MANAGED BY:
SENIN
12 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 04 Maret 2021 20:30
Perizinan Miras Dilarang sejak 2005

Makmur: Kita Bersyukur Perpres Investasi Minuman Beralkohol Dicabut

Makmur HAPK

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut Peraturan Presiden Nomor 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, yang mengatur soal investasi di bidang industri minuman beralkohol. Aturan itu dicabut karena langsung menuai polemik dan penolakan.

Pencabutan peraturan soal investasi minuman beralkohol ini pun disambut baik sejumlah kalangan. Salah satunya Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK. Bahkan sejak dulu, saat menjabat bupati Berau, Makmur sudah menolak peredaran minuman beralkohol (minol) di Kabupaten Berau.

Dikatakannya, pada tahun 2005 silam, perizinan pengedaran minuman beralkohol atau minuman keras (miras) sudah menjadi pembahasan di Bumi Batiwakkal- sebuatan Kabupaten Berau. Saat itu, izin peredaran minuman beralkohol ingin di perpanjang. Namun, demi memikirkan masyarakat, dirinya tidak mengizinkan hal tersebut. “Dua tahun saya ‘dilema’ dengan perizinan miras. Namun tetap dengan pendirian saya, selama saya menjabat bupati, perizinan peredaran miras tidak saya tanda tangani,” ujarnya, Rabu (3/3).

Bahkan di masa kepemimpinannya, pada tahun 2009, Pemkab Berau mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2/2009 tentang Pelarangan Penjualan dan Peredaran Minuman Beralkohol. “Jadi untuk Kabupaten Berau soal perizinan peredaran miras sudah saya larang sejak 2005 lalu. Jadi terkait hal tersebut sebenarnya menjadi kebijakan dari pemerintah itu sendiri,” katanya.

Menurut Makmur, salah satu alasan tidak mengizinkan peredaran minuman beralkohol atau miras, karena memiliki banyak dampak negatif. Salah satunya kriminalitas. Dikatakannya, tidak bisa dipungkiri bahwa kejadian kriminal seperti perkelahian yang berujung pembunuhan, pelecehan, dan pencurian, tidak lepas dari pengaruh minuman beralkohol yang menjadikan oknum tersebut berani. “Dampak yang ditimbulkan dari alkohol itu sangat banyak. Salah satunya muncul kriminalitas,” ungkapnya.

Karena itu, ia sangat mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang mencabut Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur soal Investasi minuman beralkohol. “Hal ini menjadi perbincangan hangat di manapun. Tapi kita bersyukur bahwa Perpres Investasi Minuman Beralkohol sudah dicabut Presiden,” ujar Makmur.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 11 April 2021 19:45

Jangan Ada Kesenjangan

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK, mengaku kerap…

Minggu, 11 April 2021 19:43

Banyak Belum Tahu, Sosialisasikan Perda Bantuan Hukum

TANJUNG REDEB - Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK, kembali menyosialisasikan…

Minggu, 11 April 2021 19:42

Ajukan Masuk RPJMD

TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis, turut mengapresiasi dukungan…

Sabtu, 10 April 2021 19:41

Perketat Pengawasan, Tindak Tegas Pelanggar Prokes

TANJUNG REDEB – Meski pandemi Covid-19 belum tuntas, pemerintah telah…

Sabtu, 10 April 2021 19:40

Minta Suplai Normal Selama Ramadan

TANJUNG REDEB - Bupati Berau, Sri Juniarsih, melakukan peninjauan terhadap…

Sabtu, 10 April 2021 19:37

Vaksinasi Tidak Batalkan Puasa

TANJUNG REDEB - Program vaksinasi Covid-19 bakal terus dilakukan termasuk…

Jumat, 09 April 2021 19:43

Berharap Perbaikan Tuntas Tahun Ini

TANJUNG REDEB - Ketua DPRD Kalimantan Timur, Makmur HAPK, meninjau…

Jumat, 09 April 2021 19:42

Jatah Vaksin Belum Mencukupi Kebutuhan

KABUPATEN Berau kembali menerima kuota vaksin Sinovac sebanyak 4.700 dosis.…

Jumat, 09 April 2021 19:41

Prioritaskan Vaksinasi Guru

TANJUNG REDEB – Guru dan tenaga pendidik masuk kelompok prioritas…

Kamis, 08 April 2021 19:38

Antisipasi Narkoba dan Tindak Kriminal

TANJUNG REDEB - Petugas gabungan dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers