MANAGED BY:
SELASA
20 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 03 September 2020 19:41
Kejaksaan Hentikan Tuntutan

Berikan Keadilan Restoratif pada Pelaku Penadah

HENTIKAN TUNTUTAN: Kajari Berau Jufri, didampingi Kepala Seksi Intelijen Ryan Permana, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jakaria, merilis penghentian penuntutan terhadap Bahar, pelaku penadah pencurian handphone, kemarin.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau menghentikan tuntutannya terhadap Bahar (53), warga Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur, yang terlibat kasus pencurian sebagai penadah.

Kepala Kejaksaan Negeri Berau Jufri mengatakan, penghentian tuntutan itu berdasarkan keadilan restoratif. Disebutnya, keadilan restoratif merupakan penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku maupun keluarga korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil,  dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan.

“Bentuk keadilan restoratif ini sifatnya sama dengan diversi (anak yang berhadapan dengan hukum). Hanya bedanya keadilan restoratif ini terhadap masyarakat yang dewasa,” ujarnya.

Dijelaskan Jufri, dalam peraturan kejaksaan boleh melakukan penghentian penuntutan jika perkara tersebut diancam tidak lebih dari lima tahun penjara, kemudian kerugian tidak lebih dari Rp 2,5 juta, lalu pelaku bukan residivis (baru pertama kali melakukan tindak pidana). Dan paling terpenting adanya persetujuan dari pihak korban.    

“Dalam prosesnya, perbuatan Bahar telah dimaafkan oleh pihak korban. Yang juga merupakan satu kampung dengan pak Bahar. Bahkan juga mendukung jika perkara ini dihentikan demi hukum. Itu juga dibuktikan adanya surat perdamaian antara korban dan pelaku (Bahar),” bebernya.

Lanjut Jufri, semua proses ini sudah diajukan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati). Itu sesuai Peraturan Nomor 15 Tahun 2020, dimana proses yang dilaksanakan harus persetujuan dari Kepala Kejaksaan Tinggi. “Alhamdulillah usul kita untuk penghentian penuntutan perkara ini disetujui,” katanya. “Kemungkinan ini yang pertama di Kaltim yang dilakukan oleh Kejaksaan Berau dalam  memberikan keadilan restoratif kepada pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” sambungnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 19 Oktober 2020 20:47

Pelantikan Tunggu Aturan Mendagri

TANJUNG REDEB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) telah mengajukan…

Senin, 19 Oktober 2020 20:46

Di Kabupaten Ini, Belajar Tatap Muka Belum Diterapkan

TANJUNG REDEB - Penyebaran kasus Covid-19 di Bumi Batiwakkal beberapa…

Senin, 19 Oktober 2020 20:32

38 Kampung Masuk Zona IKP

TANJUNG REDEB - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Berau mendata 38…

Senin, 19 Oktober 2020 20:25

WAH GAWAT..!! Air Laut Naik ke Daratan Pulau Derawan

TANJUNG REDEB - Air laut pasang hingga ke daratan terjadi…

Minggu, 18 Oktober 2020 20:09

Seribu Data Tak Bisa Dikonfirmasi, Pastikan Pencairan Subsidi Upah Tahap 5 Akhir Oktober

TANJUNG REDEB – Penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) senilai Rp…

Minggu, 18 Oktober 2020 20:05

Dorong Lulusan Stiper Ciptakan Lapangan Kerja

TANJUNG REDEB - Pertanian menjadi salah satu sektor yang diunggulkan…

Minggu, 18 Oktober 2020 20:04

Anggap Pencemaran Nama Baik

TANJUNG REDEB – Tudingan memberikan iming-iming sejumlah uang dan barang…

Minggu, 18 Oktober 2020 20:02

Waspadai Bencana Hidrometeorologi di Berau

TANJUNG REDEB – Menurut data yang dimiliki Badan Meteorologi, Klimatologi…

Jumat, 16 Oktober 2020 19:52

Berkas Lengkap, Jaksa Tunggu Tahap II

TANJUNG REDEB – Setelah dinyatakan P21 (berkas lengkap), Kejaksaan Negeri…

Jumat, 16 Oktober 2020 19:51

Negara Rugi Rp 3 Miliar

TANJUNG REDEB – Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Rido Doly…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers