MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 30 Juli 2021 19:44
Antisipasi Kelangkaan Obat

Wacanakan Pengadaan Obat Covid-19 Melalui Instalasi Farmasi Kabupaten

Iswahyudi

TANJUNG REDEB - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau berencana mengadakan obat untuk pasien terkonfirmasi Covid-19, melalui Instalasi Farmasi Kabupaten. Menurut Kepala Dinkes Berau, Iswahyudi, hal ini ditempuh untuk mengantisipasi langkanya obat dari distributor.

Menurut Iswahyudi, langkah antisipasi ini dilakukan melihat kasus Covid-19 di Berau melonjak drastis, dan semua pasien membutuhkan obat yang sama. Dikatakannya, berdasarkan data per 29 Juli 2021, kasus aktif di Berau mencapai 1.419 kasus. “Berau sedang mengambil langkah untuk antisipasi kelangkaan obat. Saya kurang tahu berapa stok yang tersedia sekarang,” katanya.

Iswahyudi melanjutkan, sebelumnya untuk obat-obatan para pasien disediakan oleh RSUD dr Abdul Rivai. Kemudian diresepkan kepada petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM). Dan obat tersebut diberikan kepada pasien yang menjalani perawatan. Setelahnya, pihaknya yang akan membayar. Terkait persoalan dana, Iswahyudi masih enggan untuk menjelaskan.

“Untuk sementara masih seperti itu skemanya. Tapi rencananya diadakan oleh instalasi farmasi tersebut. Kami antisipasi secepatnya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pasien isolasi mandiri, lanjut Iswahyudi, pihaknya memberikan obat-obatan secara gratis, berupa antibiotik azithromycin, multivitamin, serta tambahan obat sesuai gejala yang timbul. Seperti obat panas, obat batuk dan lainnya. “Pemberiannya sementara ini tentu gratis jika dalam pemantauan pihak puskesmas. Makanya saya ingatkan kepada masyarakat, harap untuk melapor,” ungkapnya.

Namun, Iswahyudi menjelaskan, obat tersebut juga telah diperjualbelikan dan tersedia di apotek swasta, kendati ketersediaan obat tersebut belum masuk dalam ranah mereka. Obat yang berada di apotek, khususnya obat keras boleh didapatkan sesuai dengan resep dokter. “Bisa dengan resep, tapi untuk multivitamin boleh tanpa resep,” bebernya.

Dia menegaskan, harga obat yang tersedia tidak melambung tinggi. Lantaran tiap apotek sudah diatur dalam Harga Eceran Tertingginya (HET). Pihaknya juga akan melakukan kontroling kembali. “Boleh saja membeli jika memang khawatir. Misalkan merasa sudah ada kontak dengan pasien Covid-19. Ya tidak baik juga jika membeli secara berlebihan,” tutupnya. (hmd/har)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:45

Wisatawan Luar Wajib PCR

TANJUNG REDEB - Sejumlah objek wisata di Kabupaten Berau perlahan…

Sabtu, 18 September 2021 19:44

Pelaku Mengaku Pesan dari Tarakan

TANJUNG REDEB - Jajaran Polres Berau, Jumat (17/9) meringkus dua…

Sabtu, 18 September 2021 19:42

Pelayanan Online Ditutup Sementara

TANJUNG REDEB - Pelayanan online di Dinas Kependudukan dan Catatan…

Jumat, 17 September 2021 20:10

MA Tolak Kasasi Terdakwa dan PU

TANJUNG REDEB - Upaya hukum kasasi mantan Kepala Kampung Gurimbang,…

Jumat, 17 September 2021 20:06

Pemkab Bakal Tutup RSD Cobid-19

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau berencana menutup Rumah Sakit…

Jumat, 17 September 2021 20:05

Pemutakhiran Data Pemilih untuk Pemilu 2024

TANJUNG REDEB — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau melaksanakan…

Kamis, 16 September 2021 20:13

Dua Kadis Tak Masuk Radar Mutasi

TANJUNG REDEB - Mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 16 September 2021 20:10

Vaksinasi Mulai Sasar Pelajar

TANJUNG REDEB - Serbuan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Polres Berau,…

Kamis, 16 September 2021 20:08

Pengunduran Tak Sesuai Fakta

TANJUNG REDEB - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Perumda Batiwakkal, Wendy…

Rabu, 15 September 2021 17:33

Terlambat Dianggap Gugur

TANJUNG REDEB - Pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers