MANAGED BY:
RABU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 29 Juli 2020 20:23
Pemkab Didesak Tertibkan Pasar ‘Liar’

Sepi Pengunjung, Pedagang Sulit Bayar Retribusi Lapak

PASAR LIAR: Salah satu kawasan di wilayah Tanjung Redeb yang ditempati berdagang dan dianggap sebagai pasar ‘liar’ oleh kelompok pedagang Pasar Sanggam Adji Dilayas.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Keberadaan sejumlah pasar ‘liar’ di wilayah Tanjung Redeb, kembali dikeluhkan oleh kelompok pedagang Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD). Mereka merasa dirugikan, sebab keberadaan pasar ‘liar’ di sejumlah lokasi membuat Pasar SAD sepi pengunjung.

Karena itu, puluhan kelompok pedagang Pasar SAD kembali meminta realisasi penertiban pasar ‘liar’ yang hingga saat ini belum direspons pemerintah kabupaten. Karena dampak dari sepinya pengunjung, membuat mereka kesulitan membayar tunggakan retribusi yang dibebankan.

Ketua Umum Kelompok Pedagang Pasar SAD, Bambang Hariady mengatakan, hingga saat ini permohonan penertiban pasar ‘liar’ belum ada respons dan realisasinya dari pemerintah kabupaten. Padahal, pihaknya telah bersurat kepada bupati Berau yang ditembuskan ke pihak-pihak terkait. Seperti Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Satpol PP, dan UPTD Pasar SAD. Dalam surat dengan Nomor 02, Juli 2020, perihal Penerbitan Pedagang Liar yang Ada di Seputaran Kecamatan Tanjung Redeb.

“Persoalan ini sudah berkarat. Sampai sekarang belum ada realisasi. Belum ada respons apapun. Kasihan pedagang kami di Pasar Sanggam Adji Dilayas,” kata Bambang, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, dikatakannya, persoalan ini juga sudah disampaikan ke DPRD Berau guna mencarikan solusinya. Beberapa kali pertemuan sudah dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut. Namun belum juga ada titik terang. 

Karena itu, menurut Bambang seluruh kelompok pedagang di Pasar Sanggam Adji Dilayas meminta sekiranya diizinkan untuk berdagang ataupun berjualan di jalan-jalan, rumah-rumah dan sarana umum lainnya yang dianggap dekat dengan konsumen mereka. “Apakah kami harus turun ke jalan semua? Karena selama ini juga belum ada penertiban atau teguran dari instansi pemerintah untuk menertibkan pasar liar. Padahal ada Undang-Undang soal PKL, kenapa tidak dipakai?” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2020 19:52

Hasil Tes Kesehatan Tidak Menggugurkan Pencalonan

TANJUNG REDEB - Pemeriksaan kesehatan yang dijalani para bakal calon…

Kamis, 10 September 2020 19:51

Lion Air Buka Rute ke Kalimarau

TANJUNG REDEB – Pesawat Lion Air akhirnya resmi beroperasi di…

Kamis, 10 September 2020 19:48

Minta Paslon Patuhi Protap Kesehatan

TANJUNG REDEB - Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning, tegas…

Kamis, 10 September 2020 19:46

Bupati Berau Terkonfirmasi Covid-19

TANJUNG REDEB - Kabar mengejutkan datang dari Bupati Berau, Muharram.…

Rabu, 09 September 2020 20:17

Tambah 8 Kasus Konfirmasi

TANJUNG REDEB - Kasus terkonfirmasi virus corona (Covid-19) di Bumi…

Rabu, 09 September 2020 18:50

Dinkes Belum Terima Keluhan

TANJUNG REDEB - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan…

Rabu, 09 September 2020 18:47

Seri - Agus Diperiksa 8 Jam

TANJUNG REDEB - Setelah mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum…

Selasa, 08 September 2020 19:35

Satgas RT Perlu Regulasi

TANJUNG REDEB – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr…

Selasa, 08 September 2020 19:30

Sita 27,93 Gram Sabu dari Seorang Mekanik

TANJUNG REDEB- Seorang mekanik berinisial BAH terpaksa berurusan dengan pihak…

Selasa, 08 September 2020 19:29

Cegah Covid-19, Berlakukan Akses Satu Pintu

TANJUNG REDEB – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Berau terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers