MANAGED BY:
SENIN
25 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 07 Juni 2021 19:40
Kerap Dianggap Tak Loyal, Kritis untuk Melindungi Atasan

Mengenang Syamsul Abidin dari Kebersamaannya dengan Makmur HAPK

PENUH KENANGAN: Almarhum Syamsul Abidin (kanan) bersama Edy Djumantara, saat bersantai di kediaman Makmur HAPK di Jalan Mawar, Tanjung Redeb, beberapa waktu lalu.

Sejak berpulangnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Syamsul Abidin, membuat Ketua DPRD Kaltim MakmurHAPK kehilangan salah satu sahabat terbaiknya. Lalu bagaimana sosok almarhum di mata bupati Berau dua periode itu?

ARTA KUSUMA YUNANDA, Tanjung Redeb

SUDAH enam hari sejak Syamsul Abidin mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (1/6) lalu, Makmur masih terniang berbagai kenangan bersama almarhum.

Saat tengah bersantai usai santap siang di kediamannya kemarin (6/6), Makmur kembali bercerita momen-momen kebersamaannya dengan Syamsul Abidin, termasuk mengenai perjalanan karier kepegawaian salah satu putra terbaik Berau tersebut.

Menurut Makmur, Syamsul Abidin adalah salah satu aparatur sipil negara (ASN) terbaik yang dimiliki Pemkab Berau. Makanya, ujar Makmur, almarhum adalah salah satu ASN yang pernah menduduki sekitar delana jabatan eselon IIb. Mulai dari asisten, staf ahli, dan terakhir DPMPTSP.

Bahkan ujar Makmur, Syamsul Abidin sebenarnya sangat layak untuk menduduki posisi sekretaris kabupaten (Sekkab) Berau. Sebab sejak dirinya masih menjabat wakil bupati, hingga menjadi bupati dua periode, nama Syamsul Abidin selalu masuk dalam bursa calon sekkab.

Diceritakannya, pada masa kepemimpinan almarhum Masdjuni dan dirinya sebagai wakil bupati, sempat dilakukan pemilihan sekkab yang melalui tahap seleksi. Saat itu, muncul tiga nama, yakni Ibnu Sina Ashari, Jonie Marhansyah, dan Syamsul Abidin. Di antara tiga nama itu, Syamsul Abidin dianggap paling junior. “Hasil tes almarhum bagus. Cuma karena saat itu beliau paling junior, dan ada juga suara-suara dari kalangan pegawai eselon II lain yang menganggapnya belum layak, makanya almarhum belum dipilih. Karena kariernya masih sangat panjang,” kata Makmur bercerita.

Kebesaran hati dan kesabaran kembali ditunjukkan almarhum saat Ibnu Sina akan pensiun. Makmur yang kala itu sudah menjabat sebagai bupati, kembali membuka tes bagi pejabat eselon IIB untuk menjadi sekretaris kabupaten. Dan lagi-lagi, nama Syamsul Abidin dan Jonie Marhansyah yang masuk dalam penjaringannya. “Nilai almarhum juga sangat tinggi saat itu. Tapi lagi-lagi, karena Pak Jonie kami anggap lebih senior, dan kami perhitungkan bahwa setelah Pak Jonie pensiun, maka itulah saat bagi almarhum untuk menjadi sekda, makanya kami beri pemahaman untuk bersabar dulu, dan almarhum juga memahaminya,” terang Makmur.

Bahkan, setelah prosesi penjaringan Sekkab Berau tersebut, hubungan Makmur dan almarhum semakin dekat. Bukan sekadar sebagai pegawai dan atasannya saja, tapi juga sebagai teman.

Sayangnya, ketika Jonie sudah memasuki masa purna tugas dan Makmur sudah tak lagi menjabat sebagai bupati, Syamsul Abidin kembali kurang beruntung saat mengikuti seleksi pemilihan Sekkab Berau. Padahal dari informasi yang diterimanya, saat mengikuti tes almarhum kembali memperoleh nilai tertinggi.

“Itulah salah satu kehebatan almarhum. Walau dikenal tegas, tapi beliau sangat sabar. Bahkan bisa dikatakan rela berkorban,” terang Makmur.   

Selain dikenal sabar dan mau berkorban, almarhum di mata Makmur adalah figur yang cerdas dan berani menyampaikan pendapatnya walau bertentangan dengan atasannya.

Sebagi bagi almarhum, lanjut Makmur, ketegasan dan keberaniannya untuk menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan pemikiran atasannya, semata-mata untuk kebaikan bupati maupun wakil bupati sebagai atasan, agar kebijakan yang diambil tidak melenceng dari aturan.

“Itulah almarhum. Berani di atas kebenaran,” katanya. Bahkan, lanjut Makmur, pernah almarhum harus dianggap tidak loyal kepada bupati, karena menolak untuk menerbitkan izin perkebunan di atas lahan tambang yang diperintahkan bupati. “Karena almarhum memang tidak mau bupatinya salah mengambil keputusan,” ujarnya. 

Dalam rapat-rapat kepegawaian, almarhum juga sangat kritis dalam menyampaikan pendapatnya. “Beliau itu berani bicara apa adanya di depan bupati. Biar beda pendapat. Karena memang beliau menguasai aturan,” jelasnya.

Makanya, terkadang almarhum dianggap sebagai pejabat yang tidak loyal. Bahkan pernah merasa sangat tidak dihargai, karena ketika baru beberapa hari diberi amanah sebagai pelaksana tugas sebagai salah satu asisten, tanpa pemberitahuan apapun sudah diganti oleh pejabat lainnya.

Karena pergantian tidak disampaikan kepada yang bersangkutan, almarhum yang sempat curhat kepada Makmur, mengaku sampai dibuat malu. Sebab dalam satu kesempatan, almarhum yang merasa masih diberi amanah sebagai pelaksana tugas asisten, hadir dan turut memimpin sebuah rapat. Namun saat itu juga, ternyata hadir pelaksana tugas asisten yang baru ditunjuk bupati untuk menggantikannya.

“Hari itu juga, beliau datang ke rumah, curhat sampai keluar air mata beliau. Bukan karena gila jabatan, tapi beliau merasa seperti dipermalukan di depan para pegawai yang lain,” ungkap Makmur.

“Terus terang, beliau sudah beberapa kali menemui saya dan mengatakan bahwa sudah dua kali kecewa. Pertama mengani seleksi sekda dan terakhir soal Plt. Karena dalam SK  Plt itu, menyebutkan masa jabatannya selesai sampai ada pejabat definitif,” sambungnya.

Jadi ujar Makmur, yang paling disesalkan almarhum adalah cara pemerintah memperlakukan dirinya. “Saya sangat kehilangan sosok putra daerah yang terbaik saat ini, semoga keluarga yang ditinggalkan bisa menerima dengan ikhlas kepergian almarhum,” tandasnya. (*/udi)

Ist

PENUH KENANGAN: Almarhum Syamsul Abidin (kanan) bersama Edy Djumantara, saat bersantai di kediaman Makmur HAPK di Jalan Mawar, Tanjung Redeb, beberapa waktu lalu.

 

Mengenang Syamsul Abidin dari Kebersamaannya dengan Makmur HAPK =sub

Kerap Dianggap Tak Loyal, Kritis untuk Melindungi Atasan 

Sejak berpulangnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Syamsul Abidin, membuat Ketua DPRD Kaltim MakmurHAPK kehilangan salah satu sahabat terbaiknya. Lalu bagaimana sosok almarhum di mata bupati Berau dua periode itu?

ARTA KUSUMA YUNANDA, Tanjung Redeb

Sudah enam hari sejak Syamsul Abidin mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (1/6) lalu, Makmur masih terniang berbagai kenangan bersama almarhum.

Saat tengah bersantai usai santap siang di kediamannya kemarin (6/6), Makmur kembali bercerita momen-momen kebersamaannya dengan Syamsul Abidin, termasuk mengenai perjalanan karier kepegawaian salah satu putra terbaik Berau tersebut.

Menurut Makmur, Syamsul Abidin adalah salah satu aparatur sipil negara (ASN) terbaik yang dimiliki Pemkab Berau. Makanya, ujar Makmur, almarhum adalah salah satu ASN yang pernah menduduki sekitar delana jabatan eselon IIb. Mulai dari asisten, staf ahli, dan terakhir DPMPTSP.

Bahkan ujar Makmur, Syamsul Abidin sebenarnya sangat layak untuk menduduki posisi sekretaris kabupaten (Sekkab) Berau. Sebab sejak dirinya masih menjabat wakil bupati, hingga menjadi bupati dua periode, nama Syamsul Abidin selalu masuk dalam bursa calon sekkab.

Diceritakannya, pada masa kepemimpinan almarhum Masdjuni dan dirinya sebagai wakil bupati, sempat dilakukan pemilihan sekkab yang melalui tahap seleksi. Saat itu, muncul tiga nama, yakni Ibnu Sina Ashari, Jonie Marhansyah, dan Syamsul Abidin. Di antara tiga nama itu, Syamsul Abidin dianggap paling junior. “Hasil tes almarhum bagus. Cuma karena saat itu beliau paling junior, dan ada juga suara-suara dari kalangan pegawai eselon II lain yang menganggapnya belum layak, makanya almarhum belum dipilih. Karena kariernya masih sangat panjang,” kata Makmur bercerita.

Kebesaran hati dan kesabaran kembali ditunjukkan almarhum saat Ibnu Sina akan pensiun. Makmur yang kala itu sudah menjabat sebagai bupati, kembali membuka tes bagi pejabat eselon IIB untuk menjadi sekretaris kabupaten. Dan lagi-lagi, nama Syamsul Abidin dan Jonie Marhansyah yang masuk dalam penjaringannya. “Nilai almarhum juga sangat tinggi saat itu. Tapi lagi-lagi, karena Pak Jonie kami anggap lebih senior, dan kami perhitungkan bahwa setelah Pak Jonie pensiun, maka itulah saat bagi almarhum untuk menjadi sekda, makanya kami beri pemahaman untuk bersabar dulu, dan almarhum juga memahaminya,” terang Makmur.

Bahkan, setelah prosesi penjaringan Sekkab Berau tersebut, hubungan Makmur dan almarhum semakin dekat. Bukan sekadar sebagai pegawai dan atasannya saja, tapi juga sebagai teman.

Sayangnya, ketika Jonie sudah memasuki masa purna tugas dan Makmur sudah tak lagi menjabat sebagai bupati, Syamsul Abidin kembali kurang beruntung saat mengikuti seleksi pemilihan Sekkab Berau. Padahal dari informasi yang diterimanya, saat mengikuti tes almarhum kembali memperoleh nilai tertinggi.

“Itulah salah satu kehebatan almarhum. Walau dikenal tegas, tapi beliau sangat sabar. Bahkan bisa dikatakan rela berkorban,” terang Makmur.   

Selain dikenal sabar dan mau berkorban, almarhum di mata Makmur adalah figur yang cerdas dan berani menyampaikan pendapatnya walau bertentangan dengan atasannya.

Sebagi bagi almarhum, lanjut Makmur, ketegasan dan keberaniannya untuk menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan pemikiran atasannya, semata-mata untuk kebaikan bupati maupun wakil bupati sebagai atasan, agar kebijakan yang diambil tidak melenceng dari aturan.

“Itulah almarhum. Berani di atas kebenaran,” katanya. Bahkan, lanjut Makmur, pernah almarhum harus dianggap tidak loyal kepada bupati, karena menolak untuk menerbitkan izin perkebunan di atas lahan tambang yang diperintahkan bupati. “Karena almarhum memang tidak mau bupatinya salah mengambil keputusan,” ujarnya. 

Dalam rapat-rapat kepegawaian, almarhum juga sangat kritis dalam menyampaikan pendapatnya. “Beliau itu berani bicara apa adanya di depan bupati. Biar beda pendapat. Karena memang beliau menguasai aturan,” jelasnya.

Makanya, terkadang almarhum dianggap sebagai pejabat yang tidak loyal. Bahkan pernah merasa sangat tidak dihargai, karena ketika baru beberapa hari diberi amanah sebagai pelaksana tugas sebagai salah satu asisten, tanpa pemberitahuan apapun sudah diganti oleh pejabat lainnya.

Karena pergantian tidak disampaikan kepada yang bersangkutan, almarhum yang sempat curhat kepada Makmur, mengaku sampai dibuat malu. Sebab dalam satu kesempatan, almarhum yang merasa masih diberi amanah sebagai pelaksana tugas asisten, hadir dan turut memimpin sebuah rapat. Namun saat itu juga, ternyata hadir pelaksana tugas asisten yang baru ditunjuk bupati untuk menggantikannya.

“Hari itu juga, beliau datang ke rumah, curhat sampai keluar air mata beliau. Bukan karena gila jabatan, tapi beliau merasa seperti dipermalukan di depan para pegawai yang lain,” ungkap Makmur.

“Terus terang, beliau sudah beberapa kali menemui saya dan mengatakan bahwa sudah dua kali kecewa. Pertama mengani seleksi sekda dan terakhir soal Plt. Karena dalam SK  Plt itu, menyebutkan masa jabatannya selesai sampai ada pejabat definitif,” sambungnya.

Jadi ujar Makmur, yang paling disesalkan almarhum adalah cara pemerintah memperlakukan dirinya. “Saya sangat kehilangan sosok putra daerah yang terbaik saat ini, semoga keluarga yang ditinggalkan bisa menerima dengan ikhlas kepergian almarhum,” tandasnya. (*/udi)

 


BACA JUGA

Minggu, 24 Oktober 2021 19:21

Vaksinator Belum Terima Honor, Ternyata Ini yang Ditunggu

TANJUNG REDEB – Pemerintah terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat.…

Minggu, 24 Oktober 2021 19:20

28 Kampung Mau Pilih Pimpinan, Siap Kalah, Siap Menang

SEBANYAK 74 calon kepala kampung periode 2021-2027 menggelar deklarasi damai…

Minggu, 24 Oktober 2021 19:19

Ingat Ya...!! Jangan Main-Main dengan ADK

TANJUNG REDEB - Sebanyak 74 calon dari 28 kampung, akan…

Sabtu, 23 Oktober 2021 19:51

CATAT YA..!! Cuma Ada 30 WNA Kantongi Izin Tinggal di Berau

TANJUNG REDEB — Kepala Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung…

Sabtu, 23 Oktober 2021 19:49

Percepatan Vaksinasi, Pemkab Gandeng Berbagai Pihak

TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya melakukan percepatan…

Sabtu, 23 Oktober 2021 19:45

Perlawanan Makmur Sah-Sah Saja

TANJUNG REDEB - Pernyataan Sekretaris DPD Golkar Kaltim, Husni Fahruddin,…

Sabtu, 23 Oktober 2021 19:44

Perbaikan Diusulkan Tiap Tahun

TANJUNG REDEB - Rusaknya ruas Jalan Kemakmuran, RT 20, Limunjan,…

Jumat, 22 Oktober 2021 19:54

2022, Berau Bisa PTM 100 Persen

TANJUNG REDEB – Dinas Pendidikan Berau optimistis seluruh sekolah jenjang…

Jumat, 22 Oktober 2021 19:53

74 Calon Bersaing di Pilkakam

TANJUNG REDEB - Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) di Kabupaten Berau,…

Jumat, 22 Oktober 2021 19:51

Dua Tahap dengan Skema Tahun Jamak

TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) tipe B…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers