MANAGED BY:
JUMAT
05 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 18 Januari 2021 20:02
Berau Lebih Rawan Longsor

Puncak La Nina, BMKG Ingatkan Peningkatan Ketinggian Gelombang

DETEKSI DINI: Petugas BPBD Berau menunjukkan alat pendeteksi bencana yang ada di kantornya.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Berbagai daerah tengah dilanda musibah. Seperti banjir di Kalimantan Selatan, gempa bumi di Sulawesi Barat, hingga yang terjadi pada Sabtu (16/1) lalu, banjir dan tanah longsor di Manado, Sulawesi Utara.

Berbagai fenomena bencana alam yang terjadi di beberapa daerah itu, turut membuat jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau meningkatkan kewaspadaan. 

Dikatakan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Berau Thamrin, selain berkaca dari rentetan bencana yang terjadi di beberapa daerah, kewaspadaan dan kesiapsiagaan ditingkatkan karena Januari 2021 diprediksi sebagai puncak dari fenomena La Nina yang melanda Berau. Hal itu, lanjut dia, mengacu pada prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau.

Dari hasil koordinasi pihaknya, ancaman banjir besar seperti di Kalsel dan gempa bumi di Sulawesi Barat, memang sangat kecil potensinya terjadi di Berau. “Tapi ini musim La Nina, maka tidak menutup kemungkinan hujan akan terus turun di Berau, walau tidak berpotensi menyebabkan banjir yang besar,” terangnya kepada Berau Post kemarin (17/1).

Yang menjadi perhatian pihaknya di puncak La Nina ini, adalah ancaman tanah longsor. Sebab sesuai pendataan kawasan rawan bencana yang dilakukan pihaknya, banyak titik yang masuk dalam kawasan rawan longsor. Khususnya di kawasan pegunungan. “Yang menjadi perhatian kita saat ini adalah longsor. Kalau gempa ataupun banjir besar seperti yang terjadi di luar daerah, rasanya kecil kemungkinan terjadi,” katanya.

Makanya Thamrin mengimbau masyarakat, agar selalu waspada dan menjauhi kawasan pegunungan atau lingkungan dengan tebing-tebing curam, saat hujan deras turun. “Termasuk bagi nelayan, karena di puncak La Nina ini, ketinggian gelombang juga cukup membahayakan,” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 04 Maret 2021 20:31

640 Anggota TNI dan Polri Divaksin Covid-19

TANJUNG REDEB - Sebanyak 640 anggota TNI dan Polri di…

Kamis, 04 Maret 2021 20:31

Kasus Penjualan Aset PT BPL, Polisi Periksa Pemegang Saham

TANJUNG REDEB - Penjualan aset tanah PT Borneo Prapatan Lestari…

Kamis, 04 Maret 2021 20:30

Perizinan Miras Dilarang sejak 2005

TANJUNG REDEB – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut Peraturan…

Kamis, 04 Maret 2021 20:10

Kematian karena Covid-19 Sentuh Angka 64 Kasus, Berau Urutan Kelima di Kaltim

TANJUNG REDEB - Kasus kematian karena Covid-19 di Kabupaten Berau…

Kamis, 04 Maret 2021 20:08

Gudang Toko Sembako Terbakar

TANJUNG REDEB – Musibah kebakaran terjadi di kawasan Jalan Milono,…

Rabu, 03 Maret 2021 19:39

Pembangunan RS Tipe B Diprioritaskan

SELAIN penanganan Covid-19, pembangunan infrastruktur di bidang kesehatan juga jadi…

Rabu, 03 Maret 2021 19:37

Anggaran Penanganan Covid-19 Belum Final

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau berencana melakukan realokasi atau refocusing…

Rabu, 03 Maret 2021 19:32

Cegah Kepunahan Orangutan, BKSDA Kaltim Bangun Klinik di Kampung Tasuk

TANJUNG REDEB - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan…

Selasa, 02 Maret 2021 20:18

Soal Genangan di Sejumlah Ruas Jalan di Kota Ini, Ada Masalah pada Perencanaan

TANJUNG REDEB – Persoalan genangan air sehabis hujan di sejumlah…

Selasa, 02 Maret 2021 20:16

Sekolah Tatap Muka di Berau, Keputusan Ada di Kepala Daerah

TANJUNG REDEB - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers