MANAGED BY:
SELASA
27 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 12 November 2020 20:37
Tim Hukum Paslon 1 Laporkan Cabup Nomor 2

Gunakan Kata Pribumi saat Kampanye yang Diduga Masuk Unsur SARA

Ilustrasi

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB - Kuasa hukum pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Berau nomor urut 1, Bambang Irawan, kembali melaporkan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan paslon 2, Sri Juniarsih dan Gamalis.

Bambang Irawan menuturkan, dugaan pasal yang dilanggar yakni Pasal 187 junto Pasal 69 huruf B, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati.

Dijelaskannya, dugaan pelanggaran itu terjadi pada Rabu (4/11) lalu, saat paslon nomor 2 menggelar kampanye di Kampung Batu Putih, Kecamatan Batu Putih. Dalam kampanyenya, paslon ini menyebut kata pribumi. Menurut Bambang, penggunaan kata pribumi sudah masuk dalam unsur SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) dan bisa merusak citra pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. “Jadi saat paslon nomor 2 melakukan kampanye di Kampung Batu Putih, mengucapkan kata yang mengandung unsur SARA,” kata Bambang, Selasa (11/11).

Bambang mengatakan, kata pribumi sudah diatur penggunaannya di dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Hal itu juga diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam semua perumusan dan penyelenggaraan kebijakan, perencanaan program atau pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. Dalam Inpres itu, penggunaan istilah ‘pribumi’ dilarang dalam semua kegiatan penyelenggaraan pemerintah.

“Sudah jelas dalam undang-undang dan instruksi presiden, penggunaan kata pribumi dilarang. Jelas ini melanggar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, pihaknya berharap agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa tegas dalam menindak terlapor. Dikarenakan, penggunaan kata pribumi, menurut Bambang bisa memecah belah keaneragaman suku dan budaya yang ada di Berau. “Yang jelas, ini sudah kami laporkan kepada Bawaslu,” pungkasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 26 Juli 2021 19:44

Sasar Masyarakat Kampung

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, kembali menggelar…

Senin, 26 Juli 2021 19:43

Waspada Penumpukan Pasien

RUANG isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul…

Senin, 26 Juli 2021 19:42

Siapkan Rumdin untuk Isolasi Warga

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, mengusulkan agar…

Senin, 26 Juli 2021 19:37

Lebih Sejahtera di Usia Makin Senja

Potensi perkebunan kakao menjadi salah satu sektor yang  dimaksimalkan oleh…

Minggu, 25 Juli 2021 19:29

Pengusaha Harus Tunduk pada Regulator

TANJUNG REDEB – Apresiasi atas upaya pemerintah yang terus menggencarkan…

Minggu, 25 Juli 2021 19:28

Antusias Tinggi, Jatah Kurang

TANJUNG REDEB –Vaksinasi Covid-19 masih terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Berau…

Minggu, 25 Juli 2021 19:26

Bangun 40 Kamar Darurat di RSD

TANJUNG REDEB – Kasus Covid-19 di Kabupaten Berau terus bertambah.…

Minggu, 25 Juli 2021 19:24

TNI-Polri Gelar Patroli Skala Besar

TANJUNG  REDEB  - Untuk meminimalisasi mobilitas masyarakat di tengah Pemberlakuan…

Sabtu, 24 Juli 2021 19:55

PKM Maratua Hanya Buka Pelayanan IGD

PUSAT Kesehatan Masyarakat (PKM) Kecamatan Maratua, saat ini hanya melakukan…

Sabtu, 24 Juli 2021 19:53

Mulai Koordinasi Terkait PHK

TANJUNG REDEB – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers