MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 05 September 2021 20:00
Prioritaskan Vaksin Ibu Hamil
VAKSIN IBU HAMIL: Kegiatan vaksinasi yang digelar Dinas Kesehatan Berau, di Balai Mupakat, kemarin (4/9). Vaksinasi kali ini menyasar ibu hamil.

TANJUNG REDEB - Dari sekitar 1.400 ibu hamil yang terdata se-Kabupaten Berau, baru 56 orang yang menerima suntikan vaksin dosis I jenis sinovac. Kegiatan vaksinasi bagi ibu hamil ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, kemarin (4/9).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi mengatakan, setelah dilakukan vaksinasi dosis I di Balai Mufakat, sesuai instruksinya dalam pemberian selanjutnya akan berjalan di semua puskesmas seperti biasa. Artinya setiap puskesmas ibu hamil bisa divaksin.

“Saya juga sudah instruksikan kalau ada peserta vaksin ibu hamil di tempat-tempat pelayanan, mereka harus dapat prioritas. Jadi tidak perlu menunggu lama saat antre,” ujarnya kepada awak media.

Karena menurutnya, para ibu hamil ini juga merupakan bagian dari sasaran yang harus dicapai. Terlebih, pemberian vaksinasi untuk ibu hamil sesuai keputusan Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) bahwa semua jenis vaksin bisa digunakan untuk ibu hamil. Baik itu seperti vaksin moderna, atau sinovac.

“Hal utama yang perlu diperhatikan bagi ibu hamil saat akan menerima vaksin, tentunya harus dalam keadaan sehat. Kemudian, usia kandungan juga harus diperhatikan yakni di atas 13 minggu masa kandungan,” jelasnya.

Mengenai efek samping, diakuinya tergantung pada kondisi masing-masing ibu hamil. Tapi menurutnya, sebagian besar yang sudah menerima vaksin tidak ada efek samping yang dirasakan. Efeknya paling tidak sama dengan yang dirasakan penerima vaksin orang biasa. Seperti kantuk. "Tetapi bagi ibu hamil misalnya yang ada komorbit dan sebagainya, kami sarankan agar konsultasi ke spesialis kandungan lebih dulu," tegasnya.

Bahkan pihaknya juga akan meminta ke pihak RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb untuk membuat sentra vaksin bagi ibu hamil. Sehingga menurutnya jika memang perlu penanganan obgyn (dokter kandungan) tentu akan lebih mudah dan tepat untuk segera ditangani. Baru kemudian bisa disuntikkan vaksinasi ke ibu hamil tersebut.

"Tapi kalau yang dalam keadaan sehat, bisa langsung ke puskesmas, dan ditangani oleh dokter-dokter di sana yang pasti sudah dapat pembinaan dari obgyn-nya seperti apa tanda-tandanya dan sejenisnya," bebernya.

Sementara itu, dr Jatmiko Rachmat sebagai spesialis kandungan di RSUD dr Abdul Rivai, menambahkan, sejak 2 Agustus lalu dinyatakan aman untuk pemberian vaksinasi bagi ibu hamil, pihaknya pun langsung bergerak cepat. "Jadi untuk ibu hamil sebelum dilakukan tindakan vaksin kita cek dulu suhunya, kemudian tensinya," kata dr Jatmiko.

"Jika suhunya di atas 375 kita tunda dulu. Begitu juga jika tensinya di atas 140/90 kita tunda juga," lanjutnya.

Kriteria lainnya juga lanjut dr Jatmiko, bagi ibu hamil harus diketahui apakah disertai penyakit penyerta atau tidak. Misalnya ada gangguan jantung, asma, kencing manis, atau penyakit-penyakit auto imun. Dari situlah perlunya dilakukan screening, untuk melihat, dengan berkolaborasi dokter penyakit dalam.

"Jika direkomendasikan jangan dulu vaksin, kita akan rekomendasikan ke dokter penyakit dalam. Baru selanjutnya di cek sejauh apa masalahnya. Kalau bisa terkontrol dan dikendalikan, maka vaksin bisa diberikan," jelasnya.

"Jika dalam keadaan akut, kita minta ibu hamil tunda vaksinnya. Sampai dirasa optimal untuk menerima vaksin kembali," sambungnya.

Kemudian, kriteria bagi ibu hamil yang mengalami terpapar Covid-19, kata dr Jatmiko, bila yang bersangkutan terakhir terkonfirmasi negatif sudah lebih 3 bulan, itu boleh diberikan vaksinasi. 

"Sebenarnya vaksin itu aman untuk setiap trimester. Cuma yang kita hindarkan pada trimester awal itu ibu hamil alami gangguan-gangguan. Misalkan mual dan muntah, pusing, badannya gampang capek, drop," terangnya.

Sehingga disebutnya, rata-rata di atas trimester satu atau 13 minggu, keluhan-keluhan itu sudah berkurang. Jadi untuk pantauan pasca vaksin itu lebih jelas, bahwa ini sebenarnya efek hamilnya yang mengakibatkan keluhan-keluhan tadi ataukah efek samping dari vaksin.

"Jadi kita lebih nyaman dan jelas untuk memantaunya. Seandainya yang bersangkutan tidak tahu hamil, ternyata kena vaksin itupun tidak masalah. Karena pada prinsipnya, vaksin secara penelitian aman untuk setiap tahapan atau trimester kehamilan," tutupnya. (mar/har)


BACA JUGA

Kamis, 21 Oktober 2021 19:51

Waspadai Klaster Pariwisata

TANJUNG REDEB – Wisatawan asing sempat tidak diperbolehkan masuk saat…

Kamis, 21 Oktober 2021 19:48

Camat Dicecar soal Verifikasi

TANJUNG REDEB - Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau terus mendalami dugaan…

Kamis, 21 Oktober 2021 19:43

Camat Gunung Tabur Kecewa

TANJUNG REDEB – Camat Gunung Tabur Anang Saprani, mengaku kecewa…

Rabu, 20 Oktober 2021 19:59

Di Kabupaten Berau, 106.267 Jiwa Sudah Divaksin

TANJUNG REDEB – Sebanyak 106.267 atau 57 persen masyarakat Bumi…

Rabu, 20 Oktober 2021 19:57

Masyarakat Antusias karena Banyak yang Belum Paham

Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, tak henti-hentinya menyosialisasikan Peraturan Daerah…

Rabu, 20 Oktober 2021 16:09

Bidik Dugaan Tipikor ADK Giring-Giring

TANJUNG REDEB – Camat Bidukbiduk dan Kepala Kampung Giring-Giring, memenuhi…

Selasa, 19 Oktober 2021 19:40

Ahli Waris Tak Penuhi Undangan Disdik, Kasus Sekolah Disegel Tak Selesai

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau menggelar pertemuan membahas mengenai penyegelan…

Selasa, 19 Oktober 2021 19:39

JPU Kembalikan Berkas ke Penyidik

TANJUNG REDEB - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari)…

Selasa, 19 Oktober 2021 19:38

Kelay Kembali Zona Kuning

TANJUNG REDEB – Setelah sempat berada di zona hijau, Kecamatan…

Senin, 18 Oktober 2021 20:01

Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan rumah sakit (RS) tipe B…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers