MANAGED BY:
SABTU
23 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Jumat, 10 Juli 2020 20:14
Guru Swasta Layak Terima BLT

Ikut Terdampak Pandemi Covid-19

PERHATIKAN GURU SWASTA: Selama masa pandemi, anak-anak sekolah belajar dari rumah. Kondisi itu dianggap memberi pengaruh terhadap pendapatan guru-guru swasta.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB - Beberapa bulan terakhir, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, harus dilakukan jarak jauh dari rumah, karena pandemi Covid-19.

Namun menurut Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Syadiah, KBM jarak jauh dianggap sangat berdampak pada penghasilan beberapa guru-guru sekolah swasta. Terkhusus untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Sebab dari laporan yang diterimanya, tidak adanya KBM di sekolah dan situasi pandemi berkepanjangan, membuat banyak orangtua siswa yang tidak bisa membayar iuran sekolah anaknya. Imbasnya, guru-guru di sekolah swasta tak bisa menerima gaji, karena pihak sekolah juga kekurangan pemasukan karena macetnya pembayaran iuran siswa tersebut.

Untuk itu, perempuan yang akrab disapa Sari ini mengatakan, bahwa guru-guru sekolah swasta yang selama ini mendapatkan gaji dari pembayaran iuran sekolah dari siswa, layak masuk dalam daftar penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah.

"Selama ini kita fokus ke UMKM dan orang-orang kurang mampu, tapi kita lupa bahwa guru swasta ini juga sangat terdampak. Sejak diberlakukan sistem belajar dari rumah, banyak orangtua yang tidak mau lagi bayar SPP. Akhirnya guru-guru ini yang menjadi korban, kehilangan penghasilan. Mau mengadu juga mereka malu, padahal mereka ini berhak dapat BLT juga," ujarnya kepada Berau Post, Kamis (9/7).

Dikatakan Sari, sudah ada sekitar 200 guru swasta yang mendaftarkan diri sebagai penerima BLT yang telah disetujui Bupati Berau Muharram.

"Kalau memang guru yang bersangkutan layak menerima bantuan, maka mereka memang harus masuk dalam daftar penerima. Tapi kalau misalkan dia masih ada suami yang bekerja sebagai PNS, bisa dipertimbangkan. Kecuali yang memang suaminya, misalkan hanya buruh, ini wajib," ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 09 Desember 2020 21:06

Pemkab Harus Terpacu Gali PAD

TANJUNG REDEB – Rendahnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)…

Kamis, 27 Agustus 2020 19:51

Cegah Perluasan Klaster Gang Jeruk

TANJUNG REDEB - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Berau kembali…

Kamis, 27 Agustus 2020 19:49

Ketua DPRD Berau Terima Penghargaan ILPA

TANJUNG REDEB - Ketua DPRD Berau, Madri Pani, menerima penghargaan…

Rabu, 26 Agustus 2020 18:46

Masyarakat Harus Jujur

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua II DPRD Berau, Ahmad Rifai,…

Rabu, 26 Agustus 2020 18:43

Perhatikan Sarana dan Prasarana Atlet

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau Rahman, meminta Komite Olahraga…

Selasa, 18 Agustus 2020 19:46

Minta Pelaku Perjalanan Taat

  TANJUNG REDEB – Anggota Komisi I DPRD Berau Peri…

Selasa, 18 Agustus 2020 19:45

Ajak Pemuda Lebih Memacu Diri

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, ajak masyarakat…

Rabu, 12 Agustus 2020 20:52

Optimalkan Pendapatan Daerah

TANJUNG REDEB - Bantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau optimalkan pendapatan,…

Rabu, 12 Agustus 2020 20:50

Selektif Menerima Wisatawan

TANJUNG REDEB - Ketua DPRD Berau, Madri Pani, ingatkan agar…

Selasa, 11 Agustus 2020 20:00

Irigasi Baik, Sektor Pertanian Bakal Maju

TANJUNG REDEB- Sektor pertanian dinilai anggota Komisi I DPRD Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers