MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 16 April 2021 19:44
Gara-Gara Ada Sawit, Produksi Jagung Eka Sapta Terancam

Bakal Beralih ke Perkebunan Sawit

SENTRAL JAGUNG: Kampung Eka Sapta, Talisayan merupakan salah satu sentra produksi jagung yang ada di Kabupaten Berau.

TALISAYAN – Produksi jagung di Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan terancam beralih fungsi. Seiring dengan masyarakat setempat yang mulai melakukan penanaman sawit.

Padahal, kampung yang berada di wilayah pesisir ini, memiliki potensi lahan pertanian produksi jagung mencapai sekitar 400 Hektar.

Kepala Kampung Eka Sapta, Syamsul Arifin mengatakan, para petani di kampungnya saat ini menggunakan metodologi tumpang sari, dalam mengolah lahan pertanian. Yaitu mencampur tanaman jagung dengan tanaman sawit di satu lahan. Metode ini dianggap berpotensi dapat menggeser tanaman jagung dan digantikan sawit.

"Jadi jika ini dibiarkan, perlahan produksi tanaman jagung di kampung kami akan semakin menurun," ungkapnya.

Saat ini, ia menyebut masyarakat memang dapat menikmati hasil panen dua jenis tanaman dalam satu lahan. Namun, ke depannya tentu masyarakat hanya menikmati satu tanaman saja, karena tanaman lain mulai mati akibat dominasi pertumbuhan di lahan tersebut.

Karena itu, untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya mencoba memberikan pemahaman kepada masyarakat, sebagai upaya mencegah potensi menurunnya pertanian jagung di kampungnya.

"Apalagi harga jagung saat ini di angka sekitar Rp 3 ribu, tentu ini angka yang sangat baik bagi para petani. Harga jagung 1 tahun terakhir sudah mulai stabil," jelasnya.

Lanjutnya, pemerintah kampung juga tengah mempersiapkan lahan milik pemerintah daerah, agar dapat diolah menjadi lahan produktif produksi jagung. Sehingga, jika lahan milik masyarakat mulai beralih fungsi, menjadi lahan kelapa sawit. Maka lahan tersebut yang menjadi solusi mempertahankan produksi jagung di Kampung Eka Sapta.

Hanya saja, dalam prosesnya ia masih terkendala penentuan lokasi lahan. Lantaran belum ditetapkannya tapal batas antara Kampung Eka Sapta dengan kampung sekitar.

"Kami masih menunggu penetapan dari pemerintah terkait tapal batas, setelah itu kami tentukan lokasi lahan yang akan digarap oleh masyarakat," tutupnya. (*/uga/arp)

 


BACA JUGA

Rabu, 13 Oktober 2021 18:59

Situasi Kritis..?? Cadangan Beras di Kabupaten Ini Tersisa 4.750 Ton

TANJUNG REDEB – Hingga Agustus 2021, cadangan beras di Bumi…

Senin, 04 Oktober 2021 21:31

Produksi Beras Naik, Jagung Turun

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau menargetkan…

Rabu, 29 September 2021 19:16

Lirik Pemuda untuk Tingkatkan Pertanian

TANJUNG REDEB – Budi daya pertanian di Berau, masih kurang…

Rabu, 29 September 2021 19:10

Ekspor Ikan Masih Terhambat Pandemi

TANJUNG REDEB - Berau memiliki potensi perikanan yang besar, bahkan…

Rabu, 08 September 2021 17:13

Perbankan Dituntut Bantu Pemkab

TANJUNG REDEB – Mempertahankan adipura yang sudah diraih tahun 2018…

Jumat, 06 Agustus 2021 19:45

Dorong UMKM, Ciptakan Hilirisasi Perikanan

TANJUNG REDEB – Melimpahnya hasil perikanan di Berau, tak sejalan…

Rabu, 04 Agustus 2021 20:03

PPKM, Distribusi Logistik Tetap Lancar

TANJUNG REDEB – Tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Berau membuat…

Rabu, 07 Juli 2021 21:32

Ajak UMKM Bangkit lewat Medsos

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih, mengajak para pelaku…

Selasa, 22 Juni 2021 20:04

Stok Menipis, Harga Cabai di Sini Meroket Lagi

TELUK BAYUR – Harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji…

Minggu, 20 Juni 2021 20:09

Harga Lada Anjlok, Petani Resah, Ada yang Terpaksa Jual Ladang

TANJUNG REDEB - Petani di sentra perkebunan lada Kampung Merancang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers