MANAGED BY:
JUMAT
23 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 29 September 2020 19:56
Idealnya Butuh Rp 500 Juta Per Kilometer

Upaya UPTD Wilayah III DPU Kaltim Memelihara Poros Pesisir Selatan

JALAN PROVINSI: Kegiatan pemeliharaan jalan yang dilakukan UPTD Wilayah III DPU Kaltim di wilayah pesisir selatan Berau tahun ini.

PROKAL.CO,

Kerusakan jalan menuju pesisir selatan Berau, selalu menjadi keluhan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan salah satu camat di pesisir selatan, sempat memberi sindiran mengenai kondisi jalan provinsi tersebut sebagai ‘objek wisata seribu lubang’. Lalu, apa sebenarnya kendala pemerintah provinsi yang dalam beberapa tahun belum bisa menjawab keluhan warga tersebut?  

///////////

Muhammad Ramdani baru sekitar dua bulan dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Wilayah III Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kaltim. Tapi dia bukan orang baru di unit dinas yang mengurusi masalah pemeliharaan jalan tersebut. Sejak 2017, dirinya sudah ditugaskan di UPTD Wilayah III. Sehingga sangat memahami mengapa masyarakat selalu mengeluhkan kondisi jalan yang menghubungkan Tanjung Redeb hingga ke Bidukbiduk itu.

Dari bincang-bincang santai dengannya akhir pekan lalu, Ramdani mengakui satu-satunya kendala untuk melakukan pemeliharaan jalan sepanjang 151 kilometer (Tanjung Redeb-Talisayan), hanyalah persoalan anggaran.

Diakuinya, poros Tanjung Redeb-Talisayan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Kaltim, terakhir kali mendapat peningkatan atau pengaspalan tahun 2014 lalu. Karena sudah 6 tahun tak ada kegiatan peningkatan jalan di poros tersebut, dirinya sangat memaklumi keluhan masyarakat mengenai kerusakan kondisi jalan. Apalagi, kegiatan pemeliharaan yang menjadi tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pihaknya, juga tidak bisa maksimal karena tak pernah mendapat kucuran dana yang memadai. “Selama enam tahun tidak ada peningkatan jalan, otomatis UPTD yang diharapkan untuk pemeliharaannya,” katanya.

Tapi, untuk melakukan pemeliharaan pihaknya tidak memiliki banyak anggaran. Sehingga kegiatan pemeliharaan yang dilakukan setiap tahun, bisa dikatakan sekadarnya untuk menutupi lubang-lubang jalan di titik-titik terparah saja. Material yang digunakan juga menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 22 Oktober 2020 19:46

Dikira Boneka, Ternyata Mayat Wanita

TANJUNG REDEB – Sesosok wanita ditemukan tak bernyawa di sekitar…

Kamis, 22 Oktober 2020 19:44

Tren Sembuh Terus Meningkat

TANJUNG REDEB - Tren kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Berau terus…

Kamis, 22 Oktober 2020 19:40

Benahi Sistem, Urai Benang Kusut Perizinan Kepelabuhanan

Kelancaran arus bongkar muat barang di pelabuhan, menjadi salah satu…

Kamis, 22 Oktober 2020 19:39

Berau Pertahankan Opini WTP

TANJUNG REDEB -  Pemerintah Kabupaten Berau kembali menerima penghargaan opini…

Kamis, 22 Oktober 2020 19:38

Jaksa Ingatkan Netralitas ASN

TANJUNG REDEB – Penanganan tindak pidana pemilihan kepala daerah (Pilkada)…

Rabu, 21 Oktober 2020 20:44

Segera Siapkan Logistik dan APD

TANJUNG REDEB - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau,…

Rabu, 21 Oktober 2020 20:42

Dihantam Ombak, Kapal Nelayan Terbalik, Bagaimana Nasib Awaknya?

TANJUNG REDEB - Satu kapal nelayan terbalik akibat dihantam ombak…

Rabu, 21 Oktober 2020 20:40

Dewan Minta Fokus Pemulihan Ekonomi

TANJUNG REDEB - Pembangunan di Kabupaten Berau di tahun anggaran…

Selasa, 20 Oktober 2020 19:44

MUI Usul Bentuk Gerakan Anti Politik Uang

TANJUNG REDEB - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Berau,…

Selasa, 20 Oktober 2020 19:43

Berikan Dukungan, Pensiunan PNS Kunjungi Cawabup Agus Tantomo

TANJUNG REDEB – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Berau, yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers