MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Minggu, 20 Juni 2021 20:09
Harga Lada Anjlok, Petani Resah, Ada yang Terpaksa Jual Ladang
HARGA ANJLOK: Salah seorang petani saat berada di kebun lada miliknya. Para petani lada resah karena harga lada tak kunjung membaik.

TANJUNG REDEB - Petani di sentra perkebunan lada Kampung Merancang Ilir, Kecamatan Gunung Tabur, resah karena harga komoditas lada menurun. Apalagi kondisi ini terjadi sejak 5 tahun terakhir.

Menuturkan Erwin, salah seorang petani lada, saat ini harga lada turun mencapai 70 persen. Jika sebelumnya harga mencapai Rp 160 ribu per kilogram, kini harga jual lada di tingkat petani hanya berkisar Rp 40.000-Rp 45.000 per kilogram. Harga itu merupakan yang terendah selama kurun waktu lima tahun terakhir. “Sudah lama ini anjlok,” ucapnya.

Dijelaskan Erwin, penjualan biasa dilakukan langsung ke pengepul yang datang ke kampung mereka. Sehingga harga yang ditentukan oleh pengepul tidak bisa ditolak para petani. Jika petani menolak, tentu risikonya hasil panen tidak akan dibeli oleh pengepul.

“Pengepul yang ambil langsung ke petani dengan harga yang sudah ditentukan. Kalaupun kami menjual dengan harga yang lebih tinggi, pengepul tidak mau beli,” sambungnya.

Dijelaskan Erwin, harga lada sebenarnya mulai turun sejak 2016 lalu. Lima tahun berjalan, masyarakat yang menggantungkan hidupnya di perkebunan lada hanya bisa pasrah menera harga yang terus mengalami penurunan. Tidak sedikit warga yang terpaksa menjual ladangnya dan membuka usaha lain.

“Pertama turun pada tahun 2016, berlanjut 2017 menjadi Rp 80 ribu per kilogram. Harga terus turun hingga saat ini," tuturnya.

Ia menambahkan, mayoritas penduduk Kampung Merancang Ilir bermata pencaharian sebagai petani lada. Bahkan lada merupakan sumber penghasilan utama bagi masyarakat sejak pertama mendiami kampung tersebut. "Sudah lama masyarakat di sini jadi petani lada, disusul padi. Kalau yang menjadi nelayan hanya sedikit," ucapnya.

Ia berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat membantu menemukan solusi terkait permasalahan yang dialami petani lada. Sebab lada merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Berau. “Semoga saja pemkab bisa membantu dan mencarikan solusinya," harapnya. (hmd/har)

 


BACA JUGA

Jumat, 26 November 2021 19:52

Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Natal

TANJUNG REDEB - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau,…

Senin, 22 November 2021 19:31

Budidaya Ikan Belum Bisa Bangkit

TANJUNG REDEB – Meskipun kasus Covid-19 mulai melandai di Bumi…

Rabu, 17 November 2021 18:22

Bukan Waktunya Sekadar Jadi Penonton

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau seriusi pengaktifan kembali Perusahaan…

Minggu, 14 November 2021 19:44

Pemkab Berburu Investor

TANJUNG REDEB - Dinas Perkebunan Berau mewacanakan untuk mendorong adanya…

Selasa, 09 November 2021 19:40

Minta Digelar Pelatihan

BIDUKBIDUK – Besarnya potensi pengolahan nata de coco di Kecamatan…

Selasa, 09 November 2021 19:36

Harga Minyak Goreng Meroket

TANJUNG REDEB - Saat ini harga minyak goreng di pasaran…

Rabu, 13 Oktober 2021 18:59

Situasi Kritis..?? Cadangan Beras di Kabupaten Ini Tersisa 4.750 Ton

TANJUNG REDEB – Hingga Agustus 2021, cadangan beras di Bumi…

Senin, 04 Oktober 2021 21:31

Produksi Beras Naik, Jagung Turun

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau menargetkan…

Rabu, 29 September 2021 19:16

Lirik Pemuda untuk Tingkatkan Pertanian

TANJUNG REDEB – Budi daya pertanian di Berau, masih kurang…

Rabu, 29 September 2021 19:10

Ekspor Ikan Masih Terhambat Pandemi

TANJUNG REDEB - Berau memiliki potensi perikanan yang besar, bahkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers