MANAGED BY:
JUMAT
07 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Jumat, 10 Juli 2020 20:14
Guru Swasta Layak Terima BLT

Ikut Terdampak Pandemi Covid-19

PERHATIKAN GURU SWASTA: Selama masa pandemi, anak-anak sekolah belajar dari rumah. Kondisi itu dianggap memberi pengaruh terhadap pendapatan guru-guru swasta.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB - Beberapa bulan terakhir, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, harus dilakukan jarak jauh dari rumah, karena pandemi Covid-19.

Namun menurut Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Syadiah, KBM jarak jauh dianggap sangat berdampak pada penghasilan beberapa guru-guru sekolah swasta. Terkhusus untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Sebab dari laporan yang diterimanya, tidak adanya KBM di sekolah dan situasi pandemi berkepanjangan, membuat banyak orangtua siswa yang tidak bisa membayar iuran sekolah anaknya. Imbasnya, guru-guru di sekolah swasta tak bisa menerima gaji, karena pihak sekolah juga kekurangan pemasukan karena macetnya pembayaran iuran siswa tersebut.

Untuk itu, perempuan yang akrab disapa Sari ini mengatakan, bahwa guru-guru sekolah swasta yang selama ini mendapatkan gaji dari pembayaran iuran sekolah dari siswa, layak masuk dalam daftar penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah.

"Selama ini kita fokus ke UMKM dan orang-orang kurang mampu, tapi kita lupa bahwa guru swasta ini juga sangat terdampak. Sejak diberlakukan sistem belajar dari rumah, banyak orangtua yang tidak mau lagi bayar SPP. Akhirnya guru-guru ini yang menjadi korban, kehilangan penghasilan. Mau mengadu juga mereka malu, padahal mereka ini berhak dapat BLT juga," ujarnya kepada Berau Post, Kamis (9/7).

Dikatakan Sari, sudah ada sekitar 200 guru swasta yang mendaftarkan diri sebagai penerima BLT yang telah disetujui Bupati Berau Muharram.

"Kalau memang guru yang bersangkutan layak menerima bantuan, maka mereka memang harus masuk dalam daftar penerima. Tapi kalau misalkan dia masih ada suami yang bekerja sebagai PNS, bisa dipertimbangkan. Kecuali yang memang suaminya, misalkan hanya buruh, ini wajib," ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 06 Agustus 2020 20:01

Bantu Sosialisasikan Perpres 64/2020

TANJUNG REDEB - Untuk menyosialisasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64…

Kamis, 06 Agustus 2020 20:00

Berharap Tak Ada Lagi yang Mangkir

TANJUNG REDEB - DPRD Berau mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

Selasa, 04 Agustus 2020 20:06

Dorong Kemajuan Bidang Olahraga

TANJUNG REDEB – Bidang olahraga menjadi satu yang turut menjadi…

Selasa, 04 Agustus 2020 20:05

Percepat Pengembangan Ekonomi

TANJUNG REDEB - Anggota Komisi I DPRD Berau, Ratna, minta…

Sabtu, 01 Agustus 2020 20:02

Tingkatkan Kualitas Pendidikan

TANJUNG REDEB - Anggota Komisi I DPRD Berau, Ratna, menyebut…

Sabtu, 01 Agustus 2020 20:01

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan saat Berkurban

TANJUNG REDEB – Perayaan Hari Raya Iduladha 1441 H yang…

Rabu, 29 Juli 2020 20:31

Segera Selesaikan Persoalan Tapal Batas

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III DPRD Berau, Falentinus Keo…

Rabu, 29 Juli 2020 20:30

Awasi Penerapan Tera Ulang

TANJUNG REDEB - DPRD Berau menggelar rapat paripurna penyampaian pandangan…

Selasa, 28 Juli 2020 20:10

Gali Potensi Pajak dan Retribusi Baru

TANJUNG REDEB – Selain menyetujui pengesahan tiga rancangan peraturan daerah…

Selasa, 28 Juli 2020 20:04

Seluruh Fraksi Setuju

TANJUNG REDEB - DPRD Berau kembali menggelar rapat paripurna, terkait…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers