MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 07 Juni 2021 19:54
Sawit Mulai ‘Geser’ Jagung di Eka Sapta
BERKURANG: Hasil panen jagung petani di Kampung Eka Sapta mulai berkurang.

TALISAYAN – Hingga kini Kampung Eka Sapta masih menyandang status sebagai kampung dengan produksi jagung terbesar di Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau.

Sayangnya diakui Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kampung Eka Sapta Ita, hal itu mulai terancam, hasil panen para petani setiap tahunnya pun bukannya bertambah justru semakin turun.

Hal itu disebutnya karena adanya metodologi penanaman tumpang sari, di mana petani tidak hanya menanam jagung saja di lahan miliknya, tapi mencampurnya dengan tanaman sawit.

Nilai jual sawit dan lebih mudahnya untuk dirawat, membuat sudah 50 persen lahan pertanian jagung warga di sana sudah beralih fungsi.

"Karena memang panen sawit dapat dilakukan setiap saat, dan sawit hanya dilakukan satu kali tanam sedangkan jagung hasilnya tidak sebaik tanaman sawit," ungkapnya, Minggu (6/5).

Karena pembagian lahan itu, kini produksi jagung di lahan seluas satu hektare hanya sebanyak 2-3 ton saja, padahal sebelumnya bisa mencapai 5-6 ton.

"Tentu ini akan mengurangi produksi (jagung, red) masyarakat kami setiap tahunnya, apalagi antusias masyarakat dalam melakukan metodologi tanaman tumpang sari itu cukup besar," sebutnya.

Hal ini pun membuat dia khawatir, tanaman sawit akan menjadi pilihan utama masyarakat. "Jika ini terus dibiarkan tanpa solusi, prediksi kami 10 tahun ke depan tanaman jagung di Kampung Eka Sapta sudah tidak ada lagi, sudah digantikan dengan sawit," sebutnya.

Lanjutnya, ada solusi yang sudah coba dia utarakan kepada pemerintah daerah maupun provinsi yakni menyediakan lahan garap khusus pertanian jagung masyarakat, sehingga produktivitas jagung di Kampung Eka Sapta dapat terus terjaga terus menjadi keunggulan pertanian di Kabupaten Berau.

"Kami sudah berupaya mengirimkan proposal ke Dinas Pertanian Kaltim maupun daerah untuk memfasilitasi penyediaan lahan ini, namun hingga saat ini belum ada tanggapan," jelasnya. (*/uga/sam)


BACA JUGA

Jumat, 26 November 2021 19:52

Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Natal

TANJUNG REDEB - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau,…

Senin, 22 November 2021 19:31

Budidaya Ikan Belum Bisa Bangkit

TANJUNG REDEB – Meskipun kasus Covid-19 mulai melandai di Bumi…

Rabu, 17 November 2021 18:22

Bukan Waktunya Sekadar Jadi Penonton

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau seriusi pengaktifan kembali Perusahaan…

Minggu, 14 November 2021 19:44

Pemkab Berburu Investor

TANJUNG REDEB - Dinas Perkebunan Berau mewacanakan untuk mendorong adanya…

Selasa, 09 November 2021 19:40

Minta Digelar Pelatihan

BIDUKBIDUK – Besarnya potensi pengolahan nata de coco di Kecamatan…

Selasa, 09 November 2021 19:36

Harga Minyak Goreng Meroket

TANJUNG REDEB - Saat ini harga minyak goreng di pasaran…

Rabu, 13 Oktober 2021 18:59

Situasi Kritis..?? Cadangan Beras di Kabupaten Ini Tersisa 4.750 Ton

TANJUNG REDEB – Hingga Agustus 2021, cadangan beras di Bumi…

Senin, 04 Oktober 2021 21:31

Produksi Beras Naik, Jagung Turun

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau menargetkan…

Rabu, 29 September 2021 19:16

Lirik Pemuda untuk Tingkatkan Pertanian

TANJUNG REDEB – Budi daya pertanian di Berau, masih kurang…

Rabu, 29 September 2021 19:10

Ekspor Ikan Masih Terhambat Pandemi

TANJUNG REDEB - Berau memiliki potensi perikanan yang besar, bahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers