MANAGED BY:
JUMAT
07 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 04 Mei 2021 20:17
Bisa Disanksi Penutupan Tempat Praktik

Jika Ada Faskes Gunakan Alat Rapid Antigen Bekas

RAPID ANTIGEN: Petugas kesehatan di salah satu klinik melakukan pemeriksaan atau tes antigen sebagai salah satu syarat bepergian keluar daerah.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Penggunaan alat rapid tes antigen bekas pakai atau daur ulang yang ramai diperbincangkan jadi perhatian serius  Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning. Dia menegaskan akan menindak tegas siapapun yang nekat menjual atau memanfaatkan alat rapid antigen bekas untuk keuntungan pribadi.

Dikatakannya, meski hingga saat ini belum ada laporan atau temuan penggunaan alat rapid antigen bekas, namun hal ini perlu jadi perhatian serius. Bahkan pihaknya telah menempatkan orang-orang khusus untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) yang melakukan pemeriksaan antigen sebagai salah satu syarat untuk bepergian.

“Sementara penggunaan alat rapid antigen bekas di Berau belum ada temuan. Tapi penggunaan surat keterangan hasil antigen palsu, sudah ada temuan dan diamankan empat pelaku. Maka dari itu saya pastikan tidak akan memberi toleransi jika ada temuan,” tegasnya, kemarin (3/5).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi menuturkan, pada dasarnya semua puskesmas, laboratorium, klinik dan fasilitas kesehatan  berizin bisa mengeluarkan hasil rapid antigen, namun harus sesuai prosedur. Ia juga menegaskan, sampai saat ini belum ada laporan atau temuan pemakaian alat rapid antigen bekas. “Untuk puskesmas belum dilakukan pemeriksaan atau mengeluarkan surat antigen,” katanya.

Ia menuturkan, penggunaan alat tes antigen bekas yang berulang-ulang dapat menimbulkan penularan Covid-19 di tengah masyarakat. Karena itu, jika ada temuan, maka pelaku tidak menghargai kerja keras Pemkab Berau bersama Satgas Covid-19 yang telah bekerja menekan angka penyebaran Covid-19 selama setahun terakhir. “Artinya kerja keras tim Satgas Covid-19 tidak dihargai sama sekali karena mau untung yang besar,” jelasnya.

Ia menjelaskan, rapid antigen sangat penting mengingat tes tersebut digunakan sebagai penjaring untuk mencegah orang yang terpapar Covid-19. Karena itu, pihaknya telah menyiapkan sanksi apabila ditemukan PKM atau laboratorium yang nekat menggunakan alat rapid antigen palsu. Sanksi terberatnya yakni penutupan tempat praktik.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 06 Mei 2021 19:50

Ubah Kebiasaan Buruk, Tingkatkan Ketakwaan

Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat mulia dan istimewa. Sebab…

Kamis, 06 Mei 2021 19:49

Perketat Pengawasan Pelaku Perjalanan

TANJUNG REDEB - Polres Berau menggelar apel pasukan operasi ketupat…

Kamis, 06 Mei 2021 19:48

Tutup Pintu Masuk Berau

TANJUNG REDEB – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melarang pejabat dan…

Kamis, 06 Mei 2021 19:47

Bocah 10 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai

TANJUNG REDEB – MZ, bocah 10 tahun, ditemukan oleh warga…

Rabu, 05 Mei 2021 20:19

Perbanyak Ibadah di 10 Hari Terakhir Ramadan

Alhamdulillah, saat ini bulan Ramadan sudah memasuki 10 hari terakhir.…

Rabu, 05 Mei 2021 20:17

Puncak Musim Hujan Diprediksi Juni

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau memprediksi…

Rabu, 05 Mei 2021 20:16

Rumah Permanen Nyaris Terbakar

TANJUNG REDEB – Satu unit rumah di RT 8 Gang…

Selasa, 04 Mei 2021 20:20

Minta Perusahaan Patuh

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah membuka Posko…

Selasa, 04 Mei 2021 20:19

Makna Nuzulul Quran dan Keutamaannya

Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya Alquran pada malam 17 Ramadan…

Selasa, 04 Mei 2021 20:18

Prioritaskan Vaksinasi Guru sebelum Tatap Muka

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Pendidikan Berau, Murjani, berharap program…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers