MANAGED BY:
JUMAT
08 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 22 Desember 2020 21:51
Produksi Padi Masih Belum Maksimal
MASIH KURANG: Jumlah produksi padi di Berau masih kurang ideal dengan produksi rata-rata secara nasional.

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Mustakim menyebut produksi padi petani di Berau masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat di Bumi Batiwakkal-sebutan Berau.

Dikatakannya, saat ini produksi beras di Kabupaten Berau sebanyak 28.690 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara dengan 15.182 ton produksi padi. Sementara, idealnya rata-rata produksi padi nasional 5,7 ton/ha GKP, sedangkan Kabupaten Berau masih memproduksi sekitar 3,076 ton/ha GKP untuk padi sawah dan 2,84 ton/ha GKP untuk padi ladang. 

Rendahnya produksi padi ini menurut Mustakim diakibatkan berbagai macam hal. Mulai dari struktur tanah hingga biaya pengolahan yang dianggap cukup tinggi bagi petani.

“Hampir seluruh produksi padi yang ada terkendala akibat kurangnya aliran air untuk masuk ke tanah, sehingga kondisi tanah pun kurang bagus,” ungkapnya kepada Berau Post, Senin (21/12).

Berbagai persoalan itupun disebutnya telah disampaikan pihaknya ke pemerintah provinsi dan Pemerintah Pusat. Namun, permasalahan tersebut masih belum bisa terselesaikan secara penuh hingga saat ini.

Walaupun begitu, ia menyebut pemerintah sejatinya terus berusaha membantu petani. Salah satunya melalui beberapa bantuan sehingga produksi beras dinyatakan meningkat daripada tahun lalu. 

"Pada tahun lalu, produksi padi di Berau sekitar  11,663  ton yang di antaranya padi sawah dan 25,304 ton padi ladang," terangnya.

Untuk kedepannya, Mustakim akan tetap melakukan usulan-usulan mengenai permasalahan pertanian dan pemanfaatan lahan yang ada di Berau kepada pemerintah provinsi dan pusat. Serta mencari varietas unggulanya, salah satunya  padi adan di Krayan yang memiliki nilai jual yang tinggi dengan kisaran harga sekitar Rp 35 ribu per kilogram.

“Hingga saat ini, untuk mencukupi kebutuhan beras yang ada. Kabupaten Berau masih dibantu dari luar daerah khususnya Jawa dan Sulawesi. Namun tetap memprioritaskan beras lokal untuk kebutuhan,” pungkasnya. (*/adf/arp)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 05 Juli 2022 20:31

Pasokan Gas Melon Dijamin Aman

TANJUNG REDEB – Distribusi elpiji 3 Kilogram (Kg) dipastikan aman…

Senin, 27 Juni 2022 20:53

Aturan Beli Migor Curah Dianggap Susahkan Pelaku UMKM

TANJUNG REDEB – Pemerintah Pusat tengah berencana menerapkan aturan pembelian…

Sabtu, 25 Juni 2022 20:48

Jelang Perayaan Iduladha, Harga Sejumlah Bumbu Dapur Naik

TANJUNG REDEB – Sejumlah kebutuhan dapur di Pasar Sanggam Adji…

Sabtu, 25 Juni 2022 20:37

14 Ton Migor Curah Meluncur ke Berau

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Gamalis bersama Kepala Dinas…

Jumat, 24 Juni 2022 20:31

Jelang Hari Raya Iduladha, Stok dan Harga Kebutuhan Pokok Aman

TANJUNG REDEB – Jelang Hari Raya Iduladha, Wakil Bupati Berau,…

Selasa, 21 Juni 2022 20:24

Harga TBS Kembali Merosot

TANJUNG REDEB – Harga tandan buah segar (TBS) sawit bulan…

Kamis, 02 Juni 2022 20:41

Diskoperindag Jani Tinjau Pasar

TANJUNG REDEB – Sejak Idulfitri sampai saat ini harga kebutuhan…

Kamis, 02 Juni 2022 11:08

Dinas Perkebunan Harus Tegas

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Suharno,…

Selasa, 31 Mei 2022 21:36

Di Sini, Harga Kebutuhan Dapur Kompak Naik

TANJUNG REDEB – Saat ini harga sejumlah kebutuhan pokok dan…

Selasa, 31 Mei 2022 21:35

Pemkab Berau Canangkan Industri Hilir Sawit

BUMI Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau- merupakan salah satu daerah penghasil…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers