MANAGED BY:
SABTU
17 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 19 Januari 2021 19:43
Mengaku Iseng, Warganet Minta Maaf

Dani: Kami Terpisah dari Keluarga 24 Jam dengan Segala Risiko

MINTA MAAF: Seorang warga menyampaikan permintaan maaf karena komentarnya di media sosial yang menganggap pasien meninggal di-covid-kan untuk mendapat keuntungan (18/1).

Sementara itu, Tim Surveilans Covid-19 RSUD dr Abdul Rivai, Dani Apriat Maja, mengatakan dirinya bersama tim medis lainnya sebenarnya tidak berharap banyak, selain meminta dukungan masyarakat. Baik itu dalam menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, maupun dukungan moril untuk tim medis yang berjuang di ruang isolasi.

“Teman-teman di ruang isolasi bekerja siang malam. Kami terpisah dari keluarga 24 jam, dengan segala risikonya. Sementara keluarga di rumah dihantui fitnah bahwa kami bekerja hanya untuk mendustai orang dan bekerja untuk mendapatkan keuntungan,” jelasnya. “Semua tulus ikhlas mengabdikan diri dalam mengurusi pandemi ini,” imbuhnya.

“Jadi fitnah orang yang tidak bertanggung jawab tersebut perlu diberikan pelajaran, karena komentarnya menyebabkan orang awam akhirnya lalai dan ragu, yang akhirnya ikut terjebak opini sesat,” keluhnya.

Dani berharap ini menjadi pembelajaran bersama jangan sampai terulang kembali. Jika tidak bersedia membantu, kata Dani, setidaknya jangan menjadi netizen yang mempengaruhi orang lain dengan kata yang menyesatkan dan memfitnah tenaga medis yang sudah berjuang. “Hampir 1 tahun kami hidup kurang normal, jangan dipikir semuanya bisa dibayar dengan uang,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi, mengatakan bahwa banyak masyarakat yang tidak paham mengenai penanganan Covid-19, sehingga berpendapat bahwa pasien meninggal dunia kemudian sengaja di-covid-kan untuk ladang bisnis. “Apa yang mau dijadikan ladang bisnis. Siapa yang diuntungkan jika pasien terpapar Covid-19 kemudian meninggal dunia. Tidak ada yang untung. Pasien Covid-19 Bukan Ladang Bisnis. Pemkab mengeluarkan uang Rp 10 juta untuk sekali pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal,” tegasnya.

Begitu juga dengan Dinkes, tidak merasa diuntungkan. Sekali pemakaman, pihaknya harus mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk membayar penggali kubur, peti jenazah, dan keperluan pemakaman lainnya. “Kami tidak merasa diuntungkan, saya harus membayar pemakaman, itu tidak murah,” ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 16 April 2021 19:35

Waspadai Bibit Siklon Tropis 94W

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi…

Jumat, 16 April 2021 19:35

Pemakaman Covid-19 Butuh Penerang

TANJUNG REDEB – Kondisi pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 di…

Jumat, 16 April 2021 19:33

Kenali Tingkatan Puasa agar Mencapai Shaumul Khususil Khusus

Masyarakat muslim mungkin banyak yang belum mengetahui tingkatan dalam puasa…

Kamis, 15 April 2021 20:50

Satgas Cek Penerapan Prokes di Masjid

TANJUNG REDEB – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten…

Kamis, 15 April 2021 20:43

Perusahaan Jangan Lupa Kewajiban

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)…

Kamis, 15 April 2021 20:42

Puasa Perkuat Iman, Momen Introspeksi Diri

Bulan Ramadan telah memasuki hari ketiga. Masyarakat muslim antusias melakukan…

Kamis, 15 April 2021 20:41

Pasien Covid-19 Meninggal, Keluarga sempat Memaksa

TANJUNG REDEB - Suasana tegang sempat terjadi di Rumah Sakit…

Rabu, 14 April 2021 21:26

Luas Lapangan Sudah Maksimal

TANJUNG REDEB – Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum…

Rabu, 14 April 2021 21:24

Prokes Harus Diterapkan

TANJUNG REDEB – Meski masih pandemi Covid-19, Pemkab Berau telah…

Rabu, 14 April 2021 21:21

Persembahkan untuk Warga Berau

TANJUNG REDEB - Berdasarkan hasil penilaian tim juri dan setelah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers