MANAGED BY:
JUMAT
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 31 Oktober 2020 20:31
Stok Ikan Menipis, Datangkan dari Balikpapan
SULIT DAPAT IKAN: Andi Baso, pedagang ikan di Pasar Sanggam Adji Dilayas tengah melayani pembeli ikan di lapaknya.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB - Beberapa pekan terakhir terjadi kenaikan tinggi gelombang di perairan Kabupaten Berau. Sejumlah nelayan pun enggan turun ke laut. Imbasnya, stok ikan di pasaran pun mulai menurun.

Kepala Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha, Dinas Perikanan Berau, Jen Muhammad tak menampik banyaknya nelayan yang enggan melaut karena tingginya gelombang, akibat kondisi cuaca yang tak bersahabat.

“Belum lagi kalau cuaca tidak baik, biasanya juga hasil tangkapan kurang baik," katanya pada Berau Post, Jumat (30/10).

Kondisi itupun menurutnya berdampak terhadap stok ikan di pasaran yang kian berkurang. Bahkan, ia mengaku telah menerima laporan dari beberapa camat di pesisir, mengenai hasil tangkapan nelayan yang sangat berkurang jauh dari biasanya.

"Misalnya saja Kecamatan Bidukbiduk, yang biasa mengirim ikan ke berbagai tempat sebanyak 20 ton, kini maksimal hanya 6 ton yang bisa mereka bagi," terangnya.

Dengan stok ikan yang menurun, secara otomatis disampaikan Jen bakal berdampak pada kenaikan harga ikan di pasaran. “Seperti itulah hukum ekonomi. Dan kami pun tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi terkait harga di pasaran,” tuturnya.

Sementara itu, Andi Baso, salah seorang pedagang ikan di Pasar Sanggam Adji dilayas mulai merasakan kelangkaan ikan di pasar. Dirinya mengaku kesulitan mendapatkan ikan untuk dijual kembali. Sehingga ia pun terpaksa membeli ikan berasal dari Balikpapan.

"Kalau dari pesisir Berau beberapa hari ini memang sudah tidak ada saya dapat, jadi terpaksa saya ambil ikan dari luar Berau," ujarnya. Andi pun terpaksa menaikan harga jual ikannya. Seiring dengan meningkatnya pengeluaran operasional distribusi ikannya.

"Jadi ikan yang saya jual ini cuma ikan tongkol, tembang dan beberapa ikan air tawar seperti bandeng dan nila," pungkasnya. (*/uga/arp)


BACA JUGA

Minggu, 17 Januari 2021 19:43

Pengguna Jasa Travel Menurun Drastis

TANJUNG REDEB — Sejak pandemi merebak di Kabupaten Berau pada…

Kamis, 14 Januari 2021 20:15

Penurunan Omzet Usaha Laundry hingga 70 Persen

TANJUNG REDEB – Usaha laundry pada masa pandemi Covid-19 cukup…

Kamis, 14 Januari 2021 20:14

Ingin Budidayakan Ikan Gurame

TANJUNG REDEB – RT 17, Kelurahan Gunung Panjang terus mengembangkan…

Rabu, 13 Januari 2021 13:09

Serap Beras Lokal, Harga Beli Bulog Rp 10.500 Per Kg

TANJUNG REDEB - Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau, membeli 83…

Selasa, 12 Januari 2021 19:46

Stok Melimpah, Harga Sembako Stabil

TANJUNG REDEB – Meski harga cabai mengalami kenaikan siginifikan, harga…

Senin, 11 Januari 2021 20:02

Harga Cabai Semakin ‘Pedas’

TANJUNG REDEB -  Mulai langka, harga cabai yang dijual pedagang…

Jumat, 08 Januari 2021 19:58

Produsen Tempe dan Tahu Menjerit

TANJUNG REDEB - Sejumlah produsen tempe dan tahu di Berau…

Jumat, 08 Januari 2021 19:56

Keluhkan Serangan Hama

SAMBALIUNG – Fluktuasi harga biji cokelat atau kakao dalam beberapa…

Rabu, 06 Januari 2021 15:03

Terang Bulan, Nelayan Urung Melaut

TANJUNG REDEB - Beberapa hari terakhir, ikan laut di pasaran…

Selasa, 05 Januari 2021 20:15

Stok Minim, Harga Cabai Makin 'Pedas'

TELUK BAYUR – Dalam dua pekan terakhir harga cabai di Pasar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers