MANAGED BY:
JUMAT
05 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 19 Januari 2021 19:46
Covid-19, Harga Sawit Naik

GAPKI Berharap Ada Pabrik Olahan Sawit di Kaltim

Ilustrasi

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Timur, Azmal Ridwan, mengungkapkan, pandemi Covid-19 yang hampir setahun menyerang Kalimantan Timur tidak membuat harga kelapa sawit jatuh. Justru harga kelapa sawit cenderung mengalami kenaikan. “Tidak ada masalah, malah naik harganya,” kata Azmal.

Hal ini merujuk hasil tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Desember 2020 lalu, untuk perhitungan harga TBS pada periode Januari 2021, harga sawit umur di bawah 10 tahun ditepakan naik menjadi Rp 1.924,60 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 1.200 per Kg.

Ia mengungkapkan, memang dengan adanya pandemi ini, ada sedikit hambatan untuk operasional. Jika sebelumnya dalam setahun bisa beberapa kali mengirimkan Crude Palm Oil (CPO) ke Surabaya dan Jakarta, dengan adanya pandemi ini membuat pengiriman terhambat.

“Tapi operasional di kebun tidak ada masalah, hanya persoalan CPO yang menjadi masalah. Karena ketatnya peraturan protokol kesehatan untuk masuk ke suatu wilayah. Pemeriksaan ketat membuat kendaraan tertahan di pelabuhan,” ucapnya.

Azmal mengatakan, meskipun order CPO tidak dibatalkan oleh pemesan, namun waktu yang dibutuhkan lebih lama. Tetapi tidak berpengaruh pada kualitas CPO dikarekan setiap pengiriman selalu menggunakan pengatur temperatur. “Pasar terbesar sawit yakni Surabaya dan Jakarta,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, seharusnya pemerintah Kaltim bisa membuka peluang untuk investor masuk ke Kaltim, membuka perusahaan khusus mengelola CPO yang dihasilkan. Alasannya, jika semua produk yang berbasis sawit dikelola di Kaltim, tentu harganya akan lebih murah. Karena tidak ada ongkos kapal dan juga ongkos transportasi darat. “Tidak harus menunggu dari luar (Produk olahan dari CPO). Saya yakin, jika olahan tersebut masuk Kaltim, pasti harganya makin tinggi,” tutur Azmal.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 04 Maret 2021 20:31

640 Anggota TNI dan Polri Divaksin Covid-19

TANJUNG REDEB - Sebanyak 640 anggota TNI dan Polri di…

Kamis, 04 Maret 2021 20:31

Kasus Penjualan Aset PT BPL, Polisi Periksa Pemegang Saham

TANJUNG REDEB - Penjualan aset tanah PT Borneo Prapatan Lestari…

Kamis, 04 Maret 2021 20:30

Perizinan Miras Dilarang sejak 2005

TANJUNG REDEB – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut Peraturan…

Kamis, 04 Maret 2021 20:10

Kematian karena Covid-19 Sentuh Angka 64 Kasus, Berau Urutan Kelima di Kaltim

TANJUNG REDEB - Kasus kematian karena Covid-19 di Kabupaten Berau…

Kamis, 04 Maret 2021 20:08

Gudang Toko Sembako Terbakar

TANJUNG REDEB – Musibah kebakaran terjadi di kawasan Jalan Milono,…

Rabu, 03 Maret 2021 19:39

Pembangunan RS Tipe B Diprioritaskan

SELAIN penanganan Covid-19, pembangunan infrastruktur di bidang kesehatan juga jadi…

Rabu, 03 Maret 2021 19:37

Anggaran Penanganan Covid-19 Belum Final

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau berencana melakukan realokasi atau refocusing…

Rabu, 03 Maret 2021 19:32

Cegah Kepunahan Orangutan, BKSDA Kaltim Bangun Klinik di Kampung Tasuk

TANJUNG REDEB - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan…

Selasa, 02 Maret 2021 20:18

Soal Genangan di Sejumlah Ruas Jalan di Kota Ini, Ada Masalah pada Perencanaan

TANJUNG REDEB – Persoalan genangan air sehabis hujan di sejumlah…

Selasa, 02 Maret 2021 20:16

Sekolah Tatap Muka di Berau, Keputusan Ada di Kepala Daerah

TANJUNG REDEB - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers