MANAGED BY:
SABTU
08 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 25 Februari 2021 19:39
Mualaf Terus Bertambah, Berharap Dukungan Sesama Muslim

Mengunjungi Masjid Al Ikhlas, di Komunitas Adat Terpencil Kampung Birang

PERLU DUKUNGAN: Rusdin (kiri) dan Sapnu berharap ada dukungan donatur untuk pengembangan masjid di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Birang.

“Kami hanya berharap bantuan donatur. Kalau warga di sini, tidak bisa maksimal. Pekerjaan kami di sini hanya berkebun sayur-sayuran,” kata Rusdin, sekretaris Masjid Al Ikhlas, bersama Sapnu, yang juga sebagai pembina masjid.

Meski sederhana dan dari material kayu, namun urusan kebersihan boleh diacungi jempol. Begitu memasuki masjid, sama sekali tidak ada kesan kumuh. Sebaliknya, terlihat sangat bersih dan terawat. Di sisi kanan dari pintu masjid, terdapat rak yang menyiapkan mukena serta sarung, bagi musafir yang mungkin kebetulan mampir dan salat di sini. Bulu-bulu karpet yang terpasang juga masih terasa begitu lembut di kaki.

Sementara di bagian depan, terlihat mimbar untuk penceramah atau khotbah, juga terbuat dari kayu. Bagian dalam masjid ini dicat dengan dominasi warna polos. Semua tampak polos, karena belum ada sama sekali ornamen yang umumnya bisa dijumpai di masjid atau musala. Tidak ada lafaz Allah dan Muhammad. Belum ada juga kipas angin untuk membantu sirkulasi udara di dalam masjid berukuran sekitar 6 x 10 meter tersebut.  

Di lokasi ini, juga belum terjangkau listrik dari PLN. Karenanya, ada panel surya ukuran kecil, untuk sekadar menghidupkan sedikit lampu, juga untuk pengeras suara. Setidaknya, kumandang azan bisa terdengar di seluruh areal kampung di kawasan ini.

Menurut Rusdin, di perkampungan komunitas adat terpencil itu, memang tidak seluruhnya muslim. “Ya separuh muslim, separuhnya non muslim,” sebutnya. Umumnya, warga yang tinggal di lokasi ini dari suku Dayak Punan Basap. Suku Dayak Punan Basap ini, sebelumnya dikenal hidup nomaden, berpindah-pindah. Mereka hidup di gua-gua, di tengah hutan jauh dari keramaian. Karena alasan itulah, pemerintah kemudian membangunkan perkampungan di lokasi ini.

“Walaupun sudah diberi rumah, masih ada juga yang kadang kembali ke hutan, sampai berbulan-bulan,” kata Rusdin. Sebab, tidak mudah memberikan pemahaman kepada warga yang selama ini memang sudah terbiasa hidup dan menetap di hutan.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 07 Mei 2021 20:23

Warga Minta Wisata di Zona Hijau Diizinkan Buka

TANJUNG REDEB – Jelang Hari RayaIdulfitri, Pemerintah Kabupaten Berau berencana menutup…

Jumat, 07 Mei 2021 20:20

Penumpang Melonjak Jelang Larangan Mudik

TANJUNG REDEB – Suasana di Bandara Kalimarau, Berau, nampak lengang…

Jumat, 07 Mei 2021 20:17

Buang Perbedaan, Jauhi Sifat Angkuh

Di antara sifat orang beriman adalah senantiasa bercermin pada pengalaman…

Jumat, 07 Mei 2021 20:16

Minim Anggaran, Upayakan di APBD-P

TANJUNG REDEB – Minimnya alat pelindung diri para petugas pemadam…

Kamis, 06 Mei 2021 19:50

Ubah Kebiasaan Buruk, Tingkatkan Ketakwaan

Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat mulia dan istimewa. Sebab…

Kamis, 06 Mei 2021 19:49

Perketat Pengawasan Pelaku Perjalanan

TANJUNG REDEB - Polres Berau menggelar apel pasukan operasi ketupat…

Kamis, 06 Mei 2021 19:48

Tutup Pintu Masuk Berau, Tempat Wisata Ditutup, Pejabat dan ASN Dilarang Open House

TANJUNG REDEB – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melarang pejabat dan…

Kamis, 06 Mei 2021 19:47

Bocah 10 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai

TANJUNG REDEB – MZ, bocah 10 tahun, ditemukan oleh warga…

Rabu, 05 Mei 2021 20:19

Perbanyak Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan

Alhamdulillah, saat ini bulan Ramadan sudah memasuki 10 hari terakhir.…

Rabu, 05 Mei 2021 20:17

Puncak Musim Hujan Diprediksi Juni

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau memprediksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers