MANAGED BY:
SENIN
12 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 26 Februari 2021 20:25
Tambang Galian C Ada Celah Dialihkan ke Provinsi

Makmur Upayakan Solusi soal Izin Galian C

TERKENDALA IZIN: Aktivitas penambangan pasir masih terkendala izin. Kini perizinan tambang golongan C diambil alih pemerintah pusat.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB - Hingga kini perizinan tambang golongan C masih menjadi keluhan pelaku dan pengusaha galian C. Sebab, galian C yang perizinannya diambil alih pusat menjadi beban tersendiri. Hal ini pun mendapat perhatian Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK.

Makmur mengatakan akan mencarikan solusi terbaik untuk masalah ini. Dia mengaku akan segera bertemu dengan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, membahas masalah perizinan galian C yang dinilai memberatkan masyarakat, khususnya penambang pasir di Kabupaten Berau yang memanfaatkan alur sungai Segah dan Kelay. “Akan saya upayakan cari solusinya. Permasalahan ini akan saya bawa ke provinsi,” ujar Makmur.

Dikatakannya, saat ini kewenangan perizinan tambang golongan C memang diambil alih pemerintah pusat, sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Namun, dari koordinasi yang dilakukan dengan Pemkab Berau melalui Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), ada celah agar legalitas aktivitas pertambangan rakyat seperti galian C dialihkan ke provinsi.

“Saya sudah minta dengan Kepala DPMPTSP mempelajari pasal-pasal di undang-undang itu yang memungkinkan pelimpahannya ke provinsi. Itu nanti akan ditindaklanjuti di provinsi,” jelas mantan bupati Berau dua periode ini.

Seperti diketahui, aktivitas penambangan pasir di Kabupaten Berau terhenti karena terbentur izin. Pelaku usaha penambang pasir tidak bisa beroperasi karena belum mengantongi izin. Sementara jika harus mengurus ke pusat, memerlukan waktu cukup panjang.

Menurut Makmur, jika aktivitas penambangan pasir terhenti karena terbentur izin, dampak jangka panjangnya akan menghambat program pembangunan. Baik yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah. Selain itu, masyarakat sebagai konsumen material, juga mendapatkan dampak yang sama. “Pembangunan pasti terganggu. Karena materialnya, seperti pasir dan tanah urug tidak ada,” jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 11 April 2021 19:45

Jangan Ada Kesenjangan

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK, mengaku kerap…

Minggu, 11 April 2021 19:43

Banyak Belum Tahu, Sosialisasikan Perda Bantuan Hukum

TANJUNG REDEB - Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK, kembali menyosialisasikan…

Minggu, 11 April 2021 19:42

Ajukan Masuk RPJMD

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis, turut mengapresiasi dukungan…

Sabtu, 10 April 2021 19:41

Perketat Pengawasan, Tindak Tegas Pelanggar Prokes

TANJUNG REDEB – Meski pandemi Covid-19 belum tuntas, pemerintah telah…

Sabtu, 10 April 2021 19:40

Minta Suplai Normal Selama Ramadan

TANJUNG REDEB - Bupati Berau, Sri Juniarsih, melakukan peninjauan terhadap…

Sabtu, 10 April 2021 19:37

Vaksinasi Tidak Batalkan Puasa

TANJUNG REDEB - Program vaksinasi Covid-19 bakal terus dilakukan termasuk…

Jumat, 09 April 2021 19:43

Berharap Perbaikan Tuntas Tahun Ini

TANJUNG REDEB - Ketua DPRD Kalimantan Timur, Makmur HAPK, meninjau…

Jumat, 09 April 2021 19:42

Jatah Vaksin Belum Mencukupi Kebutuhan

KABUPATEN Berau kembali menerima kuota vaksin Sinovac sebanyak 4.700 dosis.…

Jumat, 09 April 2021 19:41

Prioritaskan Vaksinasi Guru

TANJUNG REDEB – Guru dan tenaga pendidik masuk kelompok prioritas…

Kamis, 08 April 2021 19:38

Antisipasi Narkoba dan Tindak Kriminal

TANJUNG REDEB - Petugas gabungan dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers