MANAGED BY:
MINGGU
29 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 20 Oktober 2020 19:42
Penasehat Hukum Anggap Kliennya Dikriminalisasi
PEMERIKSAAN: Tersangka Eben Ezer Hutabarat dan Turmin, saat dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Berau didampingi penasihat hukumnya, kemarin (19/10).

PROKAL.CO,

Dua tersangka kasus dugaan pemerasan pembebasan lahan di Kecamatan Segah telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Berau dan ditahan di Rutan Klas IIB Tanjung Redeb, Senin (19/10). Namun penasehat hukum (PH) dari tersangka Eben Ezer Hutabarat, menilai bahwa kliennya telah dikriminalisasi dan perkara tersebut dianggap prematur.

Salah satu penasehat hukum tersangka Eben, Leonardo Simangunsong,  menyampaikan keberatannya terhadap penanganan pihak kepolisian dan kejaksaan. Dia menyebut ada kriminalisasi terhadap kliennya. Hal itu dibuktikan pada laporan awal uang senilai Rp 412 juta, Camat Segah Eben Ezer Hutabarat dituduh melakukan pemerasan ataupun pemaksaan terhadap salah satu kelompok tani.

“Kemudian sekarang berubah menjadi pemeresan terhadap Rp 300 juta dari kelompok tani yang lain. Yang notabennya Turmin (tersangka lainnya) yang ambil. Kami cukup menyayangkan sebenarnya,” ujar Leonardo, didampingi rekannya, Doan T Napitupulu, kemarin (19/10).

“Sekarang pertanyaannya, apakah klien kami sudah ada menerima uang tersebut? Dan darimana uangnya disita? Faktanya uang tersebut disita dari Turmin. Bukan dari rekening pak camat,” jelasnya.

Dikatakannya, pembebasan lahan itu terjadi pada 27 Februari lalu. Sedangkan uang itu disita setelah camat ditahan April lalu. “Jika memang Turmin mau memberikan uang tersebut ke camat, kenapa uangnya tidak diserahkan? Kalau Turmin terima uang melalui rekening langsung dari perusahaan, itu ada buktinya. Sekarang, pak camat, ada nggak ditransfer?,” sebutnya.

Keberatan lainnya, lanjut Leonardo, ada kejanggalan terkait Camat Segah yang dikeluarkan dari sel penahanan kepolisian. Menurut Leonardo, untuk perkara tuntutan yang ancaman hukumnya 9 tahun penjara, jangka waktu penanganan kepolisian maksimal 120 hari. Sementara perkara ini sudah hampir 200 hari ditangani penyidik bolak balik ke kejaksaan. “Jadi kami anggap penyidik telah melanggar Pasal 31 ayat 2 perekat nomor 12 tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana Lingkungan Polri,” tegasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 28 November 2020 20:41

Telusuri Sumber Penularan Berau 468

TANJUNG REDEB - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, hingga kini belum…

Sabtu, 28 November 2020 20:40

GAPU Kawal Dugaan Politik Uang

TANJUNG REDEB - Gerakan Anti Politik Uang (GAPU) Berau tegas…

Sabtu, 28 November 2020 20:38

Tingkatkan Kapasitas Pegawai, Hadirkan Trainer Teknologi Pikiran

TANJUNG REDEB - Jasa Raharja Samarinda terus berupaya meningkatkan layanan…

Jumat, 27 November 2020 21:26

Minta Bawaslu Tegas Kuasa Hukum Paslon 1 Beberkan Kronologi Laporan Dugaan Pelanggaran

TANJUNG REDEB – Tim kuasa hukum pasangan calon (Paslon) nomor…

Jumat, 27 November 2020 21:24

Pembangunan Turap, Tunggu Anggaran Membaik

TANJUNG REDEB – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membangun turap…

Kamis, 26 November 2020 20:02

Kapan Sadarnya Sih....!! Prokes Ada yang Dilanggar

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, melakukan…

Kamis, 26 November 2020 20:01

Beri Bantuan, Paslon 2 Dilaporkan

TANJUNG REDEB – Kuasa hukum pasangan calon (Paslon) bupati dan…

Kamis, 26 November 2020 20:00

Dua ASN Tersandung Kasus Korupsi Pembebasan Lahan, akan Diberhentikan Sementara

TANJUNG REDEB – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau,…

Kamis, 26 November 2020 19:59

Tak Disiplin Pemicu Klaster Keluarga

TANJUNG REDEB – Kasus Covid-19 di Kabupaten Berau yang sempat…

Rabu, 25 November 2020 21:18

Al Hamid Dukung Paslon 1

TAHAPAN pemungutan suara tersisa sekitar dua pekan lagi. Saling dukung-mendukung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers