MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 02 Oktober 2021 19:52
Ingin Jadi Dokter Bedah, Suka IPA sejak SD

Fadhiya, Wakili Berau pada Kompetisi Sains Nasional 2021 Tingkat Provinsi

WAKIL BERAU: Fadhiya Ramadhani Safitri, siap mewakili Berau dalam ajang KSN tingkat Provinsi Kaltim

Fadhiya Ramadhani Safitri, siswi kelas 9 Madrasah Tsanawiah (MTs) Negeri Berau, berhasil menyabet juara satu Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun 2021 yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS). Dia berhasil mengalahkan puluhan peserta dari beberapa sekolah di Bumi Batiwakkal.

MAULID HIDAYAT, Tanjung Redeb

BERSAMA empat orang lainnya, Fadhiya Ramadhani Safitri akan mewakili Kabupaten Berau mengikuti Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2021 di tingkat provinsi. Fadhiya -sapaan akrabnya- memang sangat menyukai pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sejak duduk di bangku sekolah dasar. Alumnus SD Negeri 002 Berau ini, bahkan sejak SD sudah kerap mengikuti lomba yang berhubungan dengan pengetahuan alam.

Ia mengatakan, tertarik di bidang IPA, karena sangat suka belajar dan penasaran tentang organ-organ tubuh manusia, baik organ dalam maupun organ luar. “Senang saja, banyak ulasan yang berkaitan dengan tubuh manusia ada dalam pelajaran IPA,” ujarnya.

Anak pasangan dari Muhammad Samma dan Idawati ini sudah beberapa kali meraih prestasi baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Seperti juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPA tingkat kabupaten, juara 2 OSN bidang IPA tingkat provinsi, juara 1 Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) menari tingkat kabupaten, juara 3 Kompetisi Sains Madrasah (KSM) bidang matematika tingkat provinsi, juara 1 KSM bidang IPA tingkat kabupaten, juara 1 KSN tingkat kabupaten bidang IPA.

Selain itu, Fadhiya juga sering menjuarai lomba fashion show dari TK hingga SD. Bukti prestasi itu terlihat banyaknya piagam tertempel berjejer di dinding rumahnya. Piala dan piagamnya pun nyaris memenuhi lemari kaca di rumahnya.

Sejak kecil Fadhiya memang hobi menari. Ia tidak canggung menari di hadapan banyak orang. Bahkan, dirinya juga pernah mewakili sekolahnya dalam ajang menari dan kembali meraih juara. Anak kedua dari tiga bersaudara ini, menceritakan saat ini ia mengikuti seleksi KSN, yang digelar pada 14 September lalu. Ia harus konsentrasi penuh, mengisi sebanyak 50 soal pilihan ganda yang diberikan oleh penguji. Setelah menyelesaikan soal tersebut, ia kembali diuji oleh jaringan internet yang bermasalah, padahal, dalam sesi ini, penguji langsung berada di Jakarta.

“Dari Berau pesertanya ada 50. Kalau di nasional seluruhnya ada 900 peserta yang ikut,” bebernya.

Dara kelahiran 22 Oktober 2006, Tanjung Redeb, ini mengungkapkan, harus pintar membagi waktu antara pelajaran biasa dengan hari untuk bimbingan. Ada dua guru pembimbing untuk dirinya, yakni pada  Senin hingga Rabu, ia harus mengikut bimbingan Fisika, dan Kamis hingga Sabtu, ia akan mengikuti bimbingan Biologi.

“Kalau stres, gak sih, karena saya orangnya juga santai. Jadi gak terlalu mikirin itu, yang penting sudah belajar serius, usaha, dan doa. Dan dibawa asyik saja sih sebenarnya jangan dijadikan beban,” ujarnya tertawa.

Ia yang bercita-cita ingin menjadi dokter bedah ini, ternyata memiliki hal yang tidak disukai di bidang fisika dan Biologi. Kalau untuk fisika ia mengatakan, dalam satu soal bisa lebih dari satu rumus bahkan bisa mencapai tiga rumus yang dipakai. Sementara biologi susahnya menghafal nama ilmiah, terlebih dengan pelajaran genetika karena perlu memahami tentang persilangan sifat.

“Kalau untuk fisika saya paling tidak suka sama mekanika, karena dalam mekanika itu banyak banget rumus yang harus dipahami, bukan sekadar dihafal tapi harus paham belum lagi dengan kita harus butuh pemahaman khusus untuk bisa mengerjakan soal,” tambahnya.

Ia menambahkan, dirinya tidak memiliki trik khusus dalam menghafal rumus dan nama ilmiah. Ia hanya membawa santai saja setiap rumus tersebut. Ia mengatakan, jika dalam mengerjakan soal panik, maka akan hilang semua hafalan. Yang paling penting jangan lupa selalu berdoa dan yakin sama diri sendiri kalau pasti bisa,” tambahnya.

Dalam seleksi provinsi yang akan digelar dua pekan mendatang, Fadhiya menargetkan bisa masuk tiga besar. Agar bisa mewakili Berau dan Kalimantan Timur dalam ajang KSN tingkat nasional. Ia mengaku optimistis dan yakin bisa masuk dan mewakili Kaltim pada ajang tersebut. “Bisa masuk tiga besar, dan juga kalau bisa juara satu lagi,” ujarnya.

Sementara itu, guru pembimbing Fadhiya, Subiyanto mengatakan, dalam tahapan kali ini, baru tahapan tingkat kabupaten, masih ada dua tahapan lagi yakni seleksi provinsi dan terakhir berlaga di ajang nasional. Ia mengaku bangga dengan apa yang diraih oleh anak didiknya tersebut, namun ia mengingatkan, agar tidak cepat berpuas diri, perjalanan masih panjang. “Iya benar, Ananda tersebut masuk lima besar dan berhasil meraih peringkat pertama pada Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun 2021,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Fadhiya sosok yang sopan dan periang ini memang sudah mengikuti seleksi sekolah sejak kelas 7, dari puluhan siswa yang masuk seleksi, terpilih 10 orang, dan salah satunya Fadhiya, ketika ada mau lomba, sudah siap semua. Ia menambahkan, Fadhiya sejak masuk ke MTsN memang menyukai bidang IPA, kemudian dari sekolah terus mengasah kemampuan Fadhiya, hingga akhirnya ia berhasil menyabet juara tersebut.

Menjelang selesai tingkat provinsi, ia mengatakan, akan terus menggenjot dan menambah porsi belajar siswa tersebut. Subiyanto mengatakan, pada seleksi tingkat provinsi mendatang, akan ada perbedaan soal yang diberikan. Jika sebelumnya menggunakan pilihan ganda, kini soal yang diberikan adalah essay. “Juknisnya lebih kepada essay. Jadi kita tekankan kepada siswanya untuk bisa menalar,” ucapnya.

Diakuinya, pihak sekolah memiliki target pada seleksi tingkat provinsi, yakni Fadya minimal 5 besar. Meskipun berat, namun ia yakin anak didiknya tersebut mampu membuktikan kemampuannya di bidang Sains. “Kalau untuk menuju ke nasional, semakin kecil peluangnya, karena harus melawan 50 peserta dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim. Tapi kita tetap optimistis,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 20:27

Berkah Petani, Harga Sawit Bulan Ini Diprediksi Naik Lagi

TANJUNG REDEB – Akhir tahun ini petani sawit di Berau…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:25

Pemkab Harus Gerak Cepat

TANJUNG REDEB – Setelah varian delta sempat membuat Berau ‘babak…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:24

Dinkes Ogah Ikut Campur

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi, mengaku pihaknya…

Jumat, 03 Desember 2021 20:42

Aktif dalam Kegiatan Kemanusiaan, Penanggulangan Bencana, dan Covid-19

SELAIN rutin melakukan donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten…

Jumat, 03 Desember 2021 20:40

Kepentingan Masyarakat Jangan Dipolitisasi

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, menyayangkan Pemkab…

Kamis, 02 Desember 2021 19:43

Perjuangkan Lagi SMK Pariwisata

TANJUNG TEDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Syadiah,…

Kamis, 02 Desember 2021 19:41

Ancaman bagi Pelayanan Kemanusiaan

TANJUNG REDEB – Pelayanan kemanusiaan terancam tak maksimal. Khususnya pada…

Kamis, 02 Desember 2021 19:39

Tarif Peti Kemas di Berau Naik, Maksimal Hanya Rp 18 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Rabu, 01 Desember 2021 20:08

Optimistis Berau PPKM Level 1

TANJUNG REDEB – Capaian vaksinasi di Bumi Batiwakkal, saat ini…

Rabu, 01 Desember 2021 20:05

Perencanaan Pembangunan Masih Lemah

TANJUNG REDEB –  Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga, minta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers