MANAGED BY:
JUMAT
07 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 04 Juli 2020 19:52
Penambahan Nilai Sesuai Juknis

Untuk Calon Peserta Didik dari Anak Guru

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Cabang Wilayah VI mengklaim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK sederajat yang dilakukan secara online berjalan lancar. Faktanya, di lapangan masih menuai kritik dari calon peserta didik. Salah satunya adalah sistem pemberian poin atau nilai tambahan untuk calon peserta didik yang merupakan anak guru atau tenaga kependidikan (GTK). Dengan adanya penambahan poin itu, membuat peserta didik lainnya merasa terancam tergeser dari penerimaan siswa di sekolah yang dituju.

Namun menurut Juanita Sari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cabang Wilayah VI, hal itu sudah diatur dalam petunjuk teknis (Juknis) Provinsi Nomor 421/2560/Disdikbud.I/2020 tentang Juknis PPDB Tahun Pelajaran 2020/2021. Dan keputusan Kadisdikbud Provinsi Kaltim Nomor 421/3023/Disdikbud.I/2020 tentang Perubahan Keputusan Kadisdikbud Provinsi Kaltim Nomor 421/2560/Disdikbud.I/2020 Pasal 11 ayat 2. Tambahan nilai lainnya yang diberikan pada pendaftar diatur dalam juknis Pasal 13 ayat 1 sampai ayat 14.

Dijelaskan Juanita, pemberian nilai tambahan itu karena orangtua siswa yang menjadi tenaga pengajar atau guru di sekolah memiliki tugas yang cukup banyak pada masa PPDB online berlangsung. “Memang untuk anak guru yang mau mendaftar masuk sekolah ada diberi nilai tambahan, tapi tidak banyak. Itu sudah ada aturannya. Bukan menambah begitu saja,” jelasnya. “Misal guru bersangkutan sudah sibuk mengurus siswa yang mendaftar, sedangkan untuk anaknya sendiri belum diurus oleh mereka, maka diberi poin tambahan itu,” lanjutnya.

Namun kata Juanita, saat ini tidak banyak anak guru yang menerima poin tambahan tersebut. Ditegaskannya tidak ada penambahan poin atau nilai tambahan kepada anak guru atau tenaga kerja tanpa aturan yang jelas. “Jadi masyarakat juga harus paham bahwa tidak mungkin kita berikan kalau memang tidak dibenarkan. Dan lagi poin yang diberikan tidak langsung membuat yang bersangkutan langsung lulus, karena poinnya hanya 100 saja,” tandasnya. (*/mrt/har)


BACA JUGA

Kamis, 06 Agustus 2020 19:59

Penerima Bantuan UMKM Direvisi

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau…

Kamis, 06 Agustus 2020 19:57

Sembilan Pasien Selesai Isolasi

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan Berau kembali merilis perkembangan kasus…

Kamis, 06 Agustus 2020 19:57

Siapkan Rumah Isolasi Mandiri

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi, mengatakan pasien…

Kamis, 06 Agustus 2020 19:56

Antisipasi Kolaps, Berau Coal Turunkan Volume Produksi

TANJUNG REDEB - Beberapa waktu lalu, perusahaan tambang terbesar di…

Rabu, 05 Agustus 2020 19:25

PBB Resmi Gabung Paslon Seri-Agus

TANJUNG REDEB – Partai Bulan Bintang (PBB) resmi mendukung pasangan…

Rabu, 05 Agustus 2020 19:19

Perketat Pengawasan Pelaku Cuti, BLT Tahap Tiga Ditarget Cair Pertengahan Agustus

TANJUNG REDEB – Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap tiga dari…

Rabu, 05 Agustus 2020 19:17

Tambah Enam Kasus dari Kontak Erat

TANJUNG REDEB - Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Berau terus…

Selasa, 04 Agustus 2020 20:25

Dana BOS Bisa untuk Kuota Internet

TANJUNG REDEB – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, memastikan…

Selasa, 04 Agustus 2020 19:58

Satu Sembuh, 9 Pasien Masih Perawatan

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau mengumumkan seorang pasien…

Selasa, 04 Agustus 2020 19:51

Amankan Ratusan Botol Miras dan Dua Pelaku

TANJUNG REDEB - Polres Berau merilis pengungkapan peredaran minuman keras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers