MANAGED BY:
JUMAT
05 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 06 Oktober 2020 20:20
Hasil Beda karena Pengambilan Sampel di Waktu Berbeda
JAWAB KERESAHAN MASYARAKAT: DPRD Berau menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Kesehatan Berau, RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb, serta pihak Klinik Tirta, kemarin (5/10).

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai Tanjung Redeb, serta pihak Klinik Tirta, (5/10). Rapat yang digelar di ruang rapat gabungan komisi DPRD itu untuk menjawab keresahan masyarakat, terkait perbedaan hasil swab  pasien Covid-19 yang dilakukan Klinik Tirta dengan Rumah sakit di Balikpapan.

Ditemui usai rapat, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi, mengatakan, terkait proses pemeriksaan terhadap pasien yang terindikasi Covid-19, pihak Klinik Tirta sudah melakukan pekerjaannya sesuai SOP yang ada. Mulai dari pemeriksaan praklinik, di laboratorium, hingga analitika.

“Kalau soal kasus misalnya hari ini negatif dan besoknya positif bukan kejadian yang pertama kali terjadi. Sudah cukup banyak data yang seperti itu kami temukan,” katanya. “Bahkan itu juga yang membuat ada beberapa klaster Gowa yang harus memakan waktu hingga tiga bulan. Kasusnya sama. Positif, negatif, berulang begitu terus, jadi harus negatif dua kali baru turun,” tambahnya.

Mengenai hasilnya pemeriksaan Klinik Tirta berbeda dengan hasil laboratorium rumah sakit Balikpapan, karena alat yang dimiliki berbeda. Namun, kedua alat laboratorium sudah sesuai rekomendasi dari Kemenkes. “Apa yang sempat terjadi kemarin, sudah kita luruskan. Secara tegas, hasil swab murni sesuai dengan SOP kesehatan,” jelas Iswahyudi.

Sementara itu, Ketua Komis I DPRD Berau, Peri Kombong yang memimpin rapat menjelaskan, pada dasarnya yang menjadi pertanyaan masyarakat saat ini adalah kebingungan ketika terjadi hasil pemeriksaan yang berbeda. Misalnya rumah sakit menyatakan positif, tetapi di lain tempat berbeda pula hasilnya.

“Hal itu bisa saja terjadi ketika sampelnya diambil di waktu yang berbeda. Kemudian alat yang digunakan berbeda. Bisa saja itu yang menimbulkan perbedaan dan itu adalah hal yang wajar menurut mereka,” kata Peri.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 29 November 2020 19:20

Dorong Kembangkan Ekonomi Kreatif

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengatakan, pandemi…

Minggu, 29 November 2020 19:19

Sayangkan Kampanye Isu SARA

TANJUNG REDEB – Tahapan kampanye Pilkada 2020 masih berjalan. Dua…

Minggu, 29 November 2020 19:18

Tambah Penerbangan Jelang Libur Nataru

TANJUNG REDEB – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Berau,…

Sabtu, 28 November 2020 20:41

Telusuri Sumber Penularan Berau 468

TANJUNG REDEB - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, hingga kini belum…

Sabtu, 28 November 2020 20:40

GAPU Kawal Dugaan Politik Uang

TANJUNG REDEB - Gerakan Anti Politik Uang (GAPU) Berau tegas…

Sabtu, 28 November 2020 20:38

Tingkatkan Kapasitas Pegawai, Hadirkan Trainer Teknologi Pikiran

TANJUNG REDEB - Jasa Raharja Samarinda terus berupaya meningkatkan layanan…

Jumat, 27 November 2020 21:26

Minta Bawaslu Tegas Kuasa Hukum Paslon 1 Beberkan Kronologi Laporan Dugaan Pelanggaran

TANJUNG REDEB – Tim kuasa hukum pasangan calon (Paslon) nomor…

Jumat, 27 November 2020 21:24

Pembangunan Turap, Tunggu Anggaran Membaik

TANJUNG REDEB – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membangun turap…

Kamis, 26 November 2020 20:02

Kapan Sadarnya Sih....!! Prokes Ada yang Dilanggar

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, melakukan…

Kamis, 26 November 2020 20:01

Beri Bantuan, Paslon 2 Dilaporkan

TANJUNG REDEB – Kuasa hukum pasangan calon (Paslon) bupati dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers