MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 31 Oktober 2020 20:31
Stok Ikan Menipis, Datangkan dari Balikpapan
SULIT DAPAT IKAN: Andi Baso, pedagang ikan di Pasar Sanggam Adji Dilayas tengah melayani pembeli ikan di lapaknya.

TANJUNG REDEB - Beberapa pekan terakhir terjadi kenaikan tinggi gelombang di perairan Kabupaten Berau. Sejumlah nelayan pun enggan turun ke laut. Imbasnya, stok ikan di pasaran pun mulai menurun.

Kepala Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha, Dinas Perikanan Berau, Jen Muhammad tak menampik banyaknya nelayan yang enggan melaut karena tingginya gelombang, akibat kondisi cuaca yang tak bersahabat.

“Belum lagi kalau cuaca tidak baik, biasanya juga hasil tangkapan kurang baik," katanya pada Berau Post, Jumat (30/10).

Kondisi itupun menurutnya berdampak terhadap stok ikan di pasaran yang kian berkurang. Bahkan, ia mengaku telah menerima laporan dari beberapa camat di pesisir, mengenai hasil tangkapan nelayan yang sangat berkurang jauh dari biasanya.

"Misalnya saja Kecamatan Bidukbiduk, yang biasa mengirim ikan ke berbagai tempat sebanyak 20 ton, kini maksimal hanya 6 ton yang bisa mereka bagi," terangnya.

Dengan stok ikan yang menurun, secara otomatis disampaikan Jen bakal berdampak pada kenaikan harga ikan di pasaran. “Seperti itulah hukum ekonomi. Dan kami pun tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi terkait harga di pasaran,” tuturnya.

Sementara itu, Andi Baso, salah seorang pedagang ikan di Pasar Sanggam Adji dilayas mulai merasakan kelangkaan ikan di pasar. Dirinya mengaku kesulitan mendapatkan ikan untuk dijual kembali. Sehingga ia pun terpaksa membeli ikan berasal dari Balikpapan.

"Kalau dari pesisir Berau beberapa hari ini memang sudah tidak ada saya dapat, jadi terpaksa saya ambil ikan dari luar Berau," ujarnya. Andi pun terpaksa menaikan harga jual ikannya. Seiring dengan meningkatnya pengeluaran operasional distribusi ikannya.

"Jadi ikan yang saya jual ini cuma ikan tongkol, tembang dan beberapa ikan air tawar seperti bandeng dan nila," pungkasnya. (*/uga/arp)


BACA JUGA

Jumat, 26 November 2021 19:52

Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Natal

TANJUNG REDEB - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau,…

Senin, 22 November 2021 19:31

Budidaya Ikan Belum Bisa Bangkit

TANJUNG REDEB – Meskipun kasus Covid-19 mulai melandai di Bumi…

Rabu, 17 November 2021 18:22

Bukan Waktunya Sekadar Jadi Penonton

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau seriusi pengaktifan kembali Perusahaan…

Minggu, 14 November 2021 19:44

Pemkab Berburu Investor

TANJUNG REDEB - Dinas Perkebunan Berau mewacanakan untuk mendorong adanya…

Selasa, 09 November 2021 19:40

Minta Digelar Pelatihan

BIDUKBIDUK – Besarnya potensi pengolahan nata de coco di Kecamatan…

Selasa, 09 November 2021 19:36

Harga Minyak Goreng Meroket

TANJUNG REDEB - Saat ini harga minyak goreng di pasaran…

Rabu, 13 Oktober 2021 18:59

Situasi Kritis..?? Cadangan Beras di Kabupaten Ini Tersisa 4.750 Ton

TANJUNG REDEB – Hingga Agustus 2021, cadangan beras di Bumi…

Senin, 04 Oktober 2021 21:31

Produksi Beras Naik, Jagung Turun

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau menargetkan…

Rabu, 29 September 2021 19:16

Lirik Pemuda untuk Tingkatkan Pertanian

TANJUNG REDEB – Budi daya pertanian di Berau, masih kurang…

Rabu, 29 September 2021 19:10

Ekspor Ikan Masih Terhambat Pandemi

TANJUNG REDEB - Berau memiliki potensi perikanan yang besar, bahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers