MANAGED BY:
SENIN
26 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 18 September 2020 19:29
PLISSSS....!! Guru Diminta Jangan Berlebihan Memberi Tugas
Ilustrasi

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB - Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah situasi pandemi Covid-19 menjadi solusi agar anak didik tetap mendapatkan haknya. Namun di sisi lain, banyak kendala yang dihadapi.

Diakui Kepala Dinas Pendidikan Berau, Murjani, sistem PJJ memang dinilai kurang efektif dalam sistem belajar. Banyak kendala yang ditemui. Mulai ketersediaan fasilitas seperti handphone, jaringan internet yang tidak merata, serta kesibukan orangtua sehingga sulit mengawasi anaknya dalam pembelajaran online. “Tetapi dalam situasi saat ini, sistem PJJ memang harus dilakukan. Meski banyak kendala,” ujar Murjani, (17/9).

Selain kendala-kendala tersebut, pemberian tugas juga jadi perhatian Disdik. Menurut Murjani, tugas yang menumpuk dari sekolah juga terkadang mempengaruhi psikologi anak dan orangtua. Sebab orangtua yang lelah bekerja, harus dihadapkan dengan tugas online anaknya. Menghindari hal tersebut, piaknya secara tegas melarang tenaga pengajar atau pihak sekolah memberikan tugas dalam jumlah banyak kepada anak didiknya.

“Terkait itu kami sudah mengimbau pihak sekolah. Kasih tugas sewajarnya saja. Jangan sampai membuat anak stres akibat tugas yang menumpuk,” tegasnya.

Diakuinya, sistem pembelajaran tatap muka memang lebih mudah dipahami anak didik. Namun, ia juga tidak berani mengambil keputusan untuk sekolah tatap muka. Bahkan, untuk kedua kalinya pihaknya mengeluarkan surat edaran terkait PJJ yang berlaku sejak 7 September lalu. “Belum tahu sampai kapan sistem PJJ ini, yang jelas tunggu situasi aman dulu,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Koordinator Kaltim Tim Reaksi Cepat Perdagangan Orang dan Perlindungan Anak (TRC TPPO dan PA) Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI, Adji Suwidignyo. Ia menuturkan, pihaknya kurang setuju dengan tugas yang menumpuk yang diberikan oleh guru kepada siswa. “Jelas kurang setuju. Di sini psikologi anak akan terganggu, belum lagi orangtua yang harus ekstra mengajari anak,” ungkapnya kepada media ini, kemarin.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 25 Oktober 2020 20:43

Bijaklah Memilih Aktivitas Saat Libur Panjang

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, turut…

Minggu, 25 Oktober 2020 20:42

IDI Berau Sepakat Tundaan Vaksin Covid-19

TANJUNG REDEB – KetuaIkatan Dokter Indonesia (IDI) Berau, dr Jusram,…

Minggu, 25 Oktober 2020 20:41

Penuhi Syarat Formil dan Materiil

TANJUNG REDEB – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Berau telah…

Minggu, 25 Oktober 2020 20:38

Tiga Rumah Ludes Terbakar

TANJUNG REDEB - Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Berau. Kali…

Sabtu, 24 Oktober 2020 19:45

Agus Tantomo: Pandemi, Kesempatan Revitalisasi Sarana Wisata

TANJUNG REDEB - Berau serius dalam menggenjot sektor pariwisata. Itu…

Sabtu, 24 Oktober 2020 19:44

Optimistis Jadi Penyumbang PAD Terbesar

TANJUNG REDEB - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Berau 2021…

Sabtu, 24 Oktober 2020 19:42

13 Formasi CPNS Masih Kosong

TANJUNG REDEB – Dari 160 formasi yang dibuka pada seleksi…

Sabtu, 24 Oktober 2020 19:41

Tega, Seorang Ayah Cabuli Putrinya, Dilakukan sejak Masih SD

TANJUNG REDEB - MA (39) Warga Kecamatan Talisayan, diamankan polisi…

Jumat, 23 Oktober 2020 20:21

Bawaslu Periksa Pelapor dan Saksi

TANJUNG REDEB - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Berau, menerima…

Jumat, 23 Oktober 2020 20:19

Hanya Satu Tahap, Audiensi Dibatasi

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers