MANAGED BY:
SELASA
24 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 20 November 2020 20:32
Tiga Serikat Buruh Tolak UMK 2021
TOLAK UMK: Tiga serikat buruh menggelar aksi penolakan UMK Berau tahun 2021 yang ditetapkan sama dengan UMK 2020, kemarin (19/11).

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Puluhan buruh yang tergabung dalamtiga serikat buruh, yakni Federasi Buruh Indonesia (FBI); Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Perkebunan, Pertanian (FH-Hukatan); dan Federasi Konstruksi, Umum, Informal (FKUI), menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor bupati Berau, (19/11). Aksi ini sebagai bentuk protes penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2021 yang tidak mengalami kenaikan atau sama dengan UMK 2020.

Seperti diketahui, Dewan Pengupahan Kabupaten Berau bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta beberapa perwakilan serikat buruh, telah menggelar pertemuan membahas UMK Berau 2021, Selasa (10/11) lalu. hasilnya disepakati bahwa UMK Berau 2021 tidak naik dan tetap pada angka Rp 3,3 juta.

Sekretaris FKUI Kabupaten Berau, Samsul Bahri, mengatakan, aksi ini untuk meminta kejelasan dari Pemkab Berau, apakah UMK yang telah disepakati beberapa waktu lalu telah ditandatangani oleh Gubernur Kaltim. “Tapi saat diskusi pertanyaan kami tidak dijawab. Pihak pemerintah daerah malah meminta pertemuan ulang Rabu (25/11) mendatang,” katanya. “Tapi kami menolak untuk hadir, karena terlalu berbelit-belit,” imbuhnya.

Menurut Samsul, UMK Berau tahun 2021 seharusnya mengalami kenaikan. Penetapannya pun seharusnya berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL), bukan berdasarkan edaran Menteri Ketenagakerjaan. “Itu yang kami tuntut, kenapa penetapan UMK dilaksanakan tanpa adanya survei KHL,” lanjutnya.

Menurutnya, penetapan UMK 2021 dilakukan secara sepihak lantaran tidak ada survei KHL. Baik survei yang dilakukan oleh Diskoperindag, Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, ataupun Dinas Ketenagakerjaan. “Itu yang mendasari kami turun hari ini (kemarin),” tegasnya.

Ditegaskannya kembali, bahwa tahun 2021 UMK harus naik. Sebab berdasarkan data yang diperoleh dari Diskoperindag, beberapa harga kebutuhan pokok saat ini mengalami kenaikan. Termasuk adanya perbedaan harga kebutuhan di wilayah perkotaan dengan di pelosok. “Ini kan juga harus menjadi parameter untuk kami. Kalau UMK tidak dinaikkan, bagaimana nasib kawan-kawan kami di daerah jauh dengan kondisi harga kebutuhan pokok yang semakin mahal,” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 23 November 2020 19:49

70 Surat Suara Rusak

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau telah merampungkan…

Senin, 23 November 2020 19:48

Mes Karyawan Berkobar

TANJUNG REDEB – Kebakaran hebat melanda mes karyawan PT Buma…

Senin, 23 November 2020 19:46

Kejujuran Masyarakat Jadi Kunci

TANJUNG REDEB – Pelaku perjalanan menjadi salah satu faktor penyumbang…

Senin, 23 November 2020 19:41

Golkar Ultimatum Tim Paslon 2

TANJUNG REDEB – Masih beredarnya Kaus berlogo MURI (Muharram-Syarifatul) di…

Minggu, 22 November 2020 19:49

Jangan Takut Datang ke TPS

TANJUNG REDEB - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 kurang lebih…

Minggu, 22 November 2020 19:48

Pelipatan Surat Suara, Gudang Logistik Dijaga Ketat

TANJUNG REDEB - Jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9…

Sabtu, 21 November 2020 20:49

Konsistensi KPU Dipertanyakan

TANJUNG REDEB - Kuasa Hukum pasangan calon (Paslon) Bupati dan…

Sabtu, 21 November 2020 20:48

Jaringan Internet di Pulau Derawan Buruk

TANJUNG REDEB – Aksesinternet di Kampung Pulau Derawan dikeluhkan. Pasalnya,…

Sabtu, 21 November 2020 20:45

Alasan Biaya Akomodasi Lebih Murah, Debat Paslon Berau Digelar di Jakarta

TANJUNG REDEB – Debat pasangan calon bupati dan wakil bupati…

Sabtu, 21 November 2020 20:42

Bawaslu Berau Dilaporkan ke DKPP

TANJUNG REDEB - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Berau, dilaporkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers