MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 20 April 2021 19:57
Petani Lada Beralih ke Sawit
Ilustrasi

BATU PUTIH – Minat masyarakat di Kecamatan Batu Putih dalam menanam lada semakin menurun. Hal itu diutarakan salah satu petani lada, Hartono, karena satu per satu temannya mulai beralih menanam sawit karena dinilai lebih menjanjikan.

"Kalau sawit ini setiap bulannya bisa panen dua kali, jadi mereka setiap bulannya bisa menuai hasil, sedangkan lada hanya dapat dipanen satu tahun satu kali," ujarnya pada Berau Post, Senin (19/4).

Selain itu, nilai jual yang tak kunjung kembali ke harga normal menjadi faktor utama masyarakat tak segan untuk berpaling. Saat ini harga jual lada tak menggiurkan lagi seperti dua tahun lalu yang per kilogramnya dihargai Rp 100 ribu.

"Tapi harganya saat ini juga tidak seburuk sebelumnya yang sempat hanya Rp 35 ribu per kilogram. Sekarang sekitar Rp 50 ribu," jelasnya.

Agar tidak merugi karena harga jual yang rendah, dirinya bersama petani lada lain yang masih bertahan terpaksa mengurangi biaya perawatan, di antaranya membiarkan tanamannya berbuah tanpa dibantu dengan pupuk yang dapat memaksimalkan hasil panen nantinya.

Jelasnya, dari satu hektare lahan tanpa pemupukan hanya mampu memproduksi kurang lebih 400 kilogram saja per tahunnya, sementara jika dibantu dengan pemupukan, satu hektarenya mampu memproduksi hingga 800 kilogram setiap tahunnya.

"Dengan harga segitu (Rp 50 ribu, red) kami malah lebih rugi kalau melakukan pemupukan. Selain biaya yang dikeluarkan cukup besar, juga membutuhkan tenaga yang lebih," sebutnya.

Semakin rendahnya produksi lada juga disadari salah satu pengepul, Rudi. Jika biasanya dia bisa menerima 10 ton per bulannya dari petani di Kecamatan Talisayan dan Batu Putih, kini hanya 5 ton saja.

"Memang banyak beralih ke tanaman sawit, karena harga sawit cukup baik, sedangkan harga sahang (lada, red) masih stagnan di angka Rp 50 ribu per kilogramnya," tutupnya. (*/uga/sam)


BACA JUGA

Rabu, 13 Oktober 2021 18:59

Situasi Kritis..?? Cadangan Beras di Kabupaten Ini Tersisa 4.750 Ton

TANJUNG REDEB – Hingga Agustus 2021, cadangan beras di Bumi…

Senin, 04 Oktober 2021 21:31

Produksi Beras Naik, Jagung Turun

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau menargetkan…

Rabu, 29 September 2021 19:16

Lirik Pemuda untuk Tingkatkan Pertanian

TANJUNG REDEB – Budi daya pertanian di Berau, masih kurang…

Rabu, 29 September 2021 19:10

Ekspor Ikan Masih Terhambat Pandemi

TANJUNG REDEB - Berau memiliki potensi perikanan yang besar, bahkan…

Rabu, 08 September 2021 17:13

Perbankan Dituntut Bantu Pemkab

TANJUNG REDEB – Mempertahankan adipura yang sudah diraih tahun 2018…

Jumat, 06 Agustus 2021 19:45

Dorong UMKM, Ciptakan Hilirisasi Perikanan

TANJUNG REDEB – Melimpahnya hasil perikanan di Berau, tak sejalan…

Rabu, 04 Agustus 2021 20:03

PPKM, Distribusi Logistik Tetap Lancar

TANJUNG REDEB – Tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Berau membuat…

Rabu, 07 Juli 2021 21:32

Ajak UMKM Bangkit lewat Medsos

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih, mengajak para pelaku…

Selasa, 22 Juni 2021 20:04

Stok Menipis, Harga Cabai di Sini Meroket Lagi

TELUK BAYUR – Harga cabai tiung di Pasar Sanggam Adji…

Minggu, 20 Juni 2021 20:09

Harga Lada Anjlok, Petani Resah, Ada yang Terpaksa Jual Ladang

TANJUNG REDEB - Petani di sentra perkebunan lada Kampung Merancang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers