MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 26 Juni 2021 20:10
Di Berau, Balita 1,7 Tahun Meninggal Akibat Covid-19
Iswahyudi

TANJUNG REDEB - Sempat melandai, angka kasus Covid-19 di Bumi Batiwakkal kembali meningkat. Berdasarkan rilis yang disampaikan Dinas Kesehatan Berau, Jumat (25/6), terdapat penambahan 33 kasus terkonfirmasi Covid-19. Dari penambahan kasus itu, membuat pasien yang masih menjalani perawatan meningkat menjadi 154 kasus.

Selain penambahan kasus terkonfirmasi, terdapat 1 kasus meninggal dunia. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, yang dikonfirmasi menyebutkan, pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 seorang balita berusia 1,7 tahun, dengan kode Berau 4690.

Iswahyudi menuturkan, sebelum dinyatakan Covid-19 oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, pasien tersebut sudah beberapa hari dirawat di rumah sakit dengan keluhan penyakit di bagian perut. Kemudian saat dilakukan pemeriksaan pada tanggal 14 Juni 2021, ditemukan virus Covid-19 di tubuh balita tersebut. “Jadi yang anak-anak ini sebenarnya ada kelainan di perut,” kata Iswahyudi.

Ia melanjutkan, sebenarnya pasien tersebut hendak dirujuk ke rumah sakit di luar Berau. Namun belum ada rumah sakit yang menerima rujukan, sehingga tetap dilakukan perawatan di RSUD dr Abdul Rivai. Setelah diketahui terpapar Covid-19, pasien dipindahkan ke ruang khusus pasien Covid-19. “Menurut informasi mau dirujuk. Saya belum tahu persis rumah sakit mana. Saat itu rumah sakit tidak mampu menangani penyakit si anak. Tapi bukan Covid-19,” jelasnya.

Iswahyudi menuturkan, pasien tersebut terpapar Covid-19 dari ibunya yang merupakan pelaku perjalanan. “Ibunya positif (Covid-19) juga. Tapi kondisinya stabil,” ujarnya.

Iswahyudi menambahkan, biasanya seorang anak memiliki imun yang kuat dan jarang terpapar Covid-19. Disinggung soal Covid-19 varian baru, yakni Delta, Iswahyudi belum bisa memastikan. Untuk memastikan apakah varian tersebut sudah masuk ke Kabupaten Berau atau belum, harus mengirim sampel ke Litbangkes di Jakarta. “Untuk varian baru itu pertama harus tahu kondisi pasien. Kemudian sampelnya dikirim,” pungkasnya. (hmd/har)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:45

Wisatawan Luar Wajib PCR

TANJUNG REDEB - Sejumlah objek wisata di Kabupaten Berau perlahan…

Sabtu, 18 September 2021 19:44

Pelaku Mengaku Pesan dari Tarakan

TANJUNG REDEB - Jajaran Polres Berau, Jumat (17/9) meringkus dua…

Sabtu, 18 September 2021 19:42

Pelayanan Online Ditutup Sementara

TANJUNG REDEB - Pelayanan online di Dinas Kependudukan dan Catatan…

Jumat, 17 September 2021 20:10

MA Tolak Kasasi Terdakwa dan PU

TANJUNG REDEB - Upaya hukum kasasi mantan Kepala Kampung Gurimbang,…

Jumat, 17 September 2021 20:06

Pemkab Bakal Tutup RSD Cobid-19

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau berencana menutup Rumah Sakit…

Jumat, 17 September 2021 20:05

Pemutakhiran Data Pemilih untuk Pemilu 2024

TANJUNG REDEB — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau melaksanakan…

Kamis, 16 September 2021 20:13

Dua Kadis Tak Masuk Radar Mutasi

TANJUNG REDEB - Mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 16 September 2021 20:10

Vaksinasi Mulai Sasar Pelajar

TANJUNG REDEB - Serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Polres Berau,…

Kamis, 16 September 2021 20:08

Pengunduran Tak Sesuai Fakta

TANJUNG REDEB - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perumda Batiwakkal, Wendy…

Rabu, 15 September 2021 17:33

Terlambat Dianggap Gugur

TANJUNG REDEB - Pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers