MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 05 Oktober 2021 19:46
Realisasikan Delapan Program TFCA Kalimantan

Membangun Model Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berbasis Masyarakat (2)

BERSAMA JAGA LINGKUNGAN: Pelaksanaan program TFCA berfoto bersama masyarakat. Keberhasilan program TFCA tak lepas dari kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya kelestarian mangrove.

Program Membangun Model Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berbasis Masyarakat pada Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K-KDPS), Zona Pemanfaatan Terbatas di Kampung Semurut dan Tabalar Muara, adalah program Konsorsium Perkumpulan Konservasi Alam Lingkungan Tropikal Indonesia (Kanopi) – Yayasan Lamin Segawi. Yang berada di Jalan Dermga, Perumahan Kopri.

Arta Kusuma Yunanda, Tanjung Redeb.

KONSORSIUM yang beralamat di Jalan Dermga, Perumahan Kopri, Tanjung Redeb, sudah menjalankan program tersebut sejak beberapa tahun lalu.

Dijelaskan Penanggung Jawab Pogram, Ibrahami, dalam kegiatan Membangun Model Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berbasis Masyarakat pada KKP3K-KDPS, tentunya memiliki mitra tingkat kabupaten. Yakni bermitra dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang), Dinas Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koprasi (Disprindakop), Pemerintah Kecamatan Tabalar, Pemerintah Kampung Semurut, Pemerintah Kampung Tabalar Muara, hingga Pokja PKHB. Sedangkan, mitra tingkat provinsi dan pusat, yakni Satgas KKP3K-KDPS, Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Jadi dalam kegiatan ini kita selalu transparan, baik data dan penanggungjawabnya,” ujarnya.

Aksi Inspiratif  Warga untuk Perubahan (Sigap), juga menjadi metode pendekatan dalam implementasi program Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan di Kabupaten Berau, melalui tujuh tahapan yaitu Disclosure, Define, Discover, Dream, Design, Delivery, Drive, yang mendukung program Sigap Sejahtera Pemerintah Kabupaten Berau.

Berbagai capaian program juga sudah terealisasi. Yang pertama yakni kelembagaan. Seperti terbentuknya lembaga pengelola wilayah KKP3K-KDPS di Kampung Semurut yaitu KSM Semurut Pisang-Pisangan Sejahtera (SPPS). KSM SPPS memiliki legalitas hukum dari Surat Keputusan (SK) Kepala Kampung  Nomor 1 tahun 2019, tentang Penetapan Pengurus Lembaga Pengelola Hutan Mangrove Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar, Tahun 2019/2023, serta Akta Pendirian Organisasi Nomor 7 taggal 6 Februari 2019, Notaris Muchlis Muchtar Mahmud, SH.

Selain itu, terbentuknya lembaga pengelola wilayah KKP3K-KDPS di Kampung Tabalar Muara yaitu KSM Tabalar Mangrove Lestari (TML) yang memiliki legalitas hukum, Surat Keputusan (SK) Kepala Kampung Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penetapan Pengurus Lembaga Tabalar Mangrove Lestari Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, tahun 2018/2022, serta Akta Pendirian Organisasi Nomor 3 tanggal 4 Februari 2019 Notaris Muchlis Muchtar Mahmud, SH.

“Untuk visi lembaga pengelola Kampung Semurut, adalah mewujudkan pengelolaan kawasan hutan mangrove yang KEREN (Kreatif, Energik, Religius, Efisien dan Berkelanjutan). Sedangkan Kampung Tabalar Muara, terwujudnya pengelolaan kawasan mangrove yang terdepan, serta pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Kampung Tabalar Muara,” jelasnya.

Pencapaian program kedua,  yaitu tercapainya perjanjian kerja sama penelolaan wilayah KKP3-KDPS. Surat perjanjian kerja sama antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur dengan KSM Semurut Pisang-Pisangan Sejahtera Nomor 053/446/II-B/II/2020, Nomor 001/PKS/SPPS/II/2020, tentang perlindungan, pelestarian, perbaikan dan pengembangan ekosistem mangrove di Kampung Semurut Kecamatan Tabalar, Wilayah KKP3K-KDPS.

Juga ada surat perjanjian kerja sama antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur dengan KSM Tabalar Mangrove Lestari Nomor  053/447/II-B/II/2020, Nomor 001/PKS/TML/II/2020 tentang perlindungan, pelestarian, perbaikan dan pengembangan ekosistem mangrove di Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, Wilayah KKP3K-KDPS. “Durasi waktu perjanjian kerja sama pengelolaan wilayah KKP3K-KDPS selama 10 tahun dan dapat diperpanjang kembali,” ujarnya.

Pencapaian program ketiga, adalah dokumen yang dihasilkan. Dokumen rencana tata guna lahan (RTGL) kampung dan wilayah KKP3K-KDPS di Kampung Semurut dan Tabalar Muara. Ada juga dokumen keanekaragaman hayati ekosistem mangrove wilayah KKP3K-KDPS Kampung Semurut dan Tabalar Muara, Dokumen hasil pengukuran cadangan karbon hutan mangrove wilayah KKP3K-KDPS Kampung Semurut dan Tabalar Muara, dokumen rencana pengelolaan wilayah KKP3K-KDPS di Kampung Semurut dan Tabalar Muara yang terintegrasi dalam RPJM Kampung, dokumen sosial ekonomi Kampung Semurut dan Tabalar Muara, serta dokumen rencana pengembangan usaha alternatif masyarakat Kampung Semurut dan Tabalar Muara.

Pencapaian program keempat adalah peningkatan kapasitas lembaga pengelola, di mana dalam upaya meningkatkan kapasitas lembaga pengelola, telah dilaksanakan beberapa kegiatan yakni; pelatihan manajemen dan keuangan lembaga pengelola wilayah KKP3K-KDPS di Kampung Semurut dan Tabalar Muara; pelatihan pembuatan produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti sirup mangrove, sabun mangrove, aneka kue mangrove, kopi mangrove, lulur mangrove, bakso mangrove, keripik mangrove, hingga tepung mangrove.

Ada juga pelatihan pembuatan laporan pengelolaan dan patroli kawasan wilayah KKP3K-KDPS. Pelatihan budidaya pembesaran kepiting bakau; pelatihan pengemasan produk produksi HHBK mangrove, serta bimbingan teknis budidaya pembesaran kepiting bakau, pembuatan peta RTGL 3 dimensi Kampung Semurut dan Tabalar Muara, pemasangan patok batas wilayah KKP3K-KDPS dan survei keanekaragaman hayati, serta pengukuran cadangan karbon hutan mangrove wilayah KKP3K-KDPS Kampung Semurut dan Tabalar Muara. “Ada beberap kegiatan yang didapat dari hasil kegiatan mangrove di dua kampung ini,” ujarnya.

Untuk pencapaian program kelima, adalah hibah sarana dan prasarana lembaga pengelola. Untuk mendukung keberlanjutan program pada tiap kampung sasaran, program TFCA Kalimantan menghibahkan beberapa sarana dan prasarana pendukung operasional lembaga pengelola di Kampung Semurut dan Tabalar Muara, seperti rumah produksi di dua kampung, alat dan bahan produksi HHBK mangrove di dua kampung, perahu dan mesin tempel 15 HP, mesin genset untuk rumah produksi, serta dua alat dan bahan budidaya kepiting bakau.

Program keenam adalah pembangunan ekonomi alternatif. Seperti produk kopi mangrove dan aneka kuliner bahan baku HHBK mangrove, budidaya pembesaran kepiting bakau untuk pasar domestik dan mancanegara, pembukaan jaringan pasar hasil produksi budidaya kepiting bakau ke Tarakan, Makassar hingga Jakarta. “Jadi saat ini ada tiga pasar yang sudah kita masuki, selain di Berau ada beberapa kota lain seperti Tarakan, Makassar hingga Jakarta,” tambahnya.

Dan progaram ketujuh adalah rehabilitasi lahan kritis. Rehabilitasi lahan kritis ekosistem mangrove sudah dilakukan seluas lima hektare di Kampung Tabalar Muara.

Serta yang terkahir yakni program monitoring dan evaluasi. Terutama saat melakukan patroli rutin di wilayah KKP3K-KDPS oleh lembaga pengelola, bimbingan teknis usaha alternatif masyarakat, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program serta gathering tahunan. (adv/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 04 Desember 2021 20:27

Berkah Petani, Harga Sawit Bulan Ini Diprediksi Naik Lagi

TANJUNG REDEB – Akhir tahun ini petani sawit di Berau…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:25

Pemkab Harus Gerak Cepat

TANJUNG REDEB – Setelah varian delta sempat membuat Berau ‘babak…

Sabtu, 04 Desember 2021 20:24

Dinkes Ogah Ikut Campur

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi, mengaku pihaknya…

Jumat, 03 Desember 2021 20:42

Aktif dalam Kegiatan Kemanusiaan, Penanggulangan Bencana, dan Covid-19

SELAIN rutin melakukan donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten…

Jumat, 03 Desember 2021 20:40

Kepentingan Masyarakat Jangan Dipolitisasi

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Madri Pani, menyayangkan Pemkab…

Kamis, 02 Desember 2021 19:43

Perjuangkan Lagi SMK Pariwisata

TANJUNG TEDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Syadiah,…

Kamis, 02 Desember 2021 19:41

Ancaman bagi Pelayanan Kemanusiaan

TANJUNG REDEB – Pelayanan kemanusiaan terancam tak maksimal. Khususnya pada…

Kamis, 02 Desember 2021 19:39

Tarif Peti Kemas di Berau Naik, Maksimal Hanya Rp 18 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Rabu, 01 Desember 2021 20:08

Optimistis Berau PPKM Level 1

TANJUNG REDEB – Capaian vaksinasi di Bumi Batiwakkal, saat ini…

Rabu, 01 Desember 2021 20:05

Perencanaan Pembangunan Masih Lemah

TANJUNG REDEB –  Ketua Komisi III DPRD Berau, Saga, minta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers