MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 23 Juli 2021 19:44
Pengantar Galon Cabuli Anak di Bawah Umur
Ilustrasi

TANJUNG REDEB – Seorang pria berinisial UM (64) harus berurusan dengan pihak kepolisian. Dia diamankan lantaran nekat melakukan pencabulan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya) pada Jumat (16/7) lalu.

Menurut Kapolsek Tanjung Redeb, Iptu Nurhadi, UM yang berprofesi sebagai pengantar galon di Tanjung Redeb mengaku khilaf melakukan pencabulan tersebut karena tidak bisa menahan hasrat bejatnya. “Dia memantau situasi di lokasi. Saat sepi dia langsung masuk,” ujarnya.

Mantan Kapolsek Teluk Bayur ini melanjutkan, saat itu korban tengah bermain di depan rumahnya. Kemudian, pelaku datang dan langsung menggendong korban. Pelaku sempat mencium korban dan menarik korban ke kamar. Setelah di kamar, korban langsung dicabuli oleh pelaku. “Korban ini takut, setelah aksi bejat tersebut, korban melaporkan kepada ibunya.” ucapnya.

Mendapat pengakuan dari sang anak, ibu korban kemudian bertanya siapa yang melakukan hal tersebut. Anaknya mengaku bahwa pria cabul tersebut adalah orang yang biasa mengantarkan galon ke rumahnya. Mendapat jawaban sang anak, ibu korban langsung melaporkan kepada pihak kepolisian. “Malam itu juga kami jemput dan lakukan pemeriksaan kepada pelaku,” tegasnya.

Perwira balok dua ini melanjutkan, dari pengakuan korban, ia baru sekali melakukan hal tersebut. Pelaku mengaku tidak bisa menahan hawa nafsunya melihat korban. “Ngakunya khilaf dan tidak bisa menahan hawa nafsunya,” ujarnya. paparnya.

Dalam pemeriksaan pelaku meminta maaf kepada korban dan orangtua korban akibat perbuatannya tersebut. Sementara untuk korban akan dilakukan perawatan trauma akibat aksi pencabulan yang dilakukan oleh UM. “Korban mengalami trauma. Jadi akan didampingi sampai psikisnya kembali normal,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini mendekam di balik jeruji Mapolsek Tanjung Redeb. Pelaku terancam Pasal 82 ayat 1 junto pasal 76E, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2013 tentang Perlindungan Anak. “Ancamannya maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya. (hmd/har)

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:45

Wisatawan Luar Wajib PCR

TANJUNG REDEB - Sejumlah objek wisata di Kabupaten Berau perlahan…

Sabtu, 18 September 2021 19:44

Pelaku Mengaku Pesan dari Tarakan

TANJUNG REDEB - Jajaran Polres Berau, Jumat (17/9) meringkus dua…

Sabtu, 18 September 2021 19:42

Pelayanan Online Ditutup Sementara

TANJUNG REDEB - Pelayanan online di Dinas Kependudukan dan Catatan…

Jumat, 17 September 2021 20:10

MA Tolak Kasasi Terdakwa dan PU

TANJUNG REDEB - Upaya hukum kasasi mantan Kepala Kampung Gurimbang,…

Jumat, 17 September 2021 20:06

Pemkab Bakal Tutup RSD Cobid-19

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau berencana menutup Rumah Sakit…

Jumat, 17 September 2021 20:05

Pemutakhiran Data Pemilih untuk Pemilu 2024

TANJUNG REDEB — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau melaksanakan…

Kamis, 16 September 2021 20:13

Dua Kadis Tak Masuk Radar Mutasi

TANJUNG REDEB - Mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 16 September 2021 20:10

Vaksinasi Mulai Sasar Pelajar

TANJUNG REDEB - Serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Polres Berau,…

Kamis, 16 September 2021 20:08

Pengunduran Tak Sesuai Fakta

TANJUNG REDEB - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perumda Batiwakkal, Wendy…

Rabu, 15 September 2021 17:33

Terlambat Dianggap Gugur

TANJUNG REDEB - Pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers