MANAGED BY:
SENIN
26 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 15 Oktober 2020 19:54
Aksi Tolak Omnibus Law Diduga Disusupi

Polisi Amankan 30 Orang yang Diduga Pelajar SLTA

AKSI MAHASISWA: Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Berau Bergerak (Ambur), saat akan menggelar aksi unjuk rasa menolak Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja, Senin (12/10) lalu. Aksi ini diduga disusupi.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB - Aksi unjuk rasa menolak Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Berau, yang digelar Aliansi Mahasiswa Berau Bergerak (Ambur), Senin (12/10) lalu, diduga dimasuki penyusup.

Menurut Jenderal Lapangan (Jenlap) Ambur, Bayu Saputra, seseorang yang diduga penyusup itu sebenarnya sudah dihalau saat yang bersangkutan berorasi. Tetapi saat perhatiannya fokus pada massa yang hadir, penyusup tersebut ikut duduk bersama dengan mahasiswa dan menggunakan masker, sehingga sulit dikenali. “Kami merasa aksi yang digelar tercoreng dengan adanya penyusup tersebut,” kata Bayu, Rabu (14/10).

Menurut Bayu, penyusup tersebut merupakan salah seorang tim pemenangan salah satu pasangan calon (Paslon) peserta Pilkada Berau (Pilkada) 2020. “Iya benar, dia orang dari salah satu paslon,” ujarnya.

Dia menuturkan, aksi yang digelar mahasiswa ini murni karena untuk kepentingan rakyat, bukan karena ditunggangi politik. Hal ini pun kata Bayu menjadi pelajaran baginya, dan penanggung jawab massa dari setiap aliansi, baik dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan lainnya, agar lebih ketat dalam mengawasi setiap melakukan aksi. Sehingga tidak dimasuki penyusup yang memiliki kepentingan pribadi.

Selain diduga dimasuki penyusup, aksi penolakan UU Cipta Kerja itu juga nyaris diikuti sekelompok massa yang diduga masih pelajar SLTA. Kelompok yang berjumlah 30 orang itu pun diamankan polisi.

Kasat Reskrim Polres Berau, Rido Kristian, saat dikonfirmasi mengakui, anak-anak yang hendak mengikuti aksi itu diamankan sebelum bergabung dengan massa. Kemudian pihaknya melakukan pemanggilan terhadap orangtua mereka untuk diberikan pengarahan agar anaknya dapat mengikuti kegiatan pembelajaran daring dengan baik. “Kami bersyukur di daerah kita tidak ada kejadian anarkisme oleh anak-anak atas kepentingan ekonomi politik ataupun anarkisme seperti yang marak di daerah lainnya,” tutupnya.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 25 Oktober 2020 20:43

Bijaklah Memilih Aktivitas Saat Libur Panjang

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, turut…

Minggu, 25 Oktober 2020 20:42

IDI Berau Sepakat Tundaan Vaksin Covid-19

TANJUNG REDEB – KetuaIkatan Dokter Indonesia (IDI) Berau, dr Jusram,…

Minggu, 25 Oktober 2020 20:41

Penuhi Syarat Formil dan Materiil

TANJUNG REDEB – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Berau telah…

Minggu, 25 Oktober 2020 20:38

Tiga Rumah Ludes Terbakar

TANJUNG REDEB - Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Berau. Kali…

Sabtu, 24 Oktober 2020 19:45

Agus Tantomo: Pandemi, Kesempatan Revitalisasi Sarana Wisata

TANJUNG REDEB - Berau serius dalam menggenjot sektor pariwisata. Itu…

Sabtu, 24 Oktober 2020 19:44

Optimistis Jadi Penyumbang PAD Terbesar

TANJUNG REDEB - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Berau 2021…

Sabtu, 24 Oktober 2020 19:42

13 Formasi CPNS Masih Kosong

TANJUNG REDEB – Dari 160 formasi yang dibuka pada seleksi…

Sabtu, 24 Oktober 2020 19:41

Tega, Seorang Ayah Cabuli Putrinya, Dilakukan sejak Masih SD

TANJUNG REDEB - MA (39) Warga Kecamatan Talisayan, diamankan polisi…

Jumat, 23 Oktober 2020 20:21

Bawaslu Periksa Pelapor dan Saksi

TANJUNG REDEB - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Berau, menerima…

Jumat, 23 Oktober 2020 20:19

Hanya Satu Tahap, Audiensi Dibatasi

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers