MANAGED BY:
SELASA
18 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 03 September 2020 19:54
Harga Emas Turun, Pembeli Ikut Turun
SEPI PEMBELI: Penurunan harga emas saat ini tak membuat jumlah pembeli mengalami kenaikan, malah yang terjadi sebaliknya.

TANJUNG REDEB – Harga emas dalam beberapa bulan terakhir terus mengalami kenaikan. Namun, sejak memasuki September ini, harga batu mulia ini mulai mengalami penurunan.

Zakariah, pedagang emas di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengatakan, penurunan harga emas di pasaran saat ini tak terlepas dari presentase emas di pusat yang juga mengalami penurunan. Harga emas disebutnya sempat mencapai pada kisaran Rp 900 ribu per gram, namun saat ini menurun menjadi Rp 850 ribu per gram.

“Karena biasanya harga emas ini memang selalu berubah-ubah. Dan kami sebagai pedagang biasanya mengikuti harga pasaran emas dari pusat,” katanya saat diwawancara Berau Post.

Ia melanjutkan, meski saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi, dirinya menerangkan hal tersebut tidak mempengaruhi harga emas. Hal ini dibuktikan dengan harganya yang sempat naik dalam beberapa bulan terakhir.

Namun, dirinya menyebut minat pembeli emas masih rendah, meski harganya mengalami penurunan. “Kalau penurunan pelanggan sangat terasa, karena hampir semua yang pernah berlangganan di sini (toko emasnya, red) terkena imbas dari pandemik Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, penurunan harga emas juga turut diamini pedagang emas lainnya, Abdullah. Ia menuturkan, harga emas memang sempat menyentuh Rp 900 ribu per gram. Namun harganya turun menjadi Rp 820 ribu per gram.

“Kalau harga emas saat ini mengikuti harga Dollar, kalau Dollar turun ya harga emas turun,” katanya.

Selaras dengan harga emas, jumlah pembeli pun disebutnya turut mengalami penurunan. Meski sempat mengalami kenaikan saat adaptasi kebiasaan baru mulai digalakkan pemerintah. “Pas jumlah positif Covid-19 mulai naik lagi, di situ mulai sepi lagi,” tuturnya.

“Makanya saya hanya berharap agar penyebaran Covid-19 ini berhenti, karena bukan kami saja para pedagang yang kena imbasnya. Namun juga para pekerja,” harapnya. (*/adf/arp)



BACA JUGA

Rabu, 12 Januari 2022 17:04

1.000 UMKM Tak Cairkan BPUM

TANJUNG REDEB - Sejak 31 Desember 2021 lalu, Bantuan Produktif…

Rabu, 12 Januari 2022 16:58

Optimalkan Pajak Daerah

TANJUNG REDEB – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau kembali berkomitmen…

Jumat, 07 Januari 2022 20:28

Harga Minyak Goreng di Kabupaten Ini Masih Meroket

TANJUNG REDEB – Kenaikan harga minyak goreng menjadi Rp 22…

Rabu, 29 Desember 2021 20:10

Akhir Tahun, Pedagang Jangan Aji Mumpung

TANJUNG REDEB – Menjelang pergantian tahun, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi…

Rabu, 22 Desember 2021 19:50

MANTAP..!! Berau Tak Bergantung Beras Luar lagi

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau,…

Rabu, 08 Desember 2021 22:00

Pedagang di Lokasi Wisata Diingatkan, Jangan Ada ‘Kalkulator Rusak’

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau…

Jumat, 26 November 2021 19:52

Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Natal

TANJUNG REDEB - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau,…

Senin, 22 November 2021 19:31

Budidaya Ikan Belum Bisa Bangkit

TANJUNG REDEB – Meskipun kasus Covid-19 mulai melandai di Bumi…

Rabu, 17 November 2021 18:22

Bukan Waktunya Sekadar Jadi Penonton

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau seriusi pengaktifan kembali Perusahaan…

Minggu, 14 November 2021 19:44

Pemkab Berburu Investor

TANJUNG REDEB - Dinas Perkebunan Berau mewacanakan untuk mendorong adanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers