MANAGED BY:
JUMAT
27 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KALTIM | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 18 April 2021 19:43
Biaya Sendiri, Harumkan Nama Daerah

Batik Berau Juara Icon Pesona Batik Nusantara 2021

TAMPILKAN BATIK BERAU: Ahmad Roby Prayoga tampil dalam ajang Pesona Batik Nusantara 2021 dengan motif dan batik khas Berau.

TANJUNG REDEB – Batik Berau dengan motif Keraton Gunung Tabur, tampil dalam Ajang Pesona Batik Nusantara 2021 di Jakarta pada 2-5 April lalu. Batik Berau tersebut dikenakan peserta dari Berau, Ahmad Roby Prayoga, yang akhirnya berhasil mengharumkan nama Kabupaten Berau.

Ahmad Roby Prayoga berhasil meraih juara Icon Pesona Batik Nusantara 2021, dengan mengenakan atasan batik dilukis tangan dan bawahan batik dari Lapau Putri Maluang Batik.

Dijelaskannya, untuk motif baju bagian depannya, dia terinspirasi dari motif Dayak dan keindahan bawah laut. Karena itu, ada beberapa motif ubur-ubur dan tanaman ganggang air. Menurutnya, ketika dia melukis ide tersebut, dia mengingat keindahan dan pesona bawah laut Kepulauan Derawan. Sedangkan bagian belakang, terinspirasi dari burung Enggang khas Kalimantan Timur. “Semua ide tersebut dilukis tangan seadanya. Karena untuk menjahit cukup mahal, makanya saya cari ide untuk lukis tangan saja,” ungkapnya, Sabtu (17/4).

Sedangkan untuk bawahannya, Yoga –sapaan akrabnya- menggunakan batik dengan motif Keraton Gunung Tabur. Dijelaskannya, dipilihnya motif tersebut agar mendapatkan filosofi Kabupaten Berau sejak dahulu kala. “Punya filosofi zaman dahulunya Berau terbentuk,” katanya.

Yoga mengakui bahwa dia memilih Lapau Putri Maluang Batik dikarenakan batik yang dihasilkan lebih unik. Terlebih ketika memilih, batik motif Keraton Gunung Tabur tersebut dapat mewakili Kabupaten Berau lebih jelas.

Setelah mengikuti ajang ini, Yoga berharap untuk generasi muda dapat jadi diri sendiri dan percaya diri dengan apa yang dimiliki. “Saya sendiri jujur mengikuti ajang ini untuk membawa nama Kabupaten Berau agar lebih dikenal,” ujarnya.

“Karena biaya sendiri mulai dari awal persiapan hingga akhir, saya berharap untuk ke depannya pemerintah kabupaten dapat mendukung generasi muda yang ingin membawa nama Berau dalam ajang apapun,” pungkasnya.

Sementara itu, pemilik Lapau Putri Maluang Batik, Putri Arofah mengatakan, bahwa motif batik yang dibuat memang khas untuk daerah Kabupaten Berau. Biasanya, dalam waktu seminggu sampai sebulan, pihaknya dapat membuat satu motif baru. “Kalau tulis memakan waktu 4 sampai 5 hari, sedangkan cap bisa membutuhkan 7 sampai 10 hari,” ungkapnya.

Batik motif Keraton Gunung Tabur tersebut, dibuat dengan melakukan kunjungan terlebih dahulu ke Keraton Gunung Tabur untuk penambahan ide. Pihaknya pun telah meminta izin kepada pihak Keraton Gunung Tabur untuk menjadikannya motif batik.

Dijelaskannya, filosofi dari motif batik tersebut menggambarkan salah satu tempat penting di Kabupaten Berau, sedangkan motif guci melambangkan penampungan air dimana menandakan bahwa Keraton Gunung Tabur sangat sejuk dan adem.

Lanjutnya, motif tombak melambangkan keamanan, dimana Keraton harus punya benteng diri terutama benteng untuk Kabupaten Berau. sedangkan motif kalung dan mahkota yang menandakan sebagai perhiasan warga Berau ketika ada acara atau pesta. “Kami juga menambahkan ikon penyu sebagai lambang Kabupaten Berau yang paling khas,” ujarnya.

Untuk warna, dipilih kuning yang melambangkan warna khas Keraton Gunung Tabur. Menurutnya sengaja dibuat dengan lebih kalem sebagai bentuk emas berkilau. Untuk warna hitamnya melambangkan kekayaan alam batu bara, dan warna merah putih melambangkan Indonesia, dimana Kabupaten Berau merupakan salah satu kota di Indonesia. “Untuk motif ini, kami gunakan teknik tulis dan cap,” jelasnya.

Ke depannya, lanjut Putri, pihaknya bersama kelompok pembatik Kabupaten Berau tengah mempersiapkan desain atau motif untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Berau. Dia berharap bahwa budaya memakai batik lokal khas Berau semakin meningkat. “Ini sekaligus untuk membangun Kabupaten Berau, karena batik yang digunakan dari Berau untuk Berau. Siapa lagi yang mencintai produk kami jika bukan masyarakat Berau,” pungkasnya. (*/adf/har)


BACA JUGA

Jumat, 27 Januari 2023 01:41

Bupati Paparkan Potensi Wisata Berau

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Berau tiada henti-hentinya membangun jejaring guna…

Jumat, 27 Januari 2023 01:40

Olah TKP Terkendala Cuaca

TANJUNG REDEB - Hujan yang terjadi sepanjang hari kemarin (26/1)…

Kamis, 26 Januari 2023 16:03

Tidak Ada Kenaikan Iuran

TANJUNG REDEB – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan…

Kamis, 26 Januari 2023 16:02

Astuti Tiba di Berau

TANJUNG REDEB – Orangutan dari Manado berjenis kelamin betina yang…

Kamis, 26 Januari 2023 16:02

44,05 Gram Sabu Diblender

TANJUNG REDEB – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau musnahkan…

Kamis, 26 Januari 2023 15:57

Terima Laporan, Polisi Mulai Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim…

Rabu, 25 Januari 2023 01:33

Tinggalkan Kesan Baik, Terus Tingkatkan Sinergi

Pisah sambut Kepala KUPP Tanjung Redeb dari Hotman Siagian kepada…

Rabu, 25 Januari 2023 01:31

Dua Pelaku Terancam Pidana 15 Tahun

TANJUNG REDEB – Kasus pencabulan kembali diungkap jajaran Polres Berau,…

Rabu, 25 Januari 2023 01:30

Kebut Peningkatan Status Kampung Mapulu

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah berupaya meningkatkan…

Selasa, 24 Januari 2023 01:20

Terumbu Karang yang Rusak dan Mencari Ikan Tak Lagi Mudah

Bertarung ombak, bertaruh dengan cuaca, tapi hasil tak lagi seberapa.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers