MANAGED BY:
JUMAT
30 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 22 Juni 2021 19:51
Selesai Direhabilitasi, Gisel Dilepasliarkan ke Hutan
LEPAS ORANG UTAN: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim bekerja sama dengan COP-BORA melepasliarkan orang utan bernama Gisel, di Hutan Lindung Sungai Lesan.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB - Gisel, orang utan betina yang berumur 5 tahun, akhirnya dilepasliarkan di Hutan Lindung Sungai Lesan, Kecamatan Kelay, pada Sabtu (19/6) lalu. Pelepasan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bekerja sama Centre for Orangutan Protection-Borneo Orangutan Rescue Alliance (COP-BORA) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala BKSDA SKW I Berau, Dheny Mardiono menjelaskan, Gisel sempat dilaporkan berkeliaran di pemukiman warga di wilayah Sangatta Selatan, Kutai Timur. Karena dianggap membahayakan, akhirnya dilakukan penangkapan dan diserahkan ke BKSDA. “Pelepasliaran orang utan ini merupakan upaya untuk memberikan kesempatan kedua setelah direhabilitasi, agar orang utan tersebut dapat hidup secara bebas di habitat alaminya,” jelas Dheny.

Ia melanjutkan, awalnya Gisel diselamatkan dan ditranslokasi ke kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) Resort Sangkima sekitar Januari 2021. Tak berselang lama, Tim WRU BKSDA Kalimantan Timur bersama Balai TNK melakukan proses rehabilitasi. “Tahapan rehabilitasi dilakukan dengan harapan bahwa Gisel dapat kembali menjadi liar dan hidup bebas tanpa tergantung pada manusia,” sambungnya.

Dikatakan Dheny, setelah dilakukan pengamatan intensif oleh tim perawat dan medis satwa, Gisel masih memiliki kepekaan sebagai satwa liar yang ditunjukkan dengan perilaku dan kemampuannya untuk membuat sarang dengan baik. Ia menjelaskan, kemampuan dasar membuat sarang ini merupakan salah satu indikator yang harus dimiliki orang utan rehabilitasi sebelum menjalani proses pelepasliaran.

“Dari hasil pengamatan perilaku dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap, orang utan Gisel dinyatakan memenuhi standar untuk dilepasliarkan," ucapnya.

Dheny menambahkan, Hutan Lindung Sungai Lesan yang memiliki luas 11.238 hektare, jadi pilihan sebagai lokasi pelepasliaran orang utan sejak 2017. Hingga saat ini, telah terdapat 7 (tujuh) individu orang utan yang dilepasliarkan di HLSL dan masih terus dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap populasi orang utan yang berada di kawasan tersebut.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 30 Juli 2021 19:48

Putusan Lebih Ringan, JPU Ajukan Kasasi

TANJUNG REDEB – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Berau…

Jumat, 30 Juli 2021 19:44

Antisipasi Kelangkaan Obat

TANJUNG REDEB - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau berencana mengadakan obat…

Jumat, 30 Juli 2021 19:42

Perketat Pengawasan Jalur Masuk Berau

TANJUNG REDEB - Kasus Covid-19 di Bumi Batiwakkal -sebuatan Kabupaten…

Jumat, 30 Juli 2021 19:39

Satgas Mediasi Keluarga Pasien

TANJUNG REDEB – Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Berau,…

Kamis, 29 Juli 2021 20:02

Terima Jasa Produksi sebelum Menjabat

TANJUNG REDEB - Panitia Khusus (Pansus) Perumda Batiwakkal kembali menggelar…

Kamis, 29 Juli 2021 19:59

Dewan Sarankan Dirikan Tempat Isolasi Terpusat

TANJUNG REDEB - Tren angka kematian pasien terkonfirmasi Covid-19 di…

Rabu, 28 Juli 2021 21:24

Perhatikan Satgas RT dan Kelurahan

TANJUNG REDEB – Tim satuan tugas (Satgas) Covid-19 kabupaten hingga…

Rabu, 28 Juli 2021 21:22

Hotel Menolak Jadi Tempat Isolasi

TANJUNG REDEB – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Berau masih…

Selasa, 27 Juli 2021 19:50

Paparkan 4 Misi Pembangunan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melaksanakan Musyawarah Rencana…

Selasa, 27 Juli 2021 19:49

Sayangkan Bupati Tinggalkan Musyawarah

PELAKSANAAN musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers