MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Kamis, 09 Juli 2020 20:34
Kok Meningkat Drastis?
Oleh: Saipul Rahman

SAMBIL membaca dengan seksama inbox medsos pelanggan yang mengeluh tagihan rekening  air, saya sempat melirik jam di layar telepon yang menunjukkan pukul  23.22 Wita.  Cukup larut malam untuk saling balas chatting keluhan pelanggan.

Mungkin ini menggambarkan tentang kegelisahan sebagian pelanggan Perumda Air Minum Batiwakkal, yang merasa lonjakan tagihan yang mengagetkan bagai petir di siang bolong. Kenaikan yang tiba-tiba ini mungkin membuat sebagian pelanggan terpikir terus sampai larut malam karena merasa belum mendapat jawaban atas lonjakan ini.

"Wah tinggi sekali. Apakah menggunakan tandon untuk penampung air bu?" jawab saya sambil mencoba berempati dan menyelami kondisi kebatinan pelanggan meski saya belum kenal. Mulailah sang pelanggan menjelaskan secara detail dan runut. Kesimpulan kesementara, beliau ini mengalami kebocoran dan ditambah lagi adanya penaksiran tagihan rekening selama 2 bulan pada awal pandemi Covid-19.

Selama masa pandemi, khususnya di akhir Maret, memang ada diskusi teman-teman PDAM lain di seluruh Indonesia untuk tidak melakukan pencatatan karena mengikuti anjuran pemerintah untuk bekerja dari rumah. Bagi saya selaku pimpinan, keselamatan dan kesehatan pegawai merupakan prioritas utama. Kondisinya saat itu memang luar biasa. Bukan hanya pekerjaan saja yang terhalang, ibadah yang terhitung wajib saja seperti salat Jumat ditiadakan termasuk ibadah agama lainnya.

Memang ada inisiatif PDAM Kota Malang atau Kota Depok misalnya yang meminta pelanggan yang melakukan pencatatan mandiri dengan mengirimkan foto water meter melalui aplikasi WhatsApp. Tapi kami pikir waktu itu hal ini akan memberatkan masyarakat.

Ketika era new normal, semua kembali bekerja dengan normal baru termasuk para pencatat meter air yang mulai bertugas pada tanggal 1-20 Juni 2020. Pencatatanpun dilakukan dengan angka yang terakumulasi 3 bulan dikurangi angka penaksiran selama pemakaian April-Mei.

Angka penaksiran diambil berdasar pemakaian sebelum masa Covid-19. Akibatnya banyak pelanggan yang mengeluh lonjakan tagihan rekening bulan Juni yang dibayar bulan Juli. Ada 1021 pelanggan (4,4 persen dari 23.319 SR) kelas rumah tangga  yang mengalami kenaikan pemakaian lebih dari 2 kali lipat dari pemakaian normal.

Memang tidak semua yang naik drastis, sebagian malah ada yang turun karena memang pemakaiannya rendah. Cuma mungkin yang terekspos di media sosial justru yang 4,4 persen ini sedangkan lainnya silent majority. Saya sendiri sempat bantu cek langsung beberapa pelanggan yang jauh menurun pembayaran rekeningnya karena pemakaiannya memang lebih rendah.

Secara keseluruhan, distribusi air ke pelanggan yang tercatat di water meter induk  Perumda Batiwakkal selama pandemi Covid-19  (April-Juni) meningkat sekitar 13 persen dibandingkan angka distribusi Januari- Maret.

Memang sejak masa Covid-19 penggunaan air meningkat karena kita sering mencuci tangan, mencuci baju dan berbagai aktivitas yang kita lakukan terkait antisipasi Covid-19.  Jadi secara teknis memang pemakaian air pelanggan lebih tinggi di masa Covid-19 ini dan ini bisa dibuktikan dari water meter pelanggan, dan water meter induk yang ada di instalasi Perumda Batiwakkal yang sama-sama menunjukkan peningkatan. Jika ada yang tidak puas, pelanggan dapat memeriksa water meter masing-masing untuk menjadi patokan.

Lalu bagaimana kebijakan yang kita ambil untuk kasus lonjakan tagihan air ini? Bagi pelanggan yang ingin menyampaikan keluhan silahkan datang langsung ke kantor Perumda Batiwakkal di Jalan Raja Alam 1 KM 5, atau dapat melalui kontak telepon, WhatsApp 0813-4632-0101 dan 0813-5260-3900, Facebook dan Instagram dengan membawa atau mengirimkan foto water meter.

Water meter pelanggan inilah yang menjadi rujukan bersama bagi pelanggan dan petugas Perumda. Jika ada ketidakcocokan dengan kondisi yang sebenarnya maka Perumda siap untuk melakukan perubahan.

Jika angka water meter sesuai dengan pemakaian maka pembayaran bulan Juli 2020 dapat diubah menjadi 50 persen dari tagihan seharusnya. Adapun sisa 50 persennya lagi dibayar selama 5 bulan (10 persen tiap bulan) sampai Desember 2020. Jadi jika keluhannya adalah tertumpuknya tagihan 3 bulan dalam 1 kali pembayaran maka untuk solusinya kita kompensasi dengan pembayaran yang terbagi ke 6 bulan.

Semoga ini cukup membantu pelanggan. Tapi jika para pelanggan merasa mampu membayar karena ingin membantu Perumda Batiwakkal yang penerimaannya menurun sekitar 30 persen akibat Covid-19 maka kami persilahkan mencicil lebih singkat atau tidak perlu mencicil.

Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau yang sebelum Perda nomor 2 tahun 2020 masih bernama PDAM Tirta Segah ini merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tujuan pendirianya bukan sekadar mencari keuntungan, tapi lebih menitikberatkan pada aspek sosial untuk dapat melayani masyarakat.

Paling tidak ini tergambar dari hasil evaluasi kinerja Badan Pengawasan Keungan dan Pembangunan (BPKP) tahun 2019 yang masih sedang difinalisasi ternyata hanya 1 persen. Salah satu penyebabnya adalah ekspansi perluasan pelanggan yang cukup signifikan terutama di wilayah pedesaan pada tahun 2019 yang cukup menggerus biaya cukup besar.

Selain itu memang tarif PDAM belum naik sejak 2011, padahal tingkat inflasi cukup tinggi untuk wilayah yang berkembang cepat seperti Berau. Sebagai perbandingan tarif rata -rata  per M3 berdasarkan evaluasi kinerja BPKP tahun 2019, Rp 4.527 di Kabupaten Berau dibandingkan dengan Kutai Timur Rp 7.845 dan Balikpapan Rp 9.797 per m3. Kondisi ini dapat menggambarkan semangat Perumda Batiwakkal untuk memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan dan tidak berfokus pada mencari laba yang sebanyaknya.

Jadi sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf jika ada lonjakan tagihan. Selanjutnya jika ada pertanyaan lebih detail dipersilakan untuk datang ke kantor Perumda Batiwakkal. Terima kasih atas dukungan semua pihak kepada Perumda Batiwakkal dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Berau. Semoga kita semua diberikan kesehatan dalam menghadapi pandemi ini dan tetap semangat membangun Kabupaten Berau.

*) Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal


BACA JUGA

Senin, 23 Agustus 2021 11:32
Oleh: Dr. Leila Mona Ganiem

Tanggung Jawab Sosial Pemuda Indonesia

‘Pemuda hari ini, Pemimpin masa depan’ Kalimat ini benar, tetapi…

Jumat, 20 Agustus 2021 19:58

Konter Naratif Media Sosial dan Bela Negara

SELAMA pandemi Covid-19 menyebar dan menghancurkan seluruh aspek hidup masyarakat…

Rabu, 18 Agustus 2021 11:28

Konter Naratif Media Sosial dan Bela Negara

Selama pandemi Covid-19 menyebar dan menghancurkan seluruh aspek hidup masyarakat…

Sabtu, 26 Juni 2021 20:12

Jalan Terjal Makmur HAPK

SUDAH hampir dua pekan imajinasi dan nurani publik Kaltim khususnya…

Selasa, 25 Mei 2021 20:17

Sinergi Wujudkan DJPb HAnDAL

SERING sekali kita mendengar kata “sinergi” dalam aktivitas sehari-hari, saat…

Selasa, 30 Maret 2021 20:01

Kartu Kredit Pemerintah: Antara Harapan dan Tantangan

“Jika kamu ingin dunia berubah, jadilah perubahan itu sendiri.” (Mahatma…

Minggu, 28 Maret 2021 20:05

Etika Komunikasi

PENENTU kebijakan adalah, dia yang memiliki kuasa atas apa yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers