masa kesultanan, Puan si Rambut Merah sempat ditawan perompak, kemudian dibawa ke Negeri Sulu Filipina. Selama ditawan, tidak ada satu orangpun yang tahu bahwa Puan si Rambut Merah merupakan keturunan sultan dari Kesultanan Kuran. Hingga suatu saat, Negeri Sulu kerap dilanda bencana gempa dan diserang wabah penyakit.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 29 November 2020 19:20

Dorong Kembangkan Ekonomi Kreatif

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengatakan, pandemi…

Minggu, 29 November 2020 19:19

Sayangkan Kampanye Isu SARA

TANJUNG REDEB – Tahapan kampanye Pilkada 2020 masih berjalan. Dua…

Minggu, 29 November 2020 19:18

Tambah Penerbangan Jelang Libur Nataru

TANJUNG REDEB – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Berau,…

Sabtu, 28 November 2020 20:41

Telusuri Sumber Penularan Berau 468

TANJUNG REDEB - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, hingga kini belum…

Sabtu, 28 November 2020 20:40

GAPU Kawal Dugaan Politik Uang

TANJUNG REDEB - Gerakan Anti Politik Uang (GAPU) Berau tegas…

Sabtu, 28 November 2020 20:38

Tingkatkan Kapasitas Pegawai, Hadirkan Trainer Teknologi Pikiran

TANJUNG REDEB - Jasa Raharja Samarinda terus berupaya meningkatkan layanan…

Jumat, 27 November 2020 21:26

Minta Bawaslu Tegas Kuasa Hukum Paslon 1 Beberkan Kronologi Laporan Dugaan Pelanggaran

TANJUNG REDEB – Tim kuasa hukum pasangan calon (Paslon) nomor…

Jumat, 27 November 2020 21:24

Pembangunan Turap, Tunggu Anggaran Membaik

TANJUNG REDEB – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membangun turap…

Kamis, 26 November 2020 20:02

Kapan Sadarnya Sih....!! Prokes Ada yang Dilanggar

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, melakukan…

Kamis, 26 November 2020 20:01

Beri Bantuan, Paslon 2 Dilaporkan

TANJUNG REDEB – Kuasa hukum pasangan calon (Paslon) bupati dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers