MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 24 Oktober 2020 19:49
Harga Bahan Pokok Dikhawatirkan Melonjak

Dampak dari Cuaca Ekstrem

HARGA BAHAN POKOK: Cuaca ekstrem dikhawatirkan membuat harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, khususnya yang didatangkan dari luar daerah.

TANJUNG REDEB – Cuaca ekstrem sepekan terakhir dikhawatirkan berdampak terhadap harga bahan pokok di Bumi Batiwakkal-sebutan Berau. Pasalnya, kabupaten paling utara di Kalimantan Timur ini masih bergantung terhadap suplai berbagai bahan pokok dari luar daerah.

Kekhawatiran ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, Wiyati. Ia menerangkan, bahan pokok yang berpotensi terkena dampak adalah yang didatangkan dari Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa. Di mana para pengusaha menggunakan transportasi laut untuk mendatangkannya ke Berau.

“Saat ini memang masih belum berdampak (kenaikan harga bahan pokok karena cuaca ekstrem, red). Tapi kami harus waspada dan mengontrol harga, agar tidak terjadi lonjakan," katanya kepada awak media ini, Jumat (23/10).

Selama ini, ia menerangkan, untuk semua bahan sembako sudah memiliki harga standar masing-masing. Sehingga ketika harga di pasaran mulai mengalami kenaikan, pihaknya bisa mengetahui.

“Yang jelas sejauh ini harga bahan pokok di Berau masih aman, meski memang harganya mengalami fluktuatif,” tuturnya.

Sebelumnya, cuaca ekstrem yang terjadi di Berau membuat para nelayan di pesisir selatan Berau enggan melaut. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Tentram Rahayu.

“Memang saat ini banyak dari nelayan yang takut untuk turun ke laut mencari ikan. Tapi tidak terlalu mengurangi stok ikan yang ada,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini stok ikan di tempat pengepul ikan masih berlimpah. Sehingga pasokan ikan untuk konsumsi masyarakat masih bisa terpenuhi. Di sisi lain masih ada nelayan yang tetap turut melaut untuk mencari ikan.

"Hanya sebagian saja yang tidak melaut dan masih banyak juga nelayan yang mencari ikan. Jadi untuk stok ikan sendiri saat saya lihat di pasar masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” singkatnya. (*/aky/arp)

 


BACA JUGA

Jumat, 26 November 2021 19:52

Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Natal

TANJUNG REDEB - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau,…

Senin, 22 November 2021 19:31

Budidaya Ikan Belum Bisa Bangkit

TANJUNG REDEB – Meskipun kasus Covid-19 mulai melandai di Bumi…

Rabu, 17 November 2021 18:22

Bukan Waktunya Sekadar Jadi Penonton

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau seriusi pengaktifan kembali Perusahaan…

Minggu, 14 November 2021 19:44

Pemkab Berburu Investor

TANJUNG REDEB - Dinas Perkebunan Berau mewacanakan untuk mendorong adanya…

Selasa, 09 November 2021 19:40

Minta Digelar Pelatihan

BIDUKBIDUK – Besarnya potensi pengolahan nata de coco di Kecamatan…

Selasa, 09 November 2021 19:36

Harga Minyak Goreng Meroket

TANJUNG REDEB - Saat ini harga minyak goreng di pasaran…

Rabu, 13 Oktober 2021 18:59

Situasi Kritis..?? Cadangan Beras di Kabupaten Ini Tersisa 4.750 Ton

TANJUNG REDEB – Hingga Agustus 2021, cadangan beras di Bumi…

Senin, 04 Oktober 2021 21:31

Produksi Beras Naik, Jagung Turun

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau menargetkan…

Rabu, 29 September 2021 19:16

Lirik Pemuda untuk Tingkatkan Pertanian

TANJUNG REDEB – Budi daya pertanian di Berau, masih kurang…

Rabu, 29 September 2021 19:10

Ekspor Ikan Masih Terhambat Pandemi

TANJUNG REDEB - Berau memiliki potensi perikanan yang besar, bahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers